• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

A life time

angelfromthehell

IndoForum Newbie F
No. Urut
59748
Sejak
22 Des 2008
Pesan
14
Nilai reaksi
0
Poin
1
Hidup harapan dan perjuangan adalah motto terbaik yang bisa di harapkan dimasa masa seperti ini,kehidupan kosong yang tidak berpeluang hanya akan menambah beban kehidupan semua orang dikota besar ini.By the way namaku Nina,aku bekerja sambil kuliah di kota yang amat sangat ramai sekali. Memang sudah menjadi ritualku untuk selalu berlari pagi dihari minggu ,satu satunya hari yang kosong untuk seorang sibuk di kota besar ini.setiap hari senin hingga sabtu aku menghabiskan waktu ku hanya untuk kuliah dan bekerja . hidup ku dipenuhi tanggung jawab untuk selalu menghidupi keluarga ku . Ayah ku meninggal sejak aku berumur 10 tahun,ibu ku membuka usaha kecil kecilan dengan membuka kafe di dekat rumah.Well aku memiliki 2 adik yang masih kecil dan lucu Ryan dan Gita,mereka tidak pernah akur satu sama lain tetapi mereka selalu berbagi jika ada kesulitan satu sama lainnya. keluarga ku memang sedikit aneh.
Senin pagi,kuhirup udara yang menyentakkan hati untuk memulai aktivitas ku.kuliah dan bekerja,ku jalankan hari hari ku dengan hati yang berat dan tidak terasa nyaman,kehidupanku dimulai.Ku hentakkan kaki ku ke lantai kayu untuk membangunkan kedua adikku yang tidur di lantai bawah . Dengan berat aku berjalan menuju kamar mandi,berpakaian rapih dan siap untuk berangkat. Sebelum bekerja aku harus mengantar kedua adikku ke sekolah mereka , Well hidupku amat sangat berat dan sangat melelahkan.Ku perhatikan saat kedua adikku sedang berkelahi memperebutkan selai kacang,Gita menarik baju Ryan dan Ryan menarik rambut kuncir kuda Gita,pemandangan ini selalu terjadi disetiap pagi yang sibuk seperti ini,”STOP Gita ! sampai kapan kau akan menarik baju kakakmu?hingga robek?apa kau mau membelikannya yang baru?”tukas ku dengan nada naik satu oktaf lebih tinggi.
“dia yang mulai aku takkan pernah melepaskan bajunya jika dia tidak melepaskan selai kacang itu”jawabnya dengan suara parau.
“Ini bukan mainan baru adik adik ku”seru ku dan langsung mengambil biang dari perkelahian mereka hari ini .”Selai kacang,Mmmm manis sekali.tidak adakah yang lebih baik untuk dijadikan bahan rebutan?”Tanya ku sinis dan berjalan menuju meja mengambil kunci mobil,melihat kedua adikku yang pasti akan memulai perkelahiannya lagi aku berjalan cepat menghabiskan susu ku dan menghentakkan kaki dengan keras. “KAMI SUDAH SIAP KAK.”teriak mereka serentak dan menyusulku yang sudah duduk di bangku pengemudi.
Suasana sangat kurang menyenangkan dipagi hari karna aku harus selalu mengurus kedua adikku yang manis nan lucu nan bandel ini mungkin suatu saat aku akan mengurus mereka bersama dengan ibu,itu impianku tapi ibu tidak mungkin sempat mengurus mereka karna apapun yang terjadi ibu harus selalu berangkat pagi untuk membuka kafe yang” mungkin” akan dipenuhi para remaja yang baru keluar dari rumah mereka untuk sarapan.”Kak apa kau akan membawa kami jalan jalan hari ini?”tukas Ryan yang membuat lamunan ku hilang.
“tidak mungkin,aku akan membawa kalian kesekolah itu sudah pasti”jawab ku cepat.
“tapi kami tidak sekolah disini kak.bukankah ini sekolah mu?”
