Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
ekstraksi espresso
Photo by Thom Homles on Unsplash
Ekstraksi espresso jadi salah satu bahan utama dari banyak sekali menu kopi yg ada di hampir setiap gerai penjual kopi. Mulai dari latte, americano, cappucinno, & masih banyak lagi, semua merupakan menu kopi berbahan dasar espresso.
Ekstraksi espresso tentunya dibuat mengpakai mesin espresso yg terkenal dengan kecepatannya dalam mengekstraksi bubuk kopi jadi cairan pahit pekat yg disebut espresso tersebut.
Ekspresso merupakan kunci dari kelezatan & kenikmatan menu kopi. Dan tentu, dalam aspek coffee shop, menu kopi yg enak akan memberi kepuasan pada pelanggan. Oleh karena itu, kemampuan dalam ekstraksi espresso ini harus baik supaya kita tidak menciptakan troubleshooting espresso & menciptakan kopi kita tidak lagi dapat dinikmati.
Menyesuaikan ekstraksi espresso untuk menu kopi & mencoba menciptakan menu baru terkadang akan sedikit sulit & tricky. Lalu bagaimana sih cara menyesuaikan ekstraksi espresso supaya tetap menciptakan kopi yg nikmat?
Well, langsung saja kita bahas lewat artikel di bawah ini!
Kalibrasi espresso
Credit: Lodewijk Hertog (Unsplash)
Variabel yg Mempengaruhi Ektrasksi Espresso
Sebelum lebih dalam membahas penyesuaian ekstraksi espresso dengan menu-menu kopi & menu baru yg akan anda buat, ada baiknya kita membahas variabel apa saja sih yg mempengaruhi pentingