Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebelumnya yg belum tahu bid'ah itu kenapa banyak dipakai dimasa modern, dapat melihat thread disini.
Umar Bin Khattab salah satu sahabat yg banyak menelurkan bid'ah yg sesuai dengan masanya. Maka dapat dipastikan masa depan akan banyak modifikasi, atau bid'ah yg terbaru karena masa demi masa terus berkembang, maka itjihad pun semakin berkembang dikalangan para ulama.
Pernyataan Menag yg menyerupakan azan dengan suara guguk, memang membawa polemik tersendiri. Mungkin dia khilaf, & memaafkan lebih mulia daripada dikit-dikit lapor. Karena, kalau oramg khilaf dilaporkan seperti kasus Ahok, maka akan banyak orang khilaf masuk penjara. Yang bayar makan mereka itu dipenjara siapa? Tentu negara! Darimana? Pajak rakyat, kalau rakyat sudah banyak dipenjara lalu yg bayar pajaknya siapa? Apakah akan cukup! Tidak, jelas akan ada ketimpangan ekonomi kedepannya. Terlebih saat ini banyak yg balas dendam, kenapa banyak ulama dilaporkan inilah efek kasus Ahok. Maka, kalau tidak diputus akan terjadi saling lapor yg tidak menguntungkan untuk hidup bernegara.
Kembali lagi dengan azan & bid'ahnya, sejarah azan dimulai dari ketika itu Rasulullah SAW & juga para Sahabatnya ketika sudah di Madinah setelah Hijrah, mereka mengerjakan musyawarah bagaimana cara mengumpulkan orang ke masjid untuk shalat, karena dimasa itu tidak ada jam & penentu waktu shalat, ini tentu jadi masalah karena tidak semua orang dimasa itu tahu akan waktu.
Maka ada beberapa usulan seperti menghidupkan api, lonceng, memukul kentongan (naqus), atau suara dari meniup buq (sejenis alat tiup terompet). Namun semua itu tidak disetujui Rasulullah, hingga Abdullah bin Zaid & Umar bin Khattab bermimpi tentang lafazh azan.
Maka lafazh itu diajarkan kepada Bilal, & dikumandangkan untuk mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Tujuannya, di gaungkan azan pun tercapai.
Hingga di masa sesudahnya azan yg dilakukan cuma suara dari muadzzin, dengan adanya teknologi baru dimasukkannya pengeras suara ke dalam azan supaya suaranya lebih terdengar ke wilayah yg jauh sekalipun. Tentu hal ini jadi polemik karena sebuah bid'ah, bahkan di Indonesia sajapun pengeras suara di masjid baru tumbuh sekitar tahun 1960-1964, & semakin marak ketika di tahun 1970an. Nah karena pengeras suara buatan perusahaan alat elektronik asal Jepang, bernama TOA yg masuk ke Indonesia pada 1960-an. Maka hingga sekarang apapun pengeras suaranya dinamakan TOA.
Lalu semakin tumbuh suburnya masjid di banyak wilayah khususnya kota-kota besar, bahkan jarak antara masjid, mushalla, langgar yg satu dengan yg lain berdekatan maka suara azan ini seperti perlombaan saling bersahutan. Maka hasilnya suara merdu dari lafazh azan tadi tidak dapat dinikmati, bahkan tujuannya azan untuk mengumpulkan orang untuk berbondong-bondong shalat tujuannya malah tidak terlaksana disaat ini.
Terlihat suara azan tidak menggugah umat muslim untuk shalat di masjid, para pekerja masih sibuk bekerja, mereka yg dijalan masa bodoh & cuek dengan panggilan yg digaungkan. Jadi, ini yg salah azannya atau umatnya?
Ketika zaman semakin modern, penggunaan pengeras suara untuk azan dinilai tidak terlalu efektif, maka penggunaan smartphone dapat mendukung azan digital secara otomatis, yg dapat di unduh gratis. Tentu ini bid'ah di masa digital, & tidak ada yg mempermasalahkan. Karena tujuan dari azan ini adalah pemberitahuan masuknya shalat fardhu.
Maka, dimasa yg akan datang tentu akan ada bid'ah yg baru untuk azan, entah itu robot azan, atau azan yg akan secara terkoneksi otomatis di setiap smart VR dimasa depan. Karena melihat dunia metaverse yg mulai berkembang bukan tak mungkin, telinga & mata manusia saat itu berada di dunia bukan di dunia nyata. Mereka banyak berinteraksi di dunia metaverse.
Ketika bid'ah-bid'ah yg dilakukan ternyata tidak tepat target karena banyak umat muslim yg tidak mensegerakan shalat, maka apa yg perlu di ubah?
Quote:
Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yg ditentukan waktunya atas orang-orang yg beriman. (QS An Nisa 103).
Ya Rasulullah, perbuatan apa yg paling disayangi Allah? Beliau pun menjawab, Sholat tepat pada waktunya.(HR. Bukhari)
Diri umat muslim itu sendiri, kesadarannya yg harus dibenahi. Percuma kalau suara azan yg lewat tidak mengetuk hati untuk shalat, percuma kalau disebut mayoritas kalau kewajiban utama sudah disepelekan.
Bid'ah azan, dipakai supaya banyak orang tahu akan waktu shalat & berbondong-bondong ke masjid, bukan ke pasar, ke diskotik atau ke tempat hiburan. Bukan juga untuk terus bekerja, berdagang & tidur.
Jadi, kuantitas mengalahkan kualitas tentu tidak baik bagi peradaban Islam, mudah disusupi oleh pemahaman yg salah karena tidak mengerti tujuan beragama itu untuk apa? Kalau beragama membawa kerusakan, maka orang itu sudah salah dalam menjalani tujuannya untuk beragama. Inti ajaran agama di dunia adalah Dharma (Dhamma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan jiwa & kesejahteraan hidup jasmani. Inilah falsafah dasar utama leluhur Indonesia terdahulu.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik, klik
Pic : google