Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Spoiler for google:
Nah udeh deng penjelasan dari ts, sekarang waktunya berdiskusi, nyok kasih opini kalian untuk trid saya kali ini ya!!!
Links nya
Links
Links
Kemarin 20:27
link gambar
wellcome to my trid
@delia.adel
Sebuah prinsip belajar itu; "semakin sering mengulang ilmu yg kita terima, maka daya ingat semakin kokoh untuk menyimpan apa yg sudah di pelajari, yg mana begitu sangat efektif, bahkan hingga lanjut usianya pun, ilmu tersebut masih tersimpan dengan rapih.
Well untuk kali ini aye mau bikin trid yg membahas tentang "INNER CHILD" hehehe ....
Kalian pernah gak sih mendengar istilah tersebut? Mungkin ada dari beberapa IFers yg pasti nya sudah paham bukan? But untuk itulah aye bikin trid ini & mencoba berdiskusi tentang istilah tersebut.
Quote:
Menurut sepengetahuan aku, sedari membaca banyak bacaan, Inner Child ialah sosok kekanak-kanakan yg terpaut & masih melekat di bagian sisi kedewasaan diri kita, sebuah memori masa kecil, yg tidak pernah hilang & bahkan sering jadi seperti bayangan yg terus-menerus saja hadir, membentuk kenangan buruk, hingga membentuk sebuah karakteristik. Yang mana sudut pandang, perasaan, tingkah laku, sangat berpengaruh begitu besarnya kepada kehidupannya tersebut.
Quote:
Inner child juga berdampak, menciptakan luka yg mana kerap kali muncul pada orang dewasa, di antaranya adalah:
1. Marah yg berlebihan.
Tidak dapat mengontrol amarah, bahkan terkadang tidak stabil, yg mana muncul tidak terduga, atau terpicu oleh seseorang, timbul & tenggelam begitu saja.
2. Membenci diri sendiri.
Ada bagian traumatis, yg menciptakan diri jadi tidak lagi menyukai sosoknya. Hal tersebut karena ada kenangan buruk yg menghantuinya setiap waktu.
3. Merasa rendah & tidak percaya diri.
Karena banyaknya trauma yg dirasakan pada masa lalu, maka pada akhirnya kehilangan rasa percaya diri perlahan-lahan sirna, jadi sosok yg sering merasa tidak berguna & juga sial selama hidupnya.
4. Gangguan kecemasan.
Ketika menghadapi masalah, sering saja di rundung kecemasan, yg mana menciptakan dirinya tidak dapat melihat solusi untuk mengatasinya. Apalagi menghadapi sesuatu yg baru.
5. Selalu mencurigai orang lain.
Tidak pernah mempercayai orang lain. Selalu saja timbul rasa curiga, hingga menciptakan hidupnya tidak akan pernah tenang, pada akhirnya.
6. Di hantui rasa bersalah.
Trauma yg dihadapi nya menjadikan diri jadi sosok yg tidak pernah dapat berbuat apa-apa. Merasa bersalah dari waktu ke waktu. Walaupun pada dasarnya tidak semua yg dilakukannya tersebut sering salah.
7. Sulit menciptakan keputusan.
Selalu bimbang dalam menentukan keputusan. Bahkan tidak akan pernah dapat menentukan mana yg semestinya di jalankan ataupun tidak.
8. Sulit mempertahankan hubungan.
Karena rasa cemas, kebimbangan yg sering menyertainya juga rasa curiga yg sering hadir. Maka pada akhirnya tidak akan pernah dapat mempertahankan sebuah hubungan. Bahkan sering saja bertengkar bahkan ketika hubungan sedang baik-baik saja.
9. Bersifat perfeksionis & kompetitif.
Rasa harap sering unggul dari pada orang lainnya, namun tidak membutuhkan kemenangan secara jelas & pasti. Karena beberapa faktor yg menciptakan dirinya tidak dapat memenangkannya.
10. Malu mengekspresikan diri sendiri.
Dah akibat yg buruk menurut aku, adalah ketika seorang inner child tersebut tidak dapat mengekspresikan dirinya. Karena merasa kurang & tidak percaya diri. Sehingga untuk maju ke depannya, terasa sangat kesulitan.
Lalu apakah penyebab dari inner child tersebut?
1. Kehilangan orang yg kita sayangi.
2. Mendapatkan tindakan kekerasan, seperti di bully ataupun pelecehan seksual.
3. Trauma karena bencana alam.
4. Tekanan hidup yg berat. Seperti mendapatkan penyakit yg sulit di sembuhkan dalam waktu yg sangat lama.
5. Berada di sekitar wilayah zona x. Yang mana di tempati oleh gerombolan pemabuk, pecandu, perampok & lain sebagainya.
Quote:
Lalu bagaimana caranya untuk berdamai dengan inner child tersebut? Ada beberapa cara, yaitu;
1. Kenali apa yg jadi penyebabnya.
2. Tidak menghakimi diri sendiri. Selalu menerima baik & buruknya diri, tanpa menghakimi.
3. Menumpahkan segala masalah dengan menulis, berkonsultasi dengan sosok yg bijak & dapat memotivasi.
4. Lakukan hal-hal yg dapat menciptakan diri memahami bahwasanya ada jiwa kanak-kanak yg harus di sayangi.
5. Lakukan hal-hal yg menciptakan diri kita merasakan, bahwasanya ada sesuatu yg dapat untuk di banggakan.
6. Meyakini diri bahwasanya dapat lebih kuat, menghadapi setiap masalah di dalam perjalanan hidup ini.
7. Berdamai dengan masa lalu. Dengan mengatakan bahwasanya semuanya sudah berlalu & hal tersebut bukanlah kesalahan dirimu seutuhnya. Tapi memang sudah takdirnya.
8. Tidak sungkan untuk meminta bantuan dari seseorang yg profesional, untuk mengatasi masalah yg di hadapi.
Quote:
wellcome to my trid
@delia.adel
Sebuah prinsip belajar itu; "semakin sering mengulang ilmu yg kita terima, maka daya ingat semakin kokoh untuk menyimpan apa yg sudah di pelajari, yg mana begitu sangat efektif, bahkan hingga lanjut usianya pun, ilmu tersebut masih tersimpan dengan rapih.
Well untuk kali ini aye mau bikin trid yg membahas tentang "INNER CHILD" hehehe ....
Kalian pernah gak sih mendengar istilah tersebut? Mungkin ada dari beberapa IFers yg pasti nya sudah paham bukan? But untuk itulah aye bikin trid ini & mencoba berdiskusi tentang istilah tersebut.
Quote:
Menurut sepengetahuan aku, sedari membaca banyak bacaan, Inner Child ialah sosok kekanak-kanakan yg terpaut & masih melekat di bagian sisi kedewasaan diri kita, sebuah memori masa kecil, yg tidak pernah hilang & bahkan sering jadi seperti bayangan yg terus-menerus saja hadir, membentuk kenangan buruk, hingga membentuk sebuah karakteristik. Yang mana sudut pandang, perasaan, tingkah laku, sangat berpengaruh begitu besarnya kepada kehidupannya tersebut.
Quote:
Inner child juga berdampak, menciptakan luka yg mana kerap kali muncul pada orang dewasa, di antaranya adalah:
1. Marah yg berlebihan.
Tidak dapat mengontrol amarah, bahkan terkadang tidak stabil, yg mana muncul tidak terduga, atau terpicu oleh seseorang, timbul & tenggelam begitu saja.
2. Membenci diri sendiri.
Ada bagian traumatis, yg menciptakan diri jadi tidak lagi menyukai sosoknya. Hal tersebut karena ada kenangan buruk yg menghantuinya setiap waktu.
