roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Rabu, 5 November 2008 | 00:01 WIB
BANDA ACEH, RABU - Keinginan Pemerintah Provinsi Aceh untuk mendirikan perusahaan penerbangan akhirnya terwujud Selasa (4/11), dengan meluncurkan dan memperkenalkan logo AirAceh kepada masyarakat luas oleh Wakil Gubernur Muhammad Nazar. "Alhamdulillah. Setelah menunggu 16 bulan, hari ini logo maskapai AirAceh resmi kami luncurkan dan diperkenalkan ke publik," kata Muhammad Nazar, dalam acara di Anjong Mon Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh.
AirAceh merupakan maskapai penerbangan patungan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PPDA) dan Able Sky, perusahaan transportasi udara berbasis di Malaysia. Komposisi kepemilikan saham di maskapai ini terdiri atas 51 persen milik Pemerintah Provinsi Aceh dan 49 persen milik Able Sky.
"Untuk tahap awal, AirAceh hanya melayani rute penerbangan Banda Aceh-Medan. Dalam jangka panjang, direncanakan pula ke Batam, Jakarta hingga Malaysia. Pemerintah Aceh juga berharap, AirAceh bisa membuka jalur baru hingga ke India dan ke beberapa negara lain," kata Nazar.
Direktur Able Sky, Haja Shareef, mengatakan jika tidak ada kendala teknis, pertengahan bulan ini maskapai AirAceh akan menjajal penerbangan perdana, dengan rute Banda Aceh-Medan. Pesawat yang digunakan baru satu unit yakni pesawat berbadan sedang ATP 42-500 buatan British Aerospace, Inggris. Satu unit lainnya akan didatangkan dalam waktu dekat.
BANDA ACEH, RABU - Keinginan Pemerintah Provinsi Aceh untuk mendirikan perusahaan penerbangan akhirnya terwujud Selasa (4/11), dengan meluncurkan dan memperkenalkan logo AirAceh kepada masyarakat luas oleh Wakil Gubernur Muhammad Nazar. "Alhamdulillah. Setelah menunggu 16 bulan, hari ini logo maskapai AirAceh resmi kami luncurkan dan diperkenalkan ke publik," kata Muhammad Nazar, dalam acara di Anjong Mon Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh.
AirAceh merupakan maskapai penerbangan patungan Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PPDA) dan Able Sky, perusahaan transportasi udara berbasis di Malaysia. Komposisi kepemilikan saham di maskapai ini terdiri atas 51 persen milik Pemerintah Provinsi Aceh dan 49 persen milik Able Sky.
"Untuk tahap awal, AirAceh hanya melayani rute penerbangan Banda Aceh-Medan. Dalam jangka panjang, direncanakan pula ke Batam, Jakarta hingga Malaysia. Pemerintah Aceh juga berharap, AirAceh bisa membuka jalur baru hingga ke India dan ke beberapa negara lain," kata Nazar.
Direktur Able Sky, Haja Shareef, mengatakan jika tidak ada kendala teknis, pertengahan bulan ini maskapai AirAceh akan menjajal penerbangan perdana, dengan rute Banda Aceh-Medan. Pesawat yang digunakan baru satu unit yakni pesawat berbadan sedang ATP 42-500 buatan British Aerospace, Inggris. Satu unit lainnya akan didatangkan dalam waktu dekat.