Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
sumber ilustrasi
Kenangan masa kecil menghadapi bulan Ramadhan, memang tak dapat ane lupakan. Dari yg syahdu hingga menggelikan. Apalagi bagi ane yg saat itu tinggal di kampung, maka hiruk-pikuk itu semakin terasa, meski ane menghadapinya dengan cara sederhana. Lalu, apa saja sih kebiasaan ane saat itu?
sumber ilustrasi
1. Seperti biasa menjelang Ramadhan, anak-anak mulai ramai dengan beragam aktivitas. Salah satunya marpangir atau mandi beramai-ramai di sungai supaya tubuh bersih & wangi. Diakhiri makan bersama sebagai pertanda bahwa 30 hari ke depan tak ada lagi makan siang.
Tentu saja ada bahan marpangir yg perlu dipersiapkan, dari kembang beragam, daun pandan, jeruk purut hingga kelapa parut. Uniknya, kelapa parut yg dipakai bukanlah berasal dari kelapa segar, melainkan dari kelapa yg mulai membusuk.
Ane bingung, apa gunanya marpangir dengan kelapa busuk? Wangi tidak, bau busuk iya. Atau mungkinkah kelapa busuk lebih berminyak? Sekarang ane mencoba menyimpulkan sendiri hakekat mengpakai kelapa busuk adalah supaya anak-anak tak mengerjakan hal mubasir. Benar nggak?
2. Bagi anak-anak yg sudah esde, ada undang-undang tak tertulis bahwa tak boleh lagi berpuasa setengah hari kalau tak harap diejek teman sepantaran. Minimal puasa bagi anak kelas 1 adalah 5 hari. Anak kelas 2 berpuasa 10 hari. Anak kelas 3 berpuasa 15 hari. Anak kelas 4 berpuasa 20 hari. Anak kelas 5 berpuasa 25 hari. Terakhir anak kelas 6 mestilah berpuasa 30 hari. Akan jadi aneh bila ada siswa SMP yg berpuasa kurang dari sebulan (khusus untuk anak laki-laki).
sumber ilustrasi
3. Apa hal yg paling menggoda ketika melaksanakan puasa? Jawabannya tentu saja air alias dahaga. Rata-rata anak-anak kampung menghindari rasa dahaga tersebut dengan mandi sungai selepas pukul 1 siang. Tujuannya pasti dapat ditebak supaya dapat berendam lama-lama. Tapi ane tak tahu apakah ada di antara teman ane ada yg menyelam sambil minum air.
sumber ilustrasi
4. Salah satu yg menciptakan cemas saat berpuasa adalah batal. Apabila kami melihat atau mengaromai makanan enak, kami seketika langsung meludah hingga air ludah kering. Kami takut liur yg keluar asbab ngiler dapat menyebabkan batal puasa. Hehe, dasar cara berpikir anak-anak.
sumber ilustrasi
5. Jangan mengatakan kalau urusan dapur & masak-memasak cuma milik perempuan Pengecualian saat Ramadhan, anak laki-laki pun betah di dapur. Biasanya selepas ashar, kami akan ngedem di sana. Tujuannya selain bantu ngerecokin, kami juga harap mengaromai uap masakan. Berkali-kali membuka-tutup panci hingga membuka-tutup tudung saji. Apakah dengan begitu kami akan kenyang? Tambah lapar sih iya. Kami sering berharap dapat dijadikan relawan tester makanan. Tapi itu hak prerogatif emak-emak. Jika kami dijadikan relawan tester, kebayang kan jadinya? Masakan yg dicoba dapat lebih dari satu sendok.
sumber ilustrasi
6. Masih berhubungan dengan masak-memasak, anak-anak semakin betah mendekam di dapur menjelang lebaran. Biasanya para emak mulai sibuk mengurusi panganan dari kacang tojin hingga dodol. Saat itu kami juga sibuk menciptakan panganan ciptaan sendiri meski berulang kali dirutuki emak.
sumber ilustrasi
7. Kami juga mulai bersih-bersih menjelang lebaran. Mulai dari membersihkan rumput, kaca jendela, juga perabotan rumah lainnya. Artinya hampir seluruh anak-anak kampung bergotong-royong supaya rumahnya juga ikut lebaran.
sumber ilustrasi
8. Oh, ya ane hampir lupa. Umumnya masing-masing daerah memiliki masakan khas yg cuma muncul saat Ramadhan. Tak terkecuali di kampung ane di Mandailing. Mungkin bagi orang di luar Sumatera Utara masakan ini cuma diketahui sebagai bahan baku furniture. Tapi bagi kami dia jadi masakan khas berbuka puasa.
Kuliner ini adalah pucuk rotan yg dibakar hingga gosong. Lalu bagian yg dikonsumsi adalah isinya yg putih & bertekstur lembut. Biasanya dicampur dengan sambal semacam lalapan, atau dapat juga digabung dengan gulai ikan mas.
Rasanya sih sedikit pahit, tetapi sangat menggugah selera. Kuliner ini disebut pakkat. Selain berguna untuk menggugah selera, panganan ini juga diklaim dapat menyembuhkan masuk harap. Pharap ngicip-ngicip nggak?
sumber ilustrasi
9. Malam menjelang lebaran, setelah membeli perlengkapan sandang, tibalah masa bahagia diwujudkan dengan takbiran. Segala kendaraan bermotor pun mengular memenuhi jalanan. Ane pasti akan berada di antara jejalan massa. Selain diwujudkan dengan bertakbir menumpang kendaraan bermotor, ada pula beberapa kampung yg mengerjakan pawai obor alias takbir memperpakai obor.
Kiranya cukup sekian yg ane dapat ceritakan tentang masa kecil ane saat menghadapai Ramadhan. Ah, jadi kangen masa kecil. Bagaimana dengan kamu?
Sumber : opini pribadi
Hari ini 22:29