Nemesis
IndoForum Activist E
- No. Urut
- 55724
- Sejak
- 26 Okt 2008
- Pesan
- 9.732
- Nilai reaksi
- 503
- Poin
- 113
layanin telepon 112 yang menjadi salah satu ikon program Quick Win Polri rupanya tidak begitu banyak mendapat respons baik dari masyarakat. Sekitar 65,54 persen penelepon 112 ternyata hanya iseng saja.
"Dari tanggal 1 sampai 4 Januari 2009, sebanyak 14082 telepon dari masyarakat atau sekitar 3520 laporan per hari yang diterima kepolisian jajaran Polda Metro Jaya. 9230 laporan atau sebesar 65,54 persen itu penelepon iseng saja," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulakrnain Adinegara saat dihubungi melalui telepon, Kamis (11/2/2009).
Menanggapi banyaknya penelepon iseng ini, Zulkarnain mengatakan bahwa hal ini akan mendapatkan perhatian khusus dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono. Selain itu, dikatakan dia, Kapolda juga mengingatkan jajarannya, agar program yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan polisi terhadap masyarakat ini menjadi kontraproduktif.
"Program Quick Win menjadi salah satu bahan evaluasi. Jangan sampai sudah diluncurkan tapi penanggapannya masih lambat," ujarnya.
Sementara itu, laporan warga yang ditindaklanjuti oleh polisi hanya sebesar 4,5 persen atau 628 kasus yang terdiri dari laporan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) dan laporan gangguan lalu lintas. Sebanyak 4218 laporan atau sekitar 30 persen penelepon didominasi oleh laporan gangguan telepon.
"Sedangkan saran atau masukan kepada polisi hanya 16 penelepon saja atau 0,1 persen," jelasnya.
"Dari tanggal 1 sampai 4 Januari 2009, sebanyak 14082 telepon dari masyarakat atau sekitar 3520 laporan per hari yang diterima kepolisian jajaran Polda Metro Jaya. 9230 laporan atau sebesar 65,54 persen itu penelepon iseng saja," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Zulakrnain Adinegara saat dihubungi melalui telepon, Kamis (11/2/2009).
Menanggapi banyaknya penelepon iseng ini, Zulkarnain mengatakan bahwa hal ini akan mendapatkan perhatian khusus dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono. Selain itu, dikatakan dia, Kapolda juga mengingatkan jajarannya, agar program yang dirancang untuk meningkatkan pelayanan polisi terhadap masyarakat ini menjadi kontraproduktif.
"Program Quick Win menjadi salah satu bahan evaluasi. Jangan sampai sudah diluncurkan tapi penanggapannya masih lambat," ujarnya.
Sementara itu, laporan warga yang ditindaklanjuti oleh polisi hanya sebesar 4,5 persen atau 628 kasus yang terdiri dari laporan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Guantibmas) dan laporan gangguan lalu lintas. Sebanyak 4218 laporan atau sekitar 30 persen penelepon didominasi oleh laporan gangguan telepon.
"Sedangkan saran atau masukan kepada polisi hanya 16 penelepon saja atau 0,1 persen," jelasnya.

