Keguguran adalah kondisi yang tak pernah diharapkan siapa pun. Sayangnya, setiap wanita hamil berisiko untuk mengalami hal ini, terutama di usia-usia tertentu. Dilansir dari Cleveland Clinic, wanita yang hamil usia 20-an memiliki risiko keguguran sebesar 12-15 persen. Sementara, untuk wanita hamil usia 40 tahun, risiko keguguran meningkat hingga 25 persen.
Saat keguguran, seorang ibu hamil mungkin membutuhkan prosedur dilatasi dan kuretase, terlebih jika usia kehamilan sudah di atas 10 minggu. Dilatasi dan kuretase menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) adalah prosedur pengangkatan jaringan janin yang masih tertinggal di dalam rahim pascakeguguran.
Pasca-kuretase, rahim masih harus menjalani proses pembersihan alami selama beberapa hari ke depan. Setelahnya, Anda mungkin baru merasakan tanda-tanda rahim bersih setelah keguguran, seperti
itulah 8 tanda atau ciri jika rahim Anda sudah bersih pasca mengalami keguguran. Meski begitu, Anda tetap harus melakukan check up dan kontrol sampai dokter benar – benar memastikan jika rahim sudah bersih.
Saat keguguran, seorang ibu hamil mungkin membutuhkan prosedur dilatasi dan kuretase, terlebih jika usia kehamilan sudah di atas 10 minggu. Dilatasi dan kuretase menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) adalah prosedur pengangkatan jaringan janin yang masih tertinggal di dalam rahim pascakeguguran.
Pasca-kuretase, rahim masih harus menjalani proses pembersihan alami selama beberapa hari ke depan. Setelahnya, Anda mungkin baru merasakan tanda-tanda rahim bersih setelah keguguran, seperti
- Perdarahan berhenti
- Menstruasi kembali lancar
- Kram perut hilang
- Nyeri pinggul hilang
- Bau tidak sedap pada vagina hilang
- Tidak ada keputihan
- Suhu tubuh normal
- Gejala mual hilang
itulah 8 tanda atau ciri jika rahim Anda sudah bersih pasca mengalami keguguran. Meski begitu, Anda tetap harus melakukan check up dan kontrol sampai dokter benar – benar memastikan jika rahim sudah bersih.