yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
SOLO– Kemenangan Joko Widodo dalam putaran pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta membuat sejumlah tokoh berpindah haluan dalam dukungan politiknya.
Kemarin, dua tokoh yakni Adhiyaksa Dault dan Setiawan Djodi sowan ke Rumah Dinas Wali Kota Solo untuk menemui Joko Widodo (Jokowi).Mereka secara pribadi mendukung Jokowi dalam pilkada putaran kedua yang direncanakan 20 September nanti. Kendati bersifat pribadi, namun dukungan Adhiyaksa dan Setiawan Djodi berharga.
Saat ini,Adhiyaksa masih tercatat sebagai Ketua Tim Sukses pasangan Hendardji Soepandji- Ahmad Riza Patria. Sementara Djodi adalah musisi sekaligus pengusaha yang dikenal dekat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Posisi SBY saat ini juga penting karena menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Pada Pilkada DKI, Demokrat menjagokan pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) yang berdasar quick count hanya meraih sekitar 34% suara. Sedang Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) berhasil unggul dengan raihan sekitar 42% suara. Adhyaksa menyatakan,dukungannya kepada Jokowi di luar kelembagaan partai maupun embel-embel tim sukses cagub pesaing Jokowi-Ahok.
Dia juga meyakini, Jokowi tahu betul niatannya itu. “Ini sebagai sahabat saja,dan yang pasti beliau mengerti. Saya secara pribadi memang mendukung Pak Jokowi,” tandas mantan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga ini. Berdasarkan pengamatannya, Jokowi pantas memimpin Ibu Kota. Meski demikian, pernyataannya tersebut tidak lantas membuat pasangan cagub yang dia kawal mengalihkan dukungannya kepada Jokowi.
Menurut Adhyaksa Hendardji Soepandji-Reza Patria maju dari jalur independen. Pada pilkada, suara Hendardji- Reza paling buncit. Tak lama setelah Adhyaksa- Jokowi bertemu, Setiawan Djodi ikut meramaikan Loji Gandrung. Pengusaha asal Kota Solo yang juga dikenal sebagai musisi grup musik Kantata Takwa ini mengaku siap mendukung Jokowi memenangi Pilgub. “Yang terbaik ya Pak Jokowi, dan saya memilih beliau.
Meskipun Fauzi Bowo dan Jokowi memang sama-sama bagus,” katanya. Djodi pun tak mau ambil pusing tudingan orang terhadap dirinya ihwal dukungannya kepada Jokowi. “Ini negara demokrasi. Meski Partai Demokrat mengusung Foke, tapi boleh dong saya punya pilihan lain. Lagipula saya ini bukan anggota partai,”terang tokoh bernama lengkap KPH Salahuddin Setiawan Djodi Nur Hadiningrat itu.
Djodi meyakini Presiden SBY mengerti sikapnya itu. Lebih lanjut dikatakannya, dukungan terhadap Jokowi sebatas pengalamatan suara tanpa sokongan finansial. Dia bahkan mengajak simpatisan grub musiknya itu menggunakan hak suaranya dalam Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Jokowi mengaku mendapatkan semangat luar biasa atas dukungan dua tokoh nasional itu.Dia sebelumnya tak mengetahui keduanya bakal hadir untuk menyemangati.
“Beliau (Adhyaksa) mampir setelah acara di Yogyakarta. Didukung alhamdulillah bersyukur sekali,”katanya. Ketua Tim Sukses Jokowi- Ahok, Boy Bernardi Sadikin menuturkan,pihaknya berharap pada putaran kedua nantinya pun berlangsung lebih baik. Politisi asal PDIP ini menyadari pada putaran kedua ini eskalasi politik semakin meningkat.
Hal ini tentu saja membuat masyarakat Jakarta lebih mudah terpancing dengan adanya beragam isu dan opini publik. Untuk menyiasatinya,menurut Boy,semua personel tim sukses menekankan agar para relawan dan tim pemenangan di tingkat bawah untuk lebih rasional menanggapi semua isu yang berkembang.Terutama terhadap adanya isu berbau kampanye hitam.
Kubu Fauzi Bowo (Foke)- Nachrowi Ramli (Nara) juga siap menghadapi pertarungan putaran kedua pilkada yang dilangsungkan 20 September 2012. Pernyataan ini untuk menyangkal usulan sejumlah pihak agar calon nomor satu ini mundur menghadapi putaran kedua nanti. Budi Siswanto,Sekretaris Tim Sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menuturkan, keputusan resmi dari KPU DKI Jakarta tentang siapa pihak akan masuk di putaran kedua belum jelas.
Dari hasil penghitungan di tingkat KPU kabupaten/kota, pasangan nomor satu ini hanya menang di Kabupaten Kepulauan Seribu dan kalah di lima wilayah kota Jakarta. Kesempatan bertarung untuk mendapatkan pemilih lebih banyak masih terbuka. ”Apapun hasil dari penghitungan suara di putaran pertama, pihak kami terus melanjutkan perjuangan Pilkada DKI Jakarta di putaran kedua dengan konsisten,” ujar Budi kemarin.
Terkait adanya pihak-pihak tertentu yang mengatakan Foke-Nara akan mundur menghadapi putaran kedua, menurut Budi, permintaan itu tidak realistis. Sebab dalam UU No 29/2007 tentang DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia, kepala daerah dipilih rakyat. Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto menuturkan,menghadapi putaran kedua Pilkada DKI Jakarta ini, eskalasi politik cenderung makin memanas. Pertaruangan kandidat lebih mengarah head to head.
