Satubet111
IndoForum Newbie E
- No. Urut
- 282752
- Sejak
- 14 Mar 2014
- Pesan
- 54
- Nilai reaksi
- 0
- Poin
- 6
SEBUAH seminar di Bangkok yang dilangsungkan pada Kamis (20/3) mengungkapkan, wanita dan anak-anak melaporkan pelecehan seksual atau mengupayakan konseling dengan jumlah kasus 87 setiap harinya tahun lalu. Kebanyakan pelaku kejahatan itu adalah orang yang dekat dengan korban.
Seorang anak dan seorang perempuan jadi korban pelecehan seksual setiap 15 menit sekali, papar Suphensri Phuengkhoksoong, pejabat senior dari Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia.
Menurut pejabat tersebut, jumlah kasus pelecehan seksual sepanjang tahun lalu adalah 31.866, walaupun tidak semua dilaporkan ke pusat tadi.
Suphensri mengatakan, 261 orang mendapat konseling dari 358 kasus yang diajukan pusat tadi karena alasan hukum, sosial atau psikiatris.
Para terduga pelaku kejahatan itu sebagian besar adalah orang berpendidikan, dan lambannya proses hukum atau celah hukum menunda kasus-kasus sementara kurangnya danang korporasi mempersulit upaya menyeret tersangka “yang mengincar kolega-kolega perempuan di tempat kerja” ke pengadilan.
Dalam banyak kasus, polisi menolak menerima pengakuan korban, karena alasan instabilitas politik, dan mekanisme korporasi untuk melindungi pekerja kantor perempuan nyaris tak ada.
Seorang pejabat senior dari Yayasan Gerakan Kemajuan Wanita dan Pria, Jaree Srisawas, mengatakan 169 kejahatan seks terhadap pria dilaporkan di lima koran berbahasa Thailand tahun lalu, sementara 51 persen melibatkan pemerkosaan.
Sebanyak 223 kejahatan seks lainnya dilaporkan koran-koran termasuk pelecehan, percobaan pemerkosaan dan pemerkosaan gadis di bawah umur, dengan 29 orang dibunuh.
Menurut Jaree, berbagai faktor penyebab orang melakukan kejahatan seks termasuk alkohol, intoleransi terhadap dorongan seksual, dan kejahatan yang terjadi setelah perampokan.
Korban termuda kejahatan itu adalah satu tahun sembilan bulan dan yang tertua adalah 85 tahun, sementara pelaku termuda adalah anak laki-laki usia 10 tahun yang ambil bagian dalam pemerkosaan geng dan tertua adalah pria berumur 85 tahun yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis belia.
Seorang anak dan seorang perempuan jadi korban pelecehan seksual setiap 15 menit sekali, papar Suphensri Phuengkhoksoong, pejabat senior dari Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia.
Menurut pejabat tersebut, jumlah kasus pelecehan seksual sepanjang tahun lalu adalah 31.866, walaupun tidak semua dilaporkan ke pusat tadi.
Suphensri mengatakan, 261 orang mendapat konseling dari 358 kasus yang diajukan pusat tadi karena alasan hukum, sosial atau psikiatris.
Para terduga pelaku kejahatan itu sebagian besar adalah orang berpendidikan, dan lambannya proses hukum atau celah hukum menunda kasus-kasus sementara kurangnya danang korporasi mempersulit upaya menyeret tersangka “yang mengincar kolega-kolega perempuan di tempat kerja” ke pengadilan.
Dalam banyak kasus, polisi menolak menerima pengakuan korban, karena alasan instabilitas politik, dan mekanisme korporasi untuk melindungi pekerja kantor perempuan nyaris tak ada.
Seorang pejabat senior dari Yayasan Gerakan Kemajuan Wanita dan Pria, Jaree Srisawas, mengatakan 169 kejahatan seks terhadap pria dilaporkan di lima koran berbahasa Thailand tahun lalu, sementara 51 persen melibatkan pemerkosaan.
Sebanyak 223 kejahatan seks lainnya dilaporkan koran-koran termasuk pelecehan, percobaan pemerkosaan dan pemerkosaan gadis di bawah umur, dengan 29 orang dibunuh.
Menurut Jaree, berbagai faktor penyebab orang melakukan kejahatan seks termasuk alkohol, intoleransi terhadap dorongan seksual, dan kejahatan yang terjadi setelah perampokan.
Korban termuda kejahatan itu adalah satu tahun sembilan bulan dan yang tertua adalah 85 tahun, sementara pelaku termuda adalah anak laki-laki usia 10 tahun yang ambil bagian dalam pemerkosaan geng dan tertua adalah pria berumur 85 tahun yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis belia.
Terakhir disunting oleh moderator:
