• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

70 Persen Perairan Indonesia Rusak

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. L999
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

L999

IndoForum Junior E
No. Urut
44983
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
1.587
Nilai reaksi
38
Poin
48
2740612p.jpg

Seorang petambak udang dari Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (13/4), menunjuk kanal tersier untuk air laut. Aliran airnya tak lancar karena pendangkalan akibat gundulnya 125 hektar hutan bakau di pesisir.

PONTIANAK, RABU — Dari total luas wilayah perairan Indonesia yang berkisar 5,7 juta kilometer persegi, hanya 1,8 juta kilometer persegi atau 30 persen yang kondisinya masih baik. Sisanya, seluas 3,9 juta kilometer persegi, sekitar 70 persen, rusak ringan hingga rusak berat.

"Kerusakan antara lain disebabkan penggunaan bom ikan oleh nelayan saat menangkap ikan, tertutup sampah, serta gejala alam seperti gempa dan tsunami," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, Selasa (27/1), seusai meresmikan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Laut (BPSPL) Pontianak, Kalimantan Barat.

Freddy sekaligus meresmikan BPSPL Makassar dan Denpasar, Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Sorong, serta Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pekanbaru. Hadir dalam peresmian tersebut Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Effendi dan Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar Christiandy Sanjaya.

Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Syamsul Maarif mengungkapkan, kerusakan tersebar di seluruh perairan Indonesia dan yang terbanyak di wilayah Indonesia bagian barat.

Wagub Kalbar Christiandy juga menyadari, pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan yang cenderung merusak ekosistem masih terjadi di Kalbar. Dengan pembentukan lembaga BPSPL Pontianak, ia berharap terbangun sinergi dan kerja sama untuk menjaga kelestarian sumber daya kelautan yang ada sehingga kerusakan di masa yang akan datang bisa dikurangi.

Menurut Syamsul, DKP memiliki target rehabilitasi kawasan laut seluas 10 juta hektar pada tahun 2010 serta 20 juta hektar pada 2020. Hingga awal 2009, realisasi rehabilitasi kawasan laut mencapai 9,2 juta hektar.

DKP memiliki anggaran sekitar Rp 50 miliar untuk rehabilitasi terumbu karang yang rusak. Anggaran itu didukung dengan dana pemberdayaan masyarakat pesisir yang besarnya mencapai Rp 100 miliar-Rp 200 miliar. "Upaya rehabilitasi terumbu karang tidak akan berhasil jika tidak didukung penyadaran dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya. (WHY)
 
tuh kerjaan para cukong2 kayu yang seenaknya babat hutan2,

apalagi hutan bakau yg jadi serapan air laut......

>.<
 
sob dah..... parah banget dah otak manusia yang merusak itu.
 
tuh kerjaan para cukong2 kayu yang seenaknya babat hutan2,

apalagi hutan bakau yg jadi serapan air laut......

>.<
Biar Terhindar Penipuan, Ini WhatsApp Resmi AmarthaFIN yang Wajib Kamu Tahu!

Ini WhatsApp Resmi AmarthaFIN yang Wajib Kamu Tahu!
Sobat, AmarthaFIN kini punya jalur WhatsApp Resmi untuk menghubungi semua pengguna setia kami lho. Ada jalur WhatsApp Resmi apa saja di AmarthaFIN? Yuk simak informasi lengkapnya berikut ini!
WhatsApp Prioritas ‘AmarthaFIN Customer Support’
0881-0121-45037
layanin WhatsApp Prioritas ‘AmarthaFIN Customer Support’ 0881-0121-45037 saat ini diperuntukkan khusus bagi pengguna terpilih dengan kriteria yang telah ditentukan AmarthaFIN, Sob.
Melalui WhatsApp Prioritas ini, tim AmarthaFIN akan mengirim pesan dan meminta persetujuan kamu mengenai kesediaan untuk dihubungi lebih lanjut oleh tim kami melalui WhatsApp 0881-0121-45037, serta pemberian informasi terbaru dan tepercaya seputar AmarthaFIN.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.