“What??”
“sepertinya kita akan libur sekolah Gita apa kau senang?ku dengar hari ini kakak jadwal kuliahnya siang,pasti kita akan dibawa ke Maid Doors Gita.”
“tidak ada libur dan tidak ada Maid Doors . tetap sekolah dan tetap belajar”
“hei jangan bercanda , kau tidak tahukan ini jam berapa?ini sudah jam 06.45 tidak mungkin kita kembali dalam kurun waktu 15 menit kak”
“good,baru kelas 2 SMP sudah berani melawan ya ! aku akan membawamu pulang.”
“what??its terrible.sebaiknya kau harus membawa kami ke Maid Doors,membiarkan kami meminum secangkir teh dengan hidangan choco banana yang hangat dan lezat”.
“kak itu tidak adil kalau karna kesalahanmu kami harus merasakan hal seharusnya tidak kami dapatkan,diam dirumah dan berkelahi.tidakkah kau berpikir untuk meminta maaf dengan membawa kami berjalan jalan ??”pinta Gita dengan wajah yang sangat memohon.
“tidak Gita .”
“please please ! please kak”seru mereka bersamaan.aku menarik nafas dalam dalam,terasa menyakitkan melihat kedua adikku yang tidak pernah akur mengadakan genjatan senjata hanya untuk menghancurkan pendirianku.
“Well,hanya hari ini dan tidak akan lagi , UNDERSTAND?”tukasku tajam dan menyerah.
“yes,Mam”.mereka terlihat senang.hati ku juga merasakan hal yang sama senang akhirnya mereka akur tetapi tetap saja aku tidak bisa tersenyum.berat rasanya untuk merenggangkan rahang hanya untuk menunjukan rasa senang dan tersenyum.
“welcome to Maid Doors”kata Cindy dengan penuh senyum yang merekah di wajahnya .well dia temanku,aku mengenalnya sejak SMA dan sampai sekarang kami selalu bersama meskipun beda kampus. sebenarnya aku ingin seperti dia,badannya yang mungil memberikan kesan yang licah dan bersemangat,dengan senyuman ia selalu membawa suasana senang di kafe mungil ini.By the way Maid Doors adalah kafe yang unik dengan berbagai theme kostum dan juga pelayannya hanya wanita . Kafe ini adalah rumah kedua ku . mungkin jika aku merasa terpuruk karna sesuatu aku selalu disini untuk menyendiri.
“Hello Nina ?? apa kau tidak mau masuk??”sentak cindy membuatku terkejut.
“well,dari tadi pagi ia selalu begitu kak.sampai sampai kami pun libur sekolah”balas Ryan langsung menuju meja dan sudah siap memesan makanan dan minuman
“oh.kau pasti akan lebih terkejut kalau mendengar tema kostum kita,sebaiknya kau masuk dan aku akan melayani para kurcaci itu.”.Cindy berjalan menuju tempat duduk adik adikku dengan lincah nya dia.
Aku mengeluarkan surat yang berisikan tema kostum hari ini dari locker ku. What?? White black ?? cool aku menyukainya sangat menyukainya.aku mulai membuka locker baju ku , ku kenakan rok hitam selutut,dan kemeja putih dengan mengenakan rompi hitam.ku ikatkan bandana hitam pada rambut ikal coklat ku,serta tak lupa untuk memakai kaos kaki berkerut warna hitam putih sesuai tema ,ku kenakan flatshoes hitam dan mengambil daftar pesanan,menaruhnya di kantong yang terdapat pada ikat pinggangku.Aku siap bekerja.
Kling~~ bunyi lonceng yang menandakan ada tamu. “Well bisakah kau mulai melayaninya?aku lumayan sibuk dengan pesanan kurcaci kecilmu.”pinta Cindy dengan senyuman yang termanis.aku menghembuskan nafas dalam dalam dan mengangguk sekali.
