yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Kepala Sekolah SMAN 6 Jakarta Kadarwati Mardiutama menyebutkan bahwa di sekitar wilayah Mahakam dan Bulungan terdapat tempat-tempat penyimpanan benda-benda tajam yang kerap digunakan oleh siswa dalam tawuran.
"Ada area sekitar Mahabulan (Mahakam-Bulungan) yang dijadikan tempat-tempat penyimpanan benda-benda tajam," ujar Kadarwati dalam rapat dengan Komisi X DPR, Rabu, 26 September 2012.
"Kalau itu dilakukan oleh anak-anak kami rasanya tidak sepenuhnya dari mereka. Mari kita bersama melihat siapa yang menjadi pemicu mereka melakukan tawuran," lanjut Kadarwati.
Selain itu, Kadarwati mengungkapkan kerap kali ada siswa yang mengaku dari siswa SMAN 6, padahal bukan. "Saat berkunjung ke RSPP dan Muhammadiyah, ada siswa yang saya tanya siswa mana, dia jawab kelas 1G, padahal di SMAN 6 tidak ada kelas 1G," ungkap dia.
Kadarwati mengaku telah meminta Dinas Pertamanan dan pihak terkait agar mengubah fungsi taman bulungan jadi ruang terbuka. "Agar tidak dipakai tempat untuk nongkrong," tegas dia.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 70 Jakarta, Saksono Liliek Susanto.
Ia meminta agar lapak-lapak yang berjualan di sekitar Bulungan ditertibkan. Lapak-lapak tersebut disinyalir menjadi tempat penyimpanan senjata tajam yang digunakan saat tawuran. "Ada juga benda-benda disimpan di mobil-mobil. Tidak mungkin benda-benda itu bisa masuk ke sekolah kami."
Ia juga mengatakan bahwa tawuran di Bulungan tidak selalu dilakukan oleh siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta.
"Tawuran di Bulungan itu menjadi tren, padahal kadang yang melakukan tawuran bukan siswa SMAN 6 dan SMAN 70."
Pada 24 September lalu, sejumlah siswa SMAN 70 menyerang siswa SMAN 6 Jakarta. Dalam insiden ini, satu siswa tewas dengan luka tusuk. Kepolisian sudah menetapkan seorang siswa SMAN 70, FR, sebagai tersangka.