Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gbr diambil dr www.sutori.com
Sebelum baca, supaya nggak panas bacanya, maka sebagai pembukaan trit ini, ane sebagai TS harap menjelaskan beberapa poin tentang trit ini :
1. TS tidak sedang membicarakan, agama mana yg paling benar.
Trit ini sedang membicarakan dua macam pendekatan dalam mencari kebenaran.
Jadi sama sekali tidak membanding-bandingkan mana yg lebih benar, cuma mengupas pengamatan TS akan cara pendekatan & pemaknaannya.
2. Tulisan ini adalah hasil pengamatan & pemikiran TS yg sangat terbatas dalam banyak hal. Jadi TS tidak mengklaim bahwa pemikiran yg TS tuangkan ini sebuah realita atau kebenaran.
Trit ini cuma berbagi pemikiran TS, dengan asa dari situ kemudian dapat jadi pembukaan sebuah diskusi yg bernas.
3. Istilah agama langit & agama bumi, cuma menggambarkan bagaimana cara agama-agama yg berbeda dalam menyikapi & memaknai sebuah fenomena.
----------------------
Agama dalam pemahaman TS
Ada banyak cara untuk menjelaskan, apa agama itu? Tiap orang mungkin dapat memiliki pemahaman & penjelasan yg berbeda.
Bagi TS sendiri, menurut TS agama itu adalah sebuah jembatan antara realita fisik yg dilihat manusia sehari-harinya, (dapat disentuh, dapat diraba, dapat dibuktikan secara ilmiah, dst) dengan dimensi yg spiritual, rohaniah, ghaib (tidak dapat dilihat, tidak dapat disentuh & pastinya tidak dapat dibuktikan secara ilmiah).
Contoh gampangnya, kematian.
Secara realita, fisik, kita tahu & dapat melihat kematian. Kita tahu orang-orang yg kita sayangi pada satu saat akan mati. Kita tahu bahwa kita sendiri, suatu saat akan mati.
Agama, menjembatani pemahaman akan realita fisik yg dapat dilihat itu, dengan penjelasan/narasi tentang dunia spiritual yg tidak dapat dibuktikan, misalnya : yg mati itu cuma tubuhnya, rohnya akan hidup & sesuai perbuatan di dunia, dapat ke surga dapat ke neraka. Atau nanti setelah mati akan bereinkarnasi. Dst.
Tentu ada berbagai aspek dalam sebuah agama, tetapi dalam ruang lingkup/konteks trit ini, TS membatasi/melihatnya dari sisi, bagaimana agama hadir sebagai jembatan untuk manusia memahami antara alam/dunia fisik di sekitarnya, dengan sisi spiritual yg tidak terlihat & tidak dapat dibuktikan.
----
Perbedaan Cara Memaknai Fenomena Alam
Dari pemahaman TS bahwa agama sebagai jembatan, di situlah kemudian muncul pemikiran TS, bahwasannya dari berbagai agama yg berbeda-beda ini (setidaknya di Indonesia ada 5), ternyata dapat dibagi jadi dua golongan besar.
Yang pertama, agama yg versi kebenarannya, menurut pengamatan & pemahaman TS, turun secara top down. Tuhan menurunkan petunjuk kepada manusia.
Gbr diambil dr www.biblestudytools.com
Yang kedua, agama yg versi penjelasannya, menurut pengamatan & pemahaman TS, hadir dari perjuangan manusia untuk memahami fenomena di sekitarnya. Jadi ada manusia yg "galau" melihat keadaan di sekitarnya & kemudian bergumul berusaha mencari arti & menemukan sisi spiritual dari fenomena yg dia hadapi itu.
----
Dengan konsekuensinya, ketika muncul berbagai macam pertanyaan dalam kehidupan sehari-hari, cara menjawabnya pun jadi berbeda. Cara penalarannya jadi terlihat berbeda.
Dan ini yg kemudian TS beri istilah agama langit & agama bumi.
Agama langit, itu turun (di-imani demikian) dari Tuhan untuk manusia.
Agama bumi, itu lahir dari pergumulan hidup manusia yg berusaha menemukan kebenaran/jawaban spiritual dari fenomena yg dia lihat dalam kehidupannya.