3. Merasa rendah & tidak percaya diri.
Karena banyaknya trauma yg dirasakan pada masa lalu, maka pada akhirnya kehilangan rasa percaya diri perlahan-lahan sirna, jadi sosok yg sering merasa tidak berguna & juga sial selama hidupnya.
4. Gangguan kecemasan.
Ketika menghadapi masalah, sering saja di rundung kecemasan, yg mana menciptakan dirinya tidak dapat melihat solusi untuk mengatasinya. Apalagi menghadapi sesuatu yg baru.
5. Selalu mencurigai orang lain.
Tidak pernah mempercayai orang lain. Selalu saja timbul rasa curiga, hingga menciptakan hidupnya tidak akan pernah tenang, pada akhirnya.
6. Di hantui rasa bersalah.
Trauma yg dihadapi nya menjadikan diri jadi sosok yg tidak pernah dapat berbuat apa-apa. Merasa bersalah dari waktu ke waktu. Walaupun pada dasarnya tidak semua yg dilakukannya tersebut sering salah.
7. Sulit menciptakan keputusan.
Selalu bimbang dalam menentukan keputusan. Bahkan tidak akan pernah dapat menentukan mana yg semestinya di jalankan ataupun tidak.
8. Sulit mempertahankan hubungan.
Karena rasa cemas, kebimbangan yg sering menyertainya juga rasa curiga yg sering hadir. Maka pada akhirnya tidak akan pernah dapat mempertahankan sebuah hubungan. Bahkan sering saja bertengkar bahkan ketika hubungan sedang baik-baik saja.
9. Bersifat perfeksionis & kompetitif.
Rasa harap sering unggul dari pada orang lainnya, namun tidak membutuhkan kemenangan secara jelas & pasti. Karena beberapa faktor yg menciptakan dirinya tidak dapat memenangkannya.
10. Malu mengekspresikan diri sendiri.
Dah akibat yg buruk menurut aku, adalah ketika seorang inner child tersebut tidak dapat mengekspresikan dirinya. Karena merasa kurang & tidak percaya diri. Sehingga untuk maju ke depannya, terasa sangat kesulitan.
Lalu apakah penyebab dari inner child tersebut?
1. Kehilangan orang yg kita sayangi.
2. Mendapatkan tindakan kekerasan, seperti di bully ataupun pelecehan seksual.
3. Trauma karena bencana alam.
4. Tekanan hidup yg berat. Seperti mendapatkan penyakit yg sulit di sembuhkan dalam waktu yg sangat lama.
5. Berada di sekitar wilayah zona x. Yang mana di tempati oleh gerombolan pemabuk, pecandu, perampok & lain sebagainya.
Quote:
Lalu bagaimana caranya untuk berdamai dengan inner child tersebut? Ada beberapa cara, yaitu;
1. Kenali apa yg jadi penyebabnya.
2. Tidak menghakimi diri sendiri. Selalu menerima baik & buruknya diri, tanpa menghakimi.
3. Menumpahkan segala masalah dengan menulis, berkonsultasi dengan sosok yg bijak & dapat memotivasi.
4. Lakukan hal-hal yg dapat menciptakan diri memahami bahwasanya ada jiwa kanak-kanak yg harus di sayangi.
5. Lakukan hal-hal yg menciptakan diri kita merasakan, bahwasanya ada sesuatu yg dapat untuk di banggakan.
6. Meyakini diri bahwasanya dapat lebih kuat, menghadapi setiap masalah di dalam perjalanan hidup ini.
7. Berdamai dengan masa lalu. Dengan mengatakan bahwasanya semuanya sudah berlalu & hal tersebut bukanlah kesalahan dirimu seutuhnya. Tapi memang sudah takdirnya.
8. Tidak sungkan untuk meminta bantuan dari seseorang yg profesional, untuk mengatasi masalah yg di hadapi.
Quote:
Nah udeh deng penjelasan dari ts, sekarang waktunya berdiskusi, nyok kasih opini kalian untuk trid saya kali ini ya!!!
Links nya
Links
Links
Kemarin 20:27