roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
Jumat, 7 November 2008 | 08:43 WIB
BLITAR — Dua maling bebek tewas dihakimi warga Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, yang sudah geram atas hilangnya puluhan hewan ternak beberapa bulan terakhir. Kedua maling apes itu adalah Wasis (25), warga Desa Bacem, Kecamatan Ponggok, dan Edi Waluyo (27), warga Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Penghakiman massa itu bermula ketika warga berjaga-jaga di Desa Candirejo, Kamis (6/10) dini hari. Kejengkelan mereka sudah di ubun-ubun karena banyak warga kehilangan hewan ternak, mulai dari bebek, ayam, hingga kambing. Di antara yang disanggong itu adalah rumah Murtaji dan Sugianto yang sebelumnya pernah digarong.
Dari informasi yang dihimpun sekitar pukul 02.00, Wasis dan Edi berboncengan naik motor RX King untuk mencuri bebek di rumah Sugianto. Tentu saja aksi mereka dipergoki warga. Namun, kedua maling itu bisa kabur.
Warga tidak menyerah. Mereka yakin Edi dan Wasis pasti kembali karena sebelumnya gagal. “Warga sudah curiga, mereka akan kembali mencuri,” ujar Suyono (30), salah satu warga.
Benar juga, kedua pemuda itu nekat kembali, tetapi ke sasaran yang berbeda 30 menit kemudian. Kali ini mereka mengincar rumah Murtaji. Mereka berhasil menggondol sembilan ekor bebek yang langsung dikarungi. Warga yang sudah menyanggong, langsung mengepung mereka.
Kali ini Wasis dan Edi gagal kabur. Tak pelak, mereka menjadi sasaran empuk kemarahan warga. Tak hanya bogem mentah, tongkat kayu pun menghajar tubuh mereka. “Warga memukul beramai-ramai, ada yang pakai tangan kosong, ada juga yang pakai kayu,” ungkap Suyono.
Tanpa bisa melawan, Edi dan Wasis tumbang. Luka mereka di sekujur tubuh, terutama kepala. Nyawa mereka tidak tertolong ketika dibawa polisi ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.
Kapolsek Ponggok AKP Agus Fauzi kepada wartawan mengatakan, kedua korban adalah residivis. Bahkan, Wasis sudah empat kali dipenjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor. “Selama ini aksi mereka memang meresahkan warga karena mencuri ternak yang menjadi sumber nafkah warga desa,” kata Agus.
Agus menambahkan, berdasarkan keterangan saksi, pencurian terjadi hampir tiap minggu. Yang hilang antara lain ayam, bebek, dan kambing yang menjadi sumber penghasilan tambahan warga di samping bertani. Dalam kasus ini polisi menyita Yamaha RX King, sembilan ekor itik, dan beberapa batang kayu yang digunakan untuk menghabisi korban.
Ditanya soal proses hukum terhadap warga yang brutal itu, Agus mengaku masih meminta keterangan delapan warga sebagai saksi. “Sedang kita selidiki, belum ada tersangka sampai sekarang,” tandasnya.
Masih menurut Agung, keluarga korban sudah menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum. “Namun, kami tetap mengusut agar tidak terulang aksi brutal semacam ini,” imbuhnya.
Edi dan Wasis dimakamkan sore kemarin di desa masing-masing dengan pengawalan ketat polisi. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan balas dendam keluarga korban.
Secara terpisah, Camat Ponggok mengaku, aksi brutal warganya bukan yang pertama kali. Enam bulan lalu juga pernah terjadi aksi serupa. “Kami akan lakukan pendekatan. Meskipun maling, tidak berarti bisa dihakimi sendiri, apalagi sampai tewas,” katanya. ais