-----
Contoh agama langit & contoh agama bumi.
Contoh agama langit, cukup mudah ditemukan, yaitu ketiga bersaudara agama samawi.
Contoh agama bumi, menurut TS, salah satunya adalah agama Buddha. Seperti yg biasa kita baca dalam biografi pendirinya Siddharta, lahirnya agama Buddha & konsep-konsep spiritualnya, berawal dari kegalauan Siddharta saat melihat bagaimana manusia mengalami, miskin, sakit, tua, & mati (kurlebnya gitu lah ya).
Gbr diambil dr learningrmps.com
Di mana kemudian, proses pencarian Sidharta, akhirnya melahirkan Agama Buddha.
----o----
Contoh disparitas dalam penalaran & penjelasan.
Dalam agama langit.
Ketika agama langit memaknai penderitaan, karena Tuhan itu Maha Kuasa & Maha Baik, maka ada banyak cara yg berbeda-beda ketika seorang manusia itu mengalami penderitaan.
Gbr diambil dr www.rural21.com
Kalau yg menderita itu orang jahat, disebutnya adzab, kalau yg menderita itu orang baik, disebutnya itu ujian.
Bagaimana kalau bencana alam yg mengakibatkan penderitaan orang-orang baik & orang-orang jahat? Ya adzab, ya ujian, tergantung siapa yg mengalami.
Kalau ada orang selamat dari bencana? Kalau orang jahat yg selamat, artinya Tuhan masih memberi kesempatan untuk bertobat. Kalau orang baik yg selamat, ya itu diselamatkan karena kebaikannya. Kalau orang baiknya nggak selamat? Oh mungkin Tuhan melihat tugas dia di dunia sudah cukup & Tuhan harap orang itu sekarang ada di surga bersama Dia.
Dst.
Jadi penjelasan agama langit tentang penderitaan & berbagai macam aspeknya, itu cukup rumit. Apalagi kalau berjumpa dengan pertanyaan seorang Atheis yg klasik : Kalau Tuhan Maha Kuasa & Maha Baik, kenapa masih ada penderitaan? Apakah Tuhan tidak cukup berkuasa untuk menghapus penderitaan? Atau Tuhan punya kuasa untuk menghapus penderitaan, tetapi tidak cukup Maha Baik untuk menghapuskan semua penderitaan?
Jawabannya dapat lebih panjang lebar lagi. Tetapi tetap logis.
Ruwet tetapi tetap logis & konsisten.
Konsistensinya ada pada sosok Tuhan yg Maha Pengasih & Maha Kuasa. Jawabannya di tiap konteks untuk fenomena yg sama jadi berbeda-beda, karena konsisten bahwa Tuhan itu Maha Pengasih & Maha Kuasa. Tinggal bagaimana memahami fenomena yg terjadi, dengan kerangka berpikir tersebut.
Dalam agama bumi
Sebaliknya jawaban agama bumi tentang penderitaan, mengambil sudut pandang yg berbeda.
Karena dia berangkat dari pergumulan untuk memberikan sebuah arti/jawaban spiritual atas kondisi fenomena alam & realita yg ada, maka dia harus konsisten menjawab fenomena penderitaan itu.
Kenapa si B kok menderita? Karena karmanya. Dia kan sering berbuat jahat, maka mengumpulkan karma buruk & sekarang dia menderita.
Kenapa si A yg baik kok menderita? Karena karma. Lho dia kan baik, ya itu karma dia di kehidupan yg sebelumnya.
Dst.
Intinya konsisten menjelaskan bahwa segala sesuatu yg terjadi adalah sebuah rantai hukum sebab-akibat.
-----------
Summary
Demikianlah kira-kira pengamatan & pemikiran TS tentang agama-agama yg ada di dunia ini. Setidaknya mereka dapat dibagi jadi dua golongan besar, agama dari langit & agama dari bumi (sekedar istilah).
Bagaimana menurut IFers sekalian? Pilih agama langit atau agama bumi?
Sumber referensi: Pemikiran TS sendiri Hari ini 11:11