• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

7 Jenis Hemoglobin Pada Manusia Beserta Penjelasannya

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
7 Jenis Hemoglobin Pada Manusia Beserta Penjelasannya

Sumber Gambar:https://askhematologist.com/abnormal-hemoglobins/


Hai semuanya, Shalom Aleichem!
emoticon-Hai


Selamat sore kalian semuanya!



Di thread ini, gue, Miss Rora, akan membahas tentang 7 tipe hemoglobin yg ditemukan pada manusia
emoticon-Smilie
.



Ketika Gan/Sist membahas tentang darah, banyak dari Gan/Sist langsung membayangkan tentang cairan pekat merah marun seperti jus stroberi yg bertugas untuk membawa oksigen. Namun, jarang yg menyadari, bahwa komponen utama darah dalam proses mengangkut oksigen sebenarnya adalah hemoglobin, protein di dalam sel darah merah yg tersusun dari rantai globin & gugus heme. Menariknya, hemoglobin tidak cuma ada satu jenis. Dalam tubuh manusia, ada berbagai tipe hemoglobin, & masing-masing memiliki ciri khas serta peranan yg berbeda.

Beberapa tipe hemoglobin bersifat normal, beberapa tipe lainnya merupakan ragam hemoglobin yg cuma muncul pada fase kehidupan tertentu, & beberapa tipe hemoglobin merupakan tanda-tanda penyakit yg memberikan citra penting mengenai kelainan darah. Perbedaan tipe hemoglobin itu sangat menentukan bagaimana darah membawa oksigen, bagaimana seseorang bereaksi kepada kekurangan oksigen, bahkan dapat menentukan apakah seseorang sudah boleh jadi pendonor darah atau tidak.

Salah satu alasan mengapa remaja di bawah usia 18 tahun tidak diperbolehkan donor darah adalah karena komposisi hemoglobin mereka belum sepenuhnya dewasa, selain karena pembuluh vena mereka masih terlalu rapuh & belum sekuat pembuluh vena orang dewasa. Di dalam darah remaja awal atau anak-anak, masih terdapat kadar hemoglobin fetal (HbF) yg relatif lebih tinggi dibandingkan orang dewasa atau remaja lanjut, & hemoglobin fetal ini memiliki afinitas yg lebih tinggi kepada oksigen. Artinya, remaja awal masih berada dalam fase adaptasi fisiologis, di mana kebutuhan oksigennya lebih tinggi untuk keperluan pertumbuhan tulang & perkembangan mental, & stabilitas darah untuk transfusi dapat terganggu kalau eritrosit dengan komposisi hemoglobin fetal tinggi dipakai untuk transfusi orang dewasa.

Untuk memahami hal ini, mari kita semua bahas tentang 7 tipe hemoglobin pada manusia beserta penjelasannya.

Quote:
7 Jenis Hemoglobin Pada Manusia Beserta Penjelasannya

Sumber Gambar:https://learn.genetics.utah.edu/cont...Counter Strike/hemoglobin/


7 Jenis Hemoglobin Pada Manusia Beserta Penjelasannya


1. Hemoglobin Fetal (HbF)​


Hemoglobin fetal adalah hemoglobin yg mendominasi kehidupan janin & anak-anak. Dalam kondisi normal, HbF berfungsi menolong janin mengonsumsi lebih banyak oksigen dari darah sang ibu. Hemoglobin fetal memiliki afinitas yg jauh lebih tinggi kepada oksigen dibandingkan hemoglobin dewasa. Struktur HbF terdiri dari sepasang rantai protein alfa & sepasang rantai protein gamma.

Setelah bayi lahir, kadar HbF perlahan menurun, & digantikan dengan hemoglobin dewasa. Pada bayi yg berusia sekitar 6-12 bulan, kadar HbF biasanya turun drastis hingga tinggal sekitar kurang dari 1 persen. Namun, pada remaja awal & anak-anak, khususnya yg masih dalam fase pubertas & percepatan pertumbuhan, kadar HbF dapat sedikit lebih tinggi daripada remaja lanjut atau orang dewasa.

Kadar HbF yg lebih tinggi inilah yg jadi salah satu alasan kenapa remaja di bawah 18 tahun tidak boleh donor darah. Pasalnya, kadar HbF yg tinggi dapat mengganggu stabilitas darah untuk transfusi. Selain itu, tubuh remaja secara fisiologis masih membutuhkan suplai oksigen yg tinggi untuk pertumbuhan tulang & perkembangan mental.

