• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ada Kelemahan, "Hacker" Bisa Intip Pesan WhatsApp

AD5356QU

IndoForum Beginner C
No. Urut
281096
Sejak
27 Mei 2013
Pesan
794
Nilai reaksi
9
Poin
18
zSCLd.jpg
WhatsApp adalah layanin pesan instan terbesar di dunia yang memiliki jumlah pengguna lebih besar dibanding Twitter dan menangani pengiriman 27 miliar pesan setiap hari. Pesan-pesan itu dienkripsi untuk meningkatkan keamanan.

Namun, enkripsi tersebut ternyata masih meninggalkan sebuah celah besar, seperti yang ditemukan oleh Thijs Alkemade, seorang mahasiswa ilmu komputer Universitas Utrecht di Belanda.

Sebagaimana dilansir oleh ArsTechnica, Alkemade mengungkapkan bahwa WhatsApp ternyata memakai kunci enkripsi yang sama untuk pesan masuk dan keluar di seluruh percakapan. Akibatnya, seorang peretas bukan hanya bisa "menguping" pembicaraan, tetapi juga menukar, menghapus, atau mengembalikan pesan pengguna.

Penemuannya itu dituangkan dalam sebuah publikasi blog. Alkemade berkesimpulan bahwa siapa pun yang bisa mencegat percakapan di WhatsApp seharusnya juga mampu membongkar enkripsi dengan sedikit usaha.

Pihak Whatsapp meresposn dengan mengatakan bahwa laporan Alkemade tersebut terlalu dibesar-besarkan. "Cerita bloger itu (Alkemade) lebih bersifat teoritis. Tidak benar pula bahwa semua percakapan (di WhatsApp) keamanannya tak terjamin," ujar CEO WhatsApp Jan Koum.

Akan tetapi, sejumlah pakar keamanan lain telah mempelajari temuan Alkemade dan menyatakan pendapat senada.

"Ini adalah kelemahan besar yang cara mengeksploitasinya diketahui banyak orang," tulis Thomas Ptacek, konsultan sekuriti dan cryptographer dari Matasano Securities, dalam sebuah diskusi di Twitter. "Si penyerang tak perlu menempatkan diri di tengah (pengirim dan penerima) untuk mencegat pesan-pesan."

Lalu, bagaimana mengatasinya? Alkemade mengatakan bahwa WhatsApp bisa menutup celah keamanan tersebut dengan berpindah memakai protokol keamanan bernama Transport Layer Security yang keandalannya telah teruji dan banyak dipakai di internet.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.