Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Salah satu tokoh mitologi dalam dunia perhantuan yg gambarannya bikin orang tidak merasa takut, karena bentuknya menyerupai bayi mungil namun menjengkelkan.
Sosok itu dinamakan tuyul, kalau di Malaysia namanya toyol lalu dituduh suka mencuri uang. Tentunya semua orang sudah mengerti semua apa yg dinamakan dengan tuyul. Bahkan di dunia film & sinetron tabiat ini cukup kuat jadi tokoh utama.
Namun seperti biasa kita akan bahas menurut sudut pandang yg berbeda. Kalau membicarakan tuyul, sebagai mahluk mitologi, ternyata kisahnya tidak ada di berbagai macam naskah antik nusantara.
Mahluk ini ternyata baru lahir di zaman 19, ketika itu antropolog Clifford Geertz mengerjakan penelitian di Mojokuto (Pare), Jawa Timur pada 1952-1954.
Untuk lengkapnya saya kutip pernyataan yg dibuat buku olehnya,
Quote:
"Tuyulmenyerupai anak-anak ini, cuma mereka bukan manusia tetapi anak-anak makhluk halus. Mereka tidak mengganggu, menakut-nakuti atau menciptakan orang sakit; sebaliknya mereka sangat disenangi oleh manusia karena menciptakannya jadi kaya,"katanya kepada GeertzdalamAbangan, Santri, Priayi dalam Masyarakat Jawa.
Kala itu, menurut Geertz, warga Mojokuto meyakini ada tiga orang yg memilikituyul: seorang jagal, perempuan pedagang tekstil, & seorang haji. Mereka mendapatkannya setelah mengunjungi sisa-sisa candi Hindu seperti Borobudur, Penataran, & Bongkeng serta makam Sunan Giri. Di tempat ini mereka menciptakan perjanjian: kalau makhluk di situ memberikantuyul, mereka akan mempersembahkan korban manusia setiap tahun, baik keluarga atau teman.
Sumber kutipan https://historia.id/politik/articles...ri-fulus-DwRnz
Menariknya tuyul ini tidak pernah dibahas oleh masyarakat Indonesia sebelum 1929, walau pernah disinggung oleh seoeang akademisi Belanda W.J. Drewes dalam "Verboden rijkdom: Een bijdrage tot de kennis van het voolksgeloof op Java en Madoera.
Sekitar tahun 1860, dimana sumber tersebut adalah S.E. Harthoorn, "De zending op Java en meer bepaald die van Malang,"dalamMadedelingen van het Nederlandsch Zendelingen Genootschaphingga 1995 ada 2 buku yg memiliki catatan tentang mahluk mitologi yg serupa dengan tuyul, namun namanya berbeda bukan tuyul tetapi "gundul",
Jadi masyarakat tradisional mengenal si gundul dengan karakteristik mirip dengan tuyul, namun gundul itu hilang pamornya di tahun 1930-an & 1940-an.
Dan sedikit informasi bahwa tuyul diketahui oleh masyarakat asia tenggara dengan nama berbeda-beda, toyol di Malaysia, tiyanak di Filiphina, cohen kroh di Kamboja, koman-tong & koman-lay di Thailand.
Dan namanya yg mirip dengan penggunaan bahasa melayu adalah Korea Selatan yaitu "do yeol". Kenapa nama dari Korea dapat nyangkut di Indonesia?
Kemungkinan akbar di tahun 1930-an ada peristiwa akbar yaitu Krisis malaise ataugreat depression, sebuah krisis dunia yg menciptakan Hindia Belanda terdampak. Yang diketahui dengan nama Black Tuesday, yaitu anjloknya bursa saham New York Wall Street pada Oktober 1929.
Otomatis hal itu menciptakan seluruh dunia pun terpukul, begitu juga dengan Hindia Belanda sebagai penghasil komoditi tebu, kopi, karet, teh, & tembakau. Tentu saja banyak phk, & tidak adanya lowongan kerja untuk masyarakat jadi petani. Dengan krisis hebat ini mahluk mitologi si gundul mulai naik pamor namun berganti nama jadi tuyul kenapa?
Di tahun 1940an, ada peristiwa akbar dimana toko orang Jepang dianggap sebagai mata-mata di Hindia Belanda. Semua tak lepas dari Restorasi Meiji di Jepang ketika mereka awalnya menutup diri dari pengaruh asing kini membuka diri, & sukses akhirnya Jepang berhasil mengikuti jejak Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Jerman, & Rusia, sebagai negara industri.
Namun sebagai bentuk negara imperialis harus mempunyai tanah jajahan & Korea salah satu negara yg dikuasai oleh Jepang. Menurut catatan Jepang menjajah Korea dari dari tahun 1910 hingga tahun 1945.
Kemungkinan akbar pedagang Jepang yg jadi mata-mata Jepang di Hindia Belanda itu ada juga yg kampungnya di Korea, di tengah krisis akbar itu si gundul yg dibicarakan mirip dengan mahluk di kampung mereka "do yeol".
Karena lidah orang lokal di Hindia Belanda tak fasih maka terciptalah nama tuyul, ini sedikit otak atik gatuk versi guru tempat ane semedi. Setidaknya penjabaran nama tuyul itu jadi masuk akal.
Namun di zaman modern sekarang ini tuyul kalah bersaing dengan koruptor yg sekali gasak dapat hingga milyar & triliunan, sehingga dipenjara pun senyum puas penuh arti. Karena tahu ia keluar penjara kekayaannya akan terus bertambah. Maka pamor tuyul saat ini hilang, karena semua orang berlomba harap mendapatkan jabatan supaya dapat jadi koruptor dari kelas pinggiran hingga kelas kakap.
Apa tanggapanmu dengan hal ini juragan?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik, klik, klik, klik, klik
Pic : google