Pada orang dewasa, HbF juga memiliki peranan klinis yg penting. Pada beberapa kelainan hemoglobin, seperti talasemia beta atau anemia sel sabit, peningkatan HbF justru dianggap protektif, karena mengurangi tingkat pembentukan hemoglobin abnormal.

2. Hemoglobin A (HbA)​


Hemoglobin A adalah hemoglobin fungsional utama pada tubuh manusia dewasa. Struktur HbA terdiri dari sepasang rantai alfa & sepasang rantai beta yg letaknya saling berseberangan. Jumlahnya mencakup sekitar 95 hingga 98 persen dari total hemoglobin pada orang dewasa sehat.

HbA bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel tubuh & membawa kembali karbon dioksida untuk dibuang. Efisiensi HbA dalam melepas & mengikat oksigen merupakan hasil evolusi panjang, yg menciptakan tubuh manusia dapat beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan, mulai dari dataran tinggi hingga aktivitas fisik berat.

Yang paling menarik, ragam dalam struktur HbA dapat menyebabkan hemoglobinopati, yaitu kelainan struktural pada hemoglobin yg menciptakan hemoglobin jadi tidak dapat mengangkut oksigen. Namun, secara umum, HbA adalah bentuk paling normal dari hemoglobin dewasa, yg jadi acuan dalam pengukuran kadar hemoglobin mengpakai alat pengukur absorbansi cahaya sederhana (misalnya saat kalian hendak donor darah).

3. Hemoglobin A2 (HbA2)​


Hemoglobin A2 merupakan komponen hemoglobin dewasa dengan jumlah yg relatif sedikit, biasanya sekitar 2 hingga 3 persen. Struktur HbA2 terdiri dari sepasang rantai alfa & sepasang rantai delta.

Meskipun cuma muncul dalam jumlah sedikit, HbA2 sangat penting secara diagnostik. Misalnya, peningkatan kadar HbA2 jadi indikator kuat adanya sifat talasemia beta minor. Dalam penyakit ini, produksi rantai protein beta hemoglobin A berkurang, sehingga tubuh menggantikan rantai protein beta itu dengan meningkatkan sintesis rantai protein delta untuk membentuk HbA2.

Dengan demikian, HbA2 bukan cuma sekadar hemoglobin minoritas, tetapi juga memberikan petunjuk penting dalam dunia ilmu kedokteran darah.

4. Hemoglobin D​


Hemoglobin D adalah salah satu ragam genetik pada hemoglobin yg disebabkan oleh mutasi pada gen hemoglobin. Variasi hemoglobin D yg paling diketahui adalah hemoglobin D-Punjab (atau D-Los Angeles).

Hb D biasanya tidak terlalu berpengaruh kepada kesehatan ketika hadir dalam bentuk heterozigot (membawa satu gen hemoglobin normal & satu gen Hb D). Namun, apabila seseorang mewarisi gen Hb D bersama gen varian hemoglobin lainnya yg tidak normal, misalnya Hb S, orang itu dapat mengalami gejala menyerupai anemia sel sabit, meskipun biasanya gejalanya lebih ringan.

Secara struktural, Hb D memiliki mutasi genetik pada rantai protein beta. Meski bentuk proteinnya sedikit berbeda, kebanyakan perseorangan dengan Hb D tidak memiliki keluhan sakit yg signifikan, & dapat hidup normal tanpa gejala.

5. Hemoglobin Barts (Hb Barts)​


Hemoglobin Barts terbentuk dari empat rantai protein gamma. Varian ini muncul ketika tubuh tidak sanggup memproduksi rantai protein alfa dengan baik, seperti pada kasus talasemia alfa.

Hb Barts memiliki afinitas oksigen yg sangat tinggi, sehingga hampir tidak sanggup melepaskan oksigen ke jaringan. Pada bayi baru lahir dengan talasemia alfa ringan, Hb Barts mungkin terdeteksi dalam jumlah yg sedikit tanpa menimbulkan gejala berat.

Namun, dalam kasus penyakit berat seperti hydrops fetalis, Hb Barts mendominasi, & dapat menyebabkan janin meninggal dunia, karena jaringan tidak mendapatkan oksigen yg cukup. Kondisi ini jadi salah satu topik penting dalam penyuluhan genetik, khususnya pada pasangan suami istri di negara-negara dengan kasus talasemia yg tinggi.

6. Hemoglobin S (HbS)​


Hemoglobin S merupakan varian hemoglobin yg menyebabkan anemia sel sabit (siklemia). Mutasi gen penyandi hemoglobin dari asam amino glutamat jadi valin menciptakan hemoglobin jadi tidak normal & dapat berubah bentuk ketika kadar oksigen sedang rendah. Sel darah merah jadi kaku & berbentuk seperti bulan sabit. Perubahan bentuk inilah yg menyebabkan sel darah merah jadi sangat rapuh & lebih mudah hancur, memecahkan banyak pembuluh darah kecil, & memicu nyeri hebat serta kerusakan organ. Penyakit berat ini khususnya banyak ditemukan pada populasi Afrika, India, Timur Tengah, & beberapa Asia Timur.

HbS memberikan contoh bagaimana satu mutasi kecil pada gen penyandi protein saja dapat berpengaruh sangat akbar pada kesehatan seseorang. Menariknya, pembawa sifat HbS (sifat anemia sel sabit) justru memiliki proteksi beberapa kepada malaria, sehingga mutasi ini tetap bertahan dalam populasi selama ribuan tahun.

7. Hemoglobin H (HbH)​


Hemoglobin H tersusun dari 4 rantai protein beta. Varian hemoglobin ini muncul pada penyakit talasemia alfa intermediet, ketika seseorang cuma memiliki satu gen penyandi hemoglobin alfa yg berfungsi, dari total 4 rantai protein di satu molekul hemoglobin.

Karena cuma sedikit rantai protein alfa untuk membentuk HbA, tubuh mencoba mengakali sintesis hemoglobin dengan mengpakai rantai protein beta secara berlebihan & mengerjakan sintesis HbH. Namun, molekul HbH tidak stabil & mudah mengendap di dalam sel darah merah, sehingga dapat menghancurkan sel darah merah.

Gejala kelainan darah karena adanya hemoglobin HbH meliputi anemia berat, pembesaran limpa, hingga membutuhkan banyak transfusi darah pada beberapa kondisi tertentu. Meskipun demikian, banyak pasien yg masih dapat bertahan hidup, asalkan dipantau kondisi kesehatannya secara ketat.


Quote:
Mengapa Pengetahuan Tentang Jenis-jenis Hemoglobin Itu Penting?​


Mengetahui jenis-jenis hemoglobin tidak cuma penting bagi dokter atau akademisi, tetapi juga penting bagi masyarakat umum, khususnya yg bertekad untuk donor darah secara rutin, atau memiliki riwayat kelainan darah dalam keluarga.

Jenis hemoglobin dapat memengaruhi kemampuan darah dalam mengedarkan oksigen, hasil pengukuran kadar hemoglobin, risiko kelainan bawaan pada generasi selanjutnya, hingga keputusan medis, seperti donor darah & penyuluhan genetik.

Hemoglobin fetal, misalnya, sangat penting dalam proses pertumbuhan bayi, anak-anak, & remaja. Namun, kadar hemoglobin fetal yg lebih tinggi pada anak-anak & remaja di bawah 18 tahun jadi salah satu alasan bahwa darah mereka belum dapat ditransfusikan ke orang lain.

Dengan memahami ciri-ciri setiap tipe hemoglobin, kita dapat lebih menghargai betapa kompleksnya cara kerja tubuh manusia, & kita dapat belajar untuk lebih bersyukur kepada Tuhan.


Quote:
SUMBER​


Bunn, H. F., & Forget, B. G. (1986). Hemoglobin: Molecular, genetic and clinical aspects. W.B. Saunders.

Hoffbrand, A. V., & Higgs, D. R. (2024). Postgraduate haematology (8th ed.). Wiley-Blackwell.

Hoffman, R., Benz, E. J., Silberstein, L. E., Heslop, H. E., Weitz, J. I., Anastasi, J., & Salama, M. E. (Eds.). (2023). Hematology: Basic principles and practice (8th ed.). Elsevier.

Rodgers, G. P., & Steinberg, M. H. (2011). Hemoglobinopathies. In Williams Hematology (8th ed., pp. 607696). McGraw-Hill.

Weatherall, D. J., & Clegg, J. B. (2001). The thalassemia syndromes (4th ed.). Wiley-Blackwell.


@spoyspoyz @itkgid @sahabat.006
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.