• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

7 TIPS MENGELOLA KEUANGAN SESUAI SYARIAT ISLAM

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
7 TIPS MENGELOLA KEUANGAN SESUAI SYARIAT ISLAM


Islam merupakan Agama yg memiliki konsep Rahmatal Lil Alamiin, yaitu agama yg memberikan rahmat bagi selurh alam. Sebagai agama yg semprna, Islam tidak cuma mengatur segala hal yg berkaitan dengan ibadah & hubungan manusia dengan Allah semata, akan tetapi Islam juga mengatur segala aspek kehidupan pemeluknya, seperti hubungan antar sesama manusia, hubungan manusia dengan lingkungan, pernikahan, perceraian, warisan, serta mengatur masalah keuangan.


Baik Al-Quran maupun Hadits sudah menjelaskan secara rinci bagaimana cara mengelola & mengatur keuangan dengan baik. Berikut 7 cara mengatur keuangan sesuai syariat Islam:

TIPS MENGELOLA KEUANGAN SESUAI AJARAN ISLAM

1. MENGHINDARI HUTANG
Baik di dalam Al-quran maupun Hadits, berhutang memang tidaklah dilarang. Hal tersebut menunjukkan bahwa hukum berhutang di dalam Islam adalah mubah atau diperbolehkan. Meskipun hukum berhutang adalah mubah, namun Rasulullah SAW menganjurkan pada umat Islam untuk menghindari berhutang
Rasulullah SAW bersabda:



Barangsiapa yg ruh nya terpisah dari jasadnya & dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), & [3] hutang, maka dia akan masuk surga. (HR. Ibnu Majah no. 2412)

Selain menganjurkan untuk menghindari berhutang, Rasulullah juga menganjurkan pada umatnya supaya segera melunasi hutang yg dimiliki. Dalam beberapa Hadits Rasulullah menjelaskan kerugian seorang muslim yg meninggal dalam keadaan masih memiliki hutang.

Rasulllah SAW bersabda:

Barangsiapa yg mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar & dirham. (HR. Ibnu Majah no. 2414)

Dalam Hadits dapat disimpulkan bahwa Rasulullah menganjurkan umatnya supaya segera melunasi hutang sebelum tiba kematian. Sebab hutang yg tidak dibayar semasa di dunia maka akan menghilangkan amal kebaikan ketika kelak di akhirat.
Dalam hadits lain Rasulullah SAW juga mengajarkan doa supaya terhindar dari terlilit hutang:


ALLAHUMMA INNI AUDZU BIKA MINAL MATSAMI WAL MAGHROM
Artinya: Ya Allah saya memohon proteksi pada Mu dari berbuat dosa & terlilit hutang.

2. MENGGUNAKAN UANG SECARA HEMAT
Cara mengelola keuangan sesuai syariat Islam yg kedua adalah mengpakai uang secara hemat. Baik di dalam Al-Quran maupun Hadits diajarkan untuk tidak boros & tidak berlebih-lebihan dalam mengpakai segala sesuatu, tak terkecuali dengan harta kekayaan & uang.

Allah SWT berfirman

Artinya: Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yg dekat akan haknya, kepada orang miskin & orang yg dalam perjalanan; & janganlah anda menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.(QS: Al-Isra: 26)

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Islam melarang hidup boros & berlebih-lebihan. Selain dalam Al-Quran, anjuran untuk hidup ekonomis juga tertuang dalam Hadits Nabi Muhammad SAW, yg artinya:

Makanlah, minumlah, berpakaianlah & bershadaqahlah dengan tidak berlebih-lebihan & menyombongkan diri (HR: Abu Daud)

3. MENJAUHI RIBA
Menurut bahasa Riba berarti tambahan. Sedangkan menurut istilah Riba adalah kelebihan yg dibebankan ketika membayar hutang atau pinjaman. Di dalam Islam, hukum Riba adalah haram. Oleh sebab itu seorang muslim harus menjauhi perbuatan Riba. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran:



Hai orang-orang yg beriman, janganlah anda memakan riba dengan berlipat ganda & bertakwalah anda kepada Allah supaya anda mendapat keberuntungan. (QS: Ali Imran:130)

4. BERHATI-HATI DALAM MENGGUNAKAN UANG
Cara mengelola keuangan sesuai syariat Islam yg ketiga adalah berhati-hati dalam mengpakai uang. Cara supaya dapat mengpakai uang secara hati-hati adalah dengan menentukan skala prioritas keangan. Dengan menentukan skala prioritas, maka penggunaan uang dapat semakin terkontrol & dapat mencegah penggunaan uang yg tidak terlalu penting. Dengan demikian, perilaku menghambur-hamburkan uang dapat dihindari dengan mudah.

Rasulullah SAW bersabda, yg artinya:
Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa dipakai, tentang hartanya dari mana diperoleh & ke mana dihabiskan, & tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan. (HR Tmam Tirmidzi)

Dari hadits diatas dapat disimpulkan bahwa seorang muslim dituntut untuk berhati-hati dalam memperpakai hartanya, sebab di akhirat kelak ia akan dimintai pertanggung jawaban terkait dari mana hartanya berasal & untuk apa hartanya dipakai.

5. BERSEDEKAH
Pada setiap harta yg dimiliki oleh seorang muslim, maka terdapat bagian untuk para fakir miskin & anak yatim. Oleh sebab itu seorang muslim harus rutin mengeluarkan infak & sedekah kalau mengharapkan hartanya semakin bertambah & barokah.

Allah SWT berfirman:

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yg meminta & orang miskin yg tidak mendapat bagian. (QS: Ad-Dzriyat:19)

6. SEIMBANG ANTARA PENGELUARAN DAN PEMASUKAN
Banyak orang yg gagal mengatur keuangannya karena disebabkan pemasukan & pengeluaran yg tidak seimbang. Dengan mengatakan lain, banyak orang yg mengpakai uang lebih banyak untuk pengeluaran dibandingkan pemasukannya.
Islam menganjurkan pada pemeluknya untuk seimbang dalam mengpakai uang. Islam tidak mengajarkan seorang muslim jadi sangat pelit dalam mengpakai uang, akan tetapi Islam juga melarang pemeluknya untuk berlebih-lebihan & mengerjakan pemborosan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

Dan orang-orang yg apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, & tidak (pula) kikir, & adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yg demikian. (QS: Al-Frqan:67)

7. TIDAK MENUMPUK HARTA
Seorang muslim dianjurkan untuk tidak menumpuk harta & lebih banyak berbagi dengan sesama. Allah SWT berfirman:



Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung & punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yg anda simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yg anda simpan itu". (At-Taubah: 35)

Larangan menumpuk harta pada ayat diatas bukan berarti seorang muslim dilarang untuk menabung. Menumpuk harta yg dilarang dalam agama Islam adalah mengumpulkan harta sebanyak-banyak nya akan tetapi enggan untuk bersedekah & berbagi dengan fakir miskin.

Demikian 7 tips mengelola keuangan sesuai syariat Islam. sebagai seorang muslim sebaiknya kita sering berpegang teguh dengan syariat Islam yg diajarkan di dalam Al-Quran & Sunnah. Tak terkecali dalam masalah mengatur & mengelola keuangan.

Semoga bermanfaaat.

Sumber:
https://bit.ly/3jEOiHL, https://bit.ly/3jAA1fp


Hari ini 15:11
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.