• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

7 Tewas dalam Pemboman di Afghanistan Selatan

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Selasa, 18 November 2008 | 02:33 WIB

KANDAHAR, SENIN - Dua ledakan bom di Afghanistan Selatan menewaskan lima warga sipil dan dua orang polisi, Senin (17/11), dalam serangan yang serupa dengan pemboman lain yang dilakukan gerilyawan Taliban.

Dalam ledakan pertama, seseorang melakukan aksi bom bunuh diri dengan memakai seragam polisi. Ia meledakkan diri di pintu gerbang sebuah bangunan pemerintah di provinsi Kandahar, Afghanistan Selatan, menewaskan dua polisi dan seorang warga sipil, kata jurubicara provinsi itu, Zalmai Ayobi.

Pelaku meledakkan bom yang diikatkan pada tubuhnya setelah ia dicegah polisi memasuki kantor pemerintah daerah Dand yang berbatasan dengan kota Kandahar.

"Dua polisi dan seorang warga sipil tewas dan dua orang polisi di tempat itu cedera," ungkap Ayobi.

Pejabat setempat menyalahkan serangan tersebut pada Taliban. Kelompok garis keras itu, yang telah mengklaim bertanggung jawab atas hampir semua serangan terhadap pihak berwenang, belum memberi pengakuan atas insiden pemboman tersebut.

Di tempat lain di Kandahar, sebuah bom di pinggir jalan meledak di dekat konvoi Tentara Nasional Afghanistan di distrik Panjwayi, menewaskan empat warga sipil, kata Ayobi tanpa mengidentifikasi korban-korban itu. Salah seorang prajurit dan delapan warga sipil lain dilaporkan cedera.

Provinsi Kandahar merupakan tempat lahirnya kelompok Taliban pada awal 1990-an. Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden, yang bertanggung jawab atas serangan-serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.

Tahun ini Taliban meningkatkan serangan-serangannya di Afghanistan. Hampir 1.500 warga sipil termasuk diantara lebih dari 4.000 orang yang tewas dalam konflik di Afghanistan sepanjang tahun ini. Peningkatan jumlah korban akibat kekerasan yang dilakukan Taliban di Afghanistan telah membuat sejumlah negara berencana melakukan pengurangan atau penarikan pasukan yang tergabung dalam ISAF pimpinan NATO.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.