“Welcome to the Maid Doors,ada yang bisa saya bantu?”ku lancarkan kata kata pertamaku untuk hari ini tanpa melihat sang pemesan.
“Saya mau memesan sesuatu”kata orang itu dengan mengetuk ngetukkan jemarinya.
“ya?anda mau pesan apa?”
“senyumanmu”
“apah ?”aku tersentak dan mulai memperhatikan pemesan yang well memesan sesuatu yang aneh .
“hei,Nina lupakah kau padaku?”tukasnya dan mulai membuka topi yang menutupi wajahnya.”sejak kapan kau melayani tamu dengan muka cemberut seperti itu?kau bisa dipecat Nina?”
well aku memang benar benar lupa pada orang ini,aku sama sekali tidak mengingatnya.Oh Tuhan siapa dia apa dia pernah dekat dengan ku ? siapa dia? Kelihatannya dia dulu sangat dekat denganku ? aku melontarkan pertanyaan pertanyaan bodoh itu pada diriku sendiri.aku terdiam dan terus mengingat dan berpikir.”Nina kau baik baik saja?siapa dia”sentak Cindy membuatku kaget.aku menggelengkan kepala ku memberi tanda bahwa aku tidak tahu,mungkin lupa tepatnya.
“kau benar benar melupakan ku pooh??”jawabnya memelas.
pooh? Itu panggilanku semasa kecil dulu.kepala ku berputar cepat dan mengingat masa lalu yang sangat indah bersama teman masa kecil ku,seorang laki laki yang bertubuh kecil dengan segala logat jawanya yang sedemikian kentalnya.teman ku satu satunya , temanku berbagi kesenangan,kesedihan,dan juga temanku berbagi kasih sayang.tetapi berbeda dengan ituh dihadapanku terdapat pria gagah nan tampan,kulit putih dengan tubuh tegap dan memancarkan senyum dengan kedua lesung pipit yang menggemaskan.Ryo.aku ingat lesung pipit itu,yang menggemaskan hanya milik Ryo.aku tersentak mundur.”ada apa?”Tanya Cindy panic membuyarkan lamunanku.
 
susah bacanya
banyak banget
tapi ceritanya sih bagus
 
“Ryo??”tanyaku gugup menjatuhkan daftar pesanan.
“Ryo?? Ryo siapa?? Katakan yang jelas NIna”
“kau Ryo kan ??”
“Ya.aku pulang Nina.apa kabar?”jawab Ryo sambil tersenyum ramah.
“oh ya aku baik baik saja , kau bisa pergi sekarang cindy,aku akan baik baik saja tak usah khawatirkan aku.”
“baik.kalau butuh sesuatu panggil aku.”Cindy memberikan daftar pesanan yang terjatuh pada ku, kemudian tersenyum ramah pada ryo dan berbalik menuju tamu yang lain.
“well kau mau pesan apa”suara ku terdengar sangat datar tampak acuh.
“aku sudah memesan tadi”katanya mengingatkan.
“apa?kau belum memesan.belum tertulis disini.”
“well aku meminta senyumanmu.”
“bisakah kau serius untuk kali ini? Aku sedang kerja”tukasku tajam dan galak.
“Ice Lemon tea ”
“ada lagi?” aku menunggu lumayan lama sampai ia menggelengkan kepalanya.
“tunggu sebentar ya” seruku dan langsung berbalik menuju dapur menghantar kan pesanan yang lainnya juga.
Banyak sekali yang ingin ku ceritakan padanya .tapi tidak untuk sekarang,tidak untuk dimasa sulit seperti ini.hidupku kelam semenjak dia beranjak pindah meninggalka nusantara.sepi,tidak punya teman,sampai akhirnya dia kembali sekarang,aku berharap ada secercah kehidupan yang indah dibalik kedatangannya itu.”hei antar pesanan itu ke teman mu Nina”tuntut Cindy membuyarkan lamunanku
“siapa?”
“ryo .. ryo kan namanya?”
“bisa kau saja yang menghantarkannya?aku lebih senang mengurus kedua kurcaci ku yang lucu lucu”
“Well kalau itu mau mu? Lebih baik orang asing daripada kurcaci..jangan berharap untuk tukaran tugas lagi”tukas Cindy cepat dan meninggalkan ku.
kuputar cepat bola mataku melihat nampan yang berisikan 2 milkshake coklat dengan roti bakar selai coklat dan nanas beserta choco banana hangat yang membuat perut ku sedikit mual. Oh My God jin apa yang tengah merasuki kedua adikku,mereka seperti anak hilang yang tidak diberi makan untuk kurun waktu seminggu ini.
Aku menarik nafas dalam dalam,ku hembuskan keras keras mengambil nampan yang berisikan cemilan kedua adikku,aku tersentak kaget melihat kedua adikku dimejanya,bukan kedua lagi kurasa karna Ryo sudah berada disana ,akrab mungkin sangat akrab lebih tepat dikatakan seperti itu.Ku langkahkan kaki ku meski berat ini tuntutan pekerjaanku.
“tersenyumlah Nina dia sungguh lucu”kata Cindy sambil tersenyum dan menyambar nampan dari tangan ku.”jangan lupa bernafas sayang”tawanya mulai meledak disampingku.wow aku memang lupa untuk bernafas kenapa mereka begitu akrab kenapa hanya aku yang merasakan beban yang aku juga tidak mengerti beban apa itu.aku berlari menuju locker menganti pakaian dan menghampiri kedua adikku dimeja mereka.
“ayo pulang”tuntuku menarik tangan Gita,”ryan gita ayo pulang”
“tidak kami masih mau disini,dia bilang kami akan ditraktir bermain setelah ini”
“siapa pun engkau walau ku tau kau teman ku sejak kecil .kau tidak berhak membuat adik adik ku menjadi anak pemalas.Ayo pulang atau aku akan meninggalkanmu”
Ryo hanya terdiam saja dan dia membisikan sesuatu pada Gita sehingga mereka menurut padaku untuk pulang.well semua sudah berakhir hari ini aku akan membawa mereka pulang sekarang. Kuharap masalah ku kali ini selesai.Masalah?sebenarnya tidak ada masalah dengan hari ini,Ryo pulang. bagian diriku sudah pulang dan akan bersama ku sekarang,apa itu masalah?dia akrab dengan adikku apa itu masalah?atau justru aku yang bermasalah.dengan konsentrasi penuh kujalankan mobil menuju rumah,berharap aku bias tenang untuk sementara.”apa kau akan diam terus?kami bosan kak”raung Ryan mengeluh.
“well apa yang mau kalian lakukan ? aku harus kuliah dan kembali ke Maid Doors nanti”
“kami ingin bermain dengan kakak yang tadi . bisakah kau mengantar ku kembali?”
“tidak sekarang ”
“kenapa? Apa itu musuh mu? Atau mantan pacar mu?”
“tidak ada musuh ataupun mantan pacar dia teman kecil ku itu saja.sudahlah aku bilang tidak sekarang,mungkin besok aku akan membawa mu jalan jalan ”
“kau bohong kau selalu sibuk”
“untuk siapa aku sibuk?”
“untuk apa kami berdiam dirumah dan memulai perkelahian yang kata mu itu tidak perlu?”
“kalian terlalu.hari ini dikamar dan menagislah sepuasnya”bentakku dan memakirkan mobil tepat di depan rumah.ku alihkan pandangan ku ke kafe kecil disebelah rumahku,seperti biasa sepi sekali.
“kau gila kak.kau sakit”bentak Ryan membanting pintu mobil dan berlari masuk rumah diikuti Gita.
 
Rupanya masih ada lanjutannya ya....
pesannya apa nih?
