• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Ada 'Eks Tim Sukses Jokowi' Bermain di Busway Karatan?

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
96
Poin
48
eBqC.jpg

Bimo putranto
Proyek pembelian bus Transjakarta senilai Rp 1,5 triliun oleh pemerintah Jakarta diduga bermasalah. Mengutip laporan Majalah Tempo edisi Senin, 10 Maret 2014, kawan separtai Gubernur Joko Widodo dari Solo disinyalir turut bermain.

Persoalan proyek ini meledak awal Februari lalu, ketika ditemukan banyak kerusakan pada sebagian dari 90 bus baru yang diparkir di Unit Pengelola Transjakarta di Cawang, Jakarta Timur. Baru sehari diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur Jokowi pada 15 Januari, beberapa bus mogok.

Dari 30 bus gandeng yang diluncurkan itu, 12 diantaranya tak bisa jalan esok harinya.
Pengelola Transjakarta menemukan macam-macam kerusakan. Yang “ringan” adalah pintu sulit dibuka dan penyejuk udara sering mati.

Masalah yang berat: mesin sering terlalu panas dan pada bagian-bagian penting karatan. Letak unit kontrol elektronik yang merupakan bagian dari sistem kelistrikan pun hanya 30 sentimeter dari permukaan tanah--terlalu dekat dengan jalan yang sering banjir.

Dua hari kemudian, pada 12 Februari, Udar Pristono dicopot dari jabatan Kepala Dinas Perhubungan, yang didudukinya sejak Juni 2010--pada pemerintahan Fauzi Bowo. Kini, dia “diangkat” menjadi anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan.

Di tengah kisruh ini, muncul nama Michael Bimo Putranto. Dia dua kali terlibat dalam tim sukses Jokowi yang berpasangan dengan F.X. Hadi Rudyatmo pada pemilihan Wali Kota Solo, pada 2005 dan 2010.

Sejumlah narasumber Tempo menyebutkan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Solo periode 2004-2009 ini ditengarai bermain di antara pejabat Dinas Perhubungan dan rekanan proyek bus.

Kepala Unit Pengelola Transjakarta Pargaulan Butar Butar menyatakan pertama kali melihat Bimo ketika menghadiri presentasi pengusaha yang menawarkan teknologi layar interaktif untuk bus di kantor Dinas Perhubungan, tahun lalu. Pargaulan bertanya kepada rekan-rekannya tentang Bimo. “Dijawab: Bimo adalah ‘orangnya Pak Jokowi’,” ujarnya.

Dikonfirmasi tentang dugaan keterkaitannya dengan pengadaan bus Transjakarta, Bimo mengatakan tak tahu-menahu dunia transportasi. Dia berujar sehari-hari berbisnis pasir dan hotel di Solo. “Saya ngumpulin pasir,” katanya, akhir Februari lalu.

Adapun Jokowi tak menampik disebutkan kenal dengan Bimo. “Ya, kenal-lah,” katanya kepada Tempo, Selasa dua pekan lalu. Tapi ia tak mau menjelaskan detail kedekatannya dengan Bimo.


Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Dradjat Adhyaksha, sedang menyelidiki ada-tidaknya aparat yang "bermain" dalam pengadaan bus Transjakarta baru yang bermasalah. "Sekarang kami coba teliti itu bener-bener," kata Dradjat, Rabu, 12 Februari 2014.

Dia mengaku sudah memperingatkan jajaran Dinas Perhubungan untuk memproses pengadaan bus sesuai prosedur. "Kalau dari awal ada yang kurang ajar, ada yang bermain di belakang, gua doain enggak selamat tujuh turunan."

Adapun sewaktu masih menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono pernah mengatakan hal senada mengenai foto-foto kecacatan komponen bus yang beredar di media. Dia menyatakan foto yang didapat dari pengecekan bus itu sebenarnya akan dikirim kepada agen tunggal pemegang merek (ATPM) Ankai, PT San Abadi, yang mendapat proyek pengadaan bus Transjakarta, tapi telanjur beredar di media massa sebagai foto bus cacat.

"Foto yang kalian punya itu memang seperti yang ada di Dishub, persis. Saya sudah serahkan kepada Pak Indra (Direktur PT San Abadi). Artinya sedang dalam proses perbaikan. Ternyata keluar di media," kata Pristono.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.