• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Aa Dijebak... Tolong Telepon Polisi

hendladi

IndoForum Beginner D
No. Urut
113568
Sejak
15 Jan 2011
Pesan
685
Nilai reaksi
2
Poin
18
1144286p.gif


JAKARTA, KOMPAS.com - Fifik Hidayat (35), manajer investasi di sebuah perusahaan saham/jasa keuangan PT Fresh Equity, hingga Selasa (15/2/2011) belum diketahui nasibnya. Diduga Fifik menjadi korban penculikan.

Lima hari lalu Fifik sempat mengirim pesan kepada istrinya bahwa dirinya dijebak dan berada di mobil boks Toyota Kijang warna hitam.

Fifik Hidayat tidak diketahui keberadaannya sejak Kamis (10/2/2011). Warga Cluster AlamAnda, Blok W20, Desa Karang Satria RT 10 RW 01, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, itu sempat berpamitan kepada istrinya sesaat sebelum kejadian.

"Sekitar pukul 21.00, suami telepon saya, ngasih tahu bahwa dia mau pulang. Tapi, dia mau ketemu calon nasabah dulu di daerah Pulogadung. Dia bilang ada yang mau masuk (investasi) emas Rp 500 juta," tutur Indri (35), istri korban kepada Warta Kota, kemarin.

Sekitar 10 menit setelah hubungan telepon itu putus, Indri mendapat kiriman multimedia messaging service (MMS) dari telepon seluler suaminya. Karena GPRS-nya tidak aktif, Indri menanyakan apa maksud pesan tersebut.

Indri terkejut saat sekitar pukul 21.48, dia mendapat balasan pesan singkat dari telepon seluler suaminya itu. "Aa dijebak.. Aa ada di mobil box kijang hitam Nopol... gak tahu mau dibawa kemana. Tolong tlp polisi.." begitu bunyi pesan singkat tersebut.

Sejak saat itu, Indri tak bisa lagi berkomunikasi dengan suaminya. Berulang kali dihubungi, telepon genggam ayah satu anak itu tak aktif lagi. Indri mengaku sudah mendatangi Polsek Pulogadung, Kamis (10/2/2011) malam itu juga. Oleh petugas di sana, dia disarankan melapor ke Polrestro Bekasi karena kejadian tersebut belum sampai 24 jam.

Oleh petugas Polrestro Bekasi, Indri disarankan melaporkan ke Polrestro Jakarta Timur karena peristiwa diketahui terjadi di Pulogadung. Belum sempat melapor ke Polrestro Jakarta Timur, Indri disarankan oleh kerabatnya untuk melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya, Minggu (13/2/2011).

Hingga kemarin, Fifik yang alumnus Jurusan Ekonomi Manajemen, Universitas Pakuan, Bogor, itu belum diketahui keberadaannya. Dia diduga menjadi korban penculikan bersama sepeda motor Bajaj Pulsar 135 warna merah bernomor polisi B 3264 FAF yang dikendarainya.

Indri yang juga alumnus Universitas Pakuan, Bogor, itu meyakini suaminya jadi korban penculikan. Dia merasa, selama ini tidak pernah terjadi perselisihan dalam rumah tangganya. Suaminya juga tak pernah mengeluh tengah punya masalah dalam pekerjaannya.

Bukan hanya jalur hukum yang ditempuhnya. Dia juga mengaku sudah menghubungi `orang pintar' untuk mengetahui keberadaan suaminya, namun hingga kini belum ada hasil. Orang pintar dimaksud, hanya memberitahu bahwa suaminya disekap di sebuah gudang, dan kemungkinan baru akan pulang Sabtu-Minggu. Pasangan muda ini dikaruniai anak satu, yaitu Rafael (6).

Masih dicari

Kepala Satuan Reskrim Polrestro Bekasi Kompol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, istri korban sempat melaporkan kasus itu ke Polrestro Bekasi. "Setelah kami analisa laporan istri korban, peristiwanya terjadi di wilayah Pulogadung. Karena itu, kami sarankan korban untuk melapor ke Polrestro Jakarta Timur," ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan, polisi sudah menerima laporan kasus itu. "Masih dilakukan pencarian atas kehilangan yang diduga kasus penculikan tersebut. Kita berkoordinasi dengan Polres Bekasi," ujarnya.

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, kasus penculikan secara global di dunia memiliki dua motif utama, yakni politik dan ekonomi. "Jika dilihat korban merupakan pekerja di bidang ekonomi, maka hipotesa awal bahwa kasus ini terkait motif ekonomi bisa dimunculkan," ujarnya.
 
karena belum 24 jam.. disuruh lapor sana mari..
kalo belum 24 jam trus kenapa-napa tuh korban gimana coba??
 
ya gini kalau orang biasa yang lapor. gak serius polisinya. Moga bisa pulang selamat .
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.