 
iya qo keliatan na critana lumz selese
tapi crita ttng ce yang ktmu ma co tmn lamana keren cuuiiii...
 
Ya aku gila,aku benar benar sakit.dengan kaki beratku aku melangkah masuk well suara ini,aku mendengar suara nenek ku didalam.Hancur hari ku,Nenek ku paling tidak menyukai Gita karna well Gita adalah anak angkat ibu ku jadi ya dia kurang menyukainya.”halo Nina”sapa nya.
“helo but sorry nek aku harus melakukan tugas ku untuk kuliah aku permisi dulu”aku naik ke atas mengambil tasku.Saat aku turun kudengar tangisan Gita dikamar.Ku buka pintu perlahan dan melihat adikku yang malang sedang menangis tersedu di balik kain jendela.Ku tutup pintu kamarnya,ku ulurkan tanganku memegang bahunya,ini memang berat baginya selama kurang lebih 12 tahun dia selalu mendapat perlakuan yang tidak adil dari Nenek ku.Tepatnya dari keluarga ayahku.Gita menutupi kemejaku dengan kain jendela sehingga dia tidak merusak kemejaku dengan air matanya.
“kak,aku salah apa? Apa memang aku harus dibenci?aku mau hidup enak kak?”katanya lirih
“sudah sayang jangan menangis lagi.”ku usap kepalanya agar ia menjadi tenang
“aku berharap ini takkan lama, ternyata tidak.”
“ini tidak akan lama sayang sudah lah.”aku ingin memasang senyuman diwajahku untuk memberikan semangat pada Gita . Tapi percuma aku tetap tidak bisa tersenyum untuknya.
“bisakah aku berangkat sekarang?”
“pergilah nanti kau terlambat.jangan melamun kak”
“aku akan berusaha pulang lebih cepat untukmu sayang”janjiku.Gita menganggukkan kepalanya.Dengan cepat aku keluar dari kamarnya,ku lihat diruang keluarga sudah sepi.Sepertinya Nenek ku sudah pulang . “aku pergi Mom !”teriakku pada ibu yang ada di dapur.
“usahakan pulanglah lebih cepat,ada yang ingin dibicarakan di keluarga ini.”
“iya”jawab ku cepat dan langsung naik kemobil menuju universitasku.
Aku memarkirkan mobilku didepan mobil merah Nisa,mungkin bisa dibilang Temanku.aku mengambil buku buku ku dari tas dan segera berlari menuju kelas.dengan terburu buru aku berlari menuju kelasku,mungkin sudah terlambat pikirku.”hei Nina”sapa Nisa,yang sedang berjalan sedikit berlari menuju ke tempat ku berdiri.aku menunggunya sebentar melontarkan senyum basa basi.
“bagaimana harimu ?”
“biasa saja tak ada yang special.well itu menurutku”
“owh,tetapi tahukah kau?aku baru jadian kemarin”
“oh”jawab ku singkat tak acuh
“oh?hanya itu? Kau tidak mau tahu dengan siapa?”
“alwin?ya kan?”
“bagaimana kau tahu?”
“dari sahabat mu Nisa.ayo cepat kita bisa terlambat.”jawab ku cepat dan mulai berlari menuju ke kelas.dikuti Nisa dibelakangku.
 
hahha asli bner" cape da..!!!

:D :D :D

tpi gpp bsa buat baca" jdi ada kerjaan..!! :D :D
 
Well ini sudah mulai sore perutku sudah mulai berteriak teringat belum ada makanan apapun yang masuk ke perut ku semenjak tadi siang.Aku melesat cepat menuju kantin dan Well sudah ada mereka disana,Teman atau entah lah bisa disebut apa.Dimeja paling ujung sudah terlihat dan terdengar suara yang keras dari Nisa,Sisil,uli,Minar,Edi(dia perempuan loh),dan ada juga beberapa lelaki pasangan mereka.Dengan langkah berat aku menuju kantin menaruh tasku dimeja itu dan memesan makanan lalu duduk kembali bersama yang lain.
