• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita 9 Pasar Tradisional Rawan Daging Glonggongan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
SOLO-Selama Ramadan, tim gabungan yang terdiri dari sejumlah dinas di Pemkot Solo dan Polresta Solo, memprioritaskan pengawsan peredaran daging glonggongan di sembilan pasar tradisional di Kota Solo.

Sembilan pasar tersebut yaitu Pasar Nusukan, Pasar Legi, Pasar Harjodaksino, Pasar Ledoksari, Pasar Rejosari, Pasar Sidodadi Kleco, Pasar Kadipolo, Pasar Jongke dan Pasar Gading. Tim gabungan terdiri unsur Dinas Pertanian (Dispertan), Satpol Pamong Praja (PP), Dinas Pengelolaan Pasar (DPP), Dinas Kesehatan Kota (DKK), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) serta Polresta Solo.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dispertan Solo, Weni Ekayanti, saat ditemui Solopos.com, Senin (9/7/2012), di kantornya. Menurut dia operasi yustisi pengawasan peredaran daging sudah rutin dilakukan setiap bulan.
Sasarannya 25 pasar tradisional di Kota Bengawan yang menjual produk daging. Dari 25 pasar itu, sembilan diantaranya paling rawan terjadi peredaran daging tidak aman sehat utuh dan halal (ASUH).

Weni mengungkapkan daging tak ASUH yang paling sering ditemui di pasaran adalah daging semi basah dan basah. Dua jenis daging tersebut diduga kuat merupakan hasil glonggongan. Selain daging glonggongan, ada beberapa jenis daging tak ASUH lain seperti daging yang dicampur daging babi dan daging ayam mati kemarin (Tiren). “Daging glonggongan berasal dari Boyolali dan Karanganyar seperti Ampel, Kebakramat dan Kalioso,” katanya.

Selama ini bila ditemukan daging tak ASUH, tim operasi menyita dan membawanya ke Kantor Dispertan. Proses selanjutnya meniriskan daging basah tersebut. Bila tidak bisa ditiriskan maka daging dimusnahkan di Rumah Potong Hewan (RPH) Dispertan.

Sedangkan pedagang yang menjual daging tidak ASUH diproses sesuai hukum oleh pihak kepolisian. “Makanya polisi kami libatkan dalam pengawasan ini,” imbuh dia. Weni mengimbau masyarakat sebagai konsumen harus selektif memilih daging.
KC2dR.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.