“hei Nina”sapa sisil ramah.aku hanya menjawabnya dengan senyuman basa basi ku saja yang merupakan hasil eksperimen ku beberapa minggu ini.
“sudah dengar kabar?”
“apa?”
“katanya ada anak baru namanya Tyo sudah tau?”sahut uli terlihat bersemangat,aku cepat cepat menghabiskan makananku dan langsung pergi menghindari sesuatu yang amat memuakan selama 6 bulan terakhir ini.aku muak.Ku selesaikan makanan ku dan langsung beranjak dari tempat duduk ku.
“hei Nina mau kemana?”Tanya uli,yah ku baca ekspresinya kurasa dia hanya sok peduli pada ku. Aku mau mencari Ridho,dia seniorku tapi dia kini sudah menjadi sahabatku setelah Ryo yah setelah Ryo. Aku menggelengkan kepala lalu langsung meninggalkan tempat itu.Sesuai dugaanku setelah aku pergi mereka pasti akan merencanakan sesuatu.atau lebih tepatnya membuka pembicaraan yang sebenarnya mereka ingin bicarakan tanpa ada aku.aku selalu menjadi masalah bagi perkumpulan itu.kehidupan ku memang kehidupan yang memang sepi.benar benar sepi.Aku mulai mencari seniorku sedikit belari kecil mempercepat langkah ku,karna teringat janjiku pada Ibu dirumah.Sampai akhirnya UKS yah ruang FULL AC dan si pemalas itu pasti ada disini.Ridho adalah senior terbaikku yang bisa diajak bercanda mesti aku jarang tersenyum dan melepaskan semua beban ku tentu saja,wajahnya amat tampan,dia sangat terkenal dikampus ku karna keahliannya bermain basket dan karna kekayaan kedua orang tuanya .Banyak wanita yang mengantri untuk menjadi pacarnya,well tapi dia sudah punya pacar namanya Diana.Well ku buka pintu UKS dan terdengar suara ridho yang bagaikan beledu merdunya.tetapi diselingi dengan sura yang kukenal.dengan cepat aku melangkah ke ruangan dan benar itu suara Ryo.Ryo dan Ridho apa yang mereka lakukan ? apa mereka saling mengenal?well ku harap dia tidak membicarakan ku ataupun mengusik sesuatu tentang aku.
“Hai Nina sampai kapan kau mau berdiri disitu?Kenalkan ini Ryo dia teman bermain Basket ku sewaktu SMA di ausie”seru Ridho penuh semangat dan itu membuatku kaget.
“aku sudah mengenalnya,dia teman masa kecil ku.”
“dan kau tidak mau menjabat tangan teman masa kecilmu ini? Apa kau akan terus diam disitu bagai patung es?kemarilah tak perlu sungkan.”
“aku hanya ingin membicarakan sesuatu denganmu,tapi tidak sekarang.aku pulang saja ”tukasku tajam dan menunjukkan sikap yang kecewa karna ada Ryo disana.
“well aku akan mengantarmu”
“tidak perlu aku bawa mobil.untuk sementara jangan telepon aku .sampaikan salam ku pada Diana dan Lutfie.”aku membalikkan badan dan keluar dari universitas menuju lapangan parkir.
Tak perduli apa yang akan dipikirkan Ryo tetapi aku merasa sungkan bila ada dia disitu,seperti gelisah tepatnya.Well aku membuka pintu mobil dan mulai berfikir bagaimana cara menyingkirkan mobil nisa yang berada tepat di depan mobil ku.Ku perhatikan mobil itu dan ternyata dia ada didalam sedang mengerumpi dengan sisil dan uli.well mereka bertiga memang selalu bersama setiap saat.aku mulai menyalakan mesin mobilku,akhirnya aku mengklakson mobil nisa yang ada di depanku.Tapi,aku diacuhkan well akhirnya ku bunyikan mesin mobilku bagaikan raungan yang menyedihkan dan mengklakson lebih kecang lagi.Syukurlah akhirnya Nisa berbaik hati untuk memundurkan mobilnya untuk membiarkan aku lewat.
Aku memarkirkan mobil didepan rumah memastikan semua beres lalu langsung masuk kekamar untuk memiliki sedikit privasi.Aku mandi,menganti baju dan menggunakan piama.Ibu memanggil ku untuk makan malam.aku langsung turun dan tak lupa juga aku harus menjemput adik adikku yang sedang berkelahi pastinya di kamar mereka. Semua menikmati makan malam dengan hati yang menyenangan. Aku melihat ibuku yang kurang bersemangat malam ini.padahal makan malam lah satu satunya kegiatan yang bisa mengumpulkan kami semua dalam satu meja ini. Selesai memakan makanan penutup aku teingat dengan ‘sesuatu’ yang ibu ingin bicarakan.
“well,aku sudah selesi apa yang ingin ibu bicarakan?”Tanya ku.
“bicara?”tanyanya kembali dengan wajah yang gugup
“ya bicara? Tadi sore ibu ingin bicara ssuatukan?”nada bicaraku mengingatkan
“oh well sepertinya ibu ingin membicarakan masalah nenek”.Aku terdiam dan pandangan ku langsung memandang Gita,dan perfect muka Gita langsung masam dan dia duduk dengan formal.”nenek ingin tinggal disini.Bagaimanapun ini rumah anaknya,bagaimana?”
“NO…aku tidak mau aku tidak mau”teriak gita sambil berteriak dan langsung berlari menuju kamarnya.
“well aku terserah ibu saja bagaimanapun mungkin dengan adanya nenek disini pasti akan terjadi ketidak adilan yang well benar benar terlihat.”aku beranjak menuju kamar Gita,aku tahu ibu pasti bingung.tapi aku selalu mendukung apapun keputusannya.
Aku membuka pintu kamar Gita seperti biasa dia terisak dikamarnya dan well seperti biasa pula aku menenangkan nya dan berjanji menemaninya terus selama nenek berada disini.tetapi isak tangisnya makin kencang karna dia takut jika ia pulang sekolah pasti Ryan akan meninggalkannya sendiri dan bermain dengan nenek.aku merasakan sesuatu yang sama dengannya,aku pun merasakan ketidak adilan disekolahku dengan teman teman ku.Setelah Gita tertidur aku menghampiri ibu yang sedang duduk dimeja makan.aku memeluknya dan mengucapkan selamat malam.aku naik ketempat tidurku dan berdoa agar aku langsung terlelap dan tidak memikirkan semua bebanku malam ini.Hari ini banyak sekali kejadian yang kurang menyenangkan bisa dibilang amat sangat tidak menyenangkan.Pertama aku melamun sehingga Adik adikku tidak sekolah,lalu Ryo muncul tiba tiba,sekolahku seperti biasa membosankan,lalu yang terakhir nenek mau tinggal disini.Aku bingung dan aku selalu berharap andai Ayah ada bersamaku disini,membantuku dan menemaniku.Tak terasa perutku terasa ditusuk beberapa jarum tajam,Sakit.aku susah aku bingung dan aku kesepian.Aku bangun dari tempat tidurku dan duduk diberanda kamar ku.Kata Ayah setiap aku merindukan seseorang tataplah bintang dan sampaikan salammu padanya.dan orang itu pasti akan merasakan salam yang kau sampaikan,dan permohonanmu terwujud,PERCayaLAH.kata kata itu selalu membuatku tenang dengan hati ingin menangis ku tatap bintang dan menyampaikan salam ku pada Ayah.”Aku rindu padamu Dad,Rindu sekali”ucapku dengan suaraku yang pelan dan sedikit terisak ,aku mulai menangis dan aku tahu itu akan membuatku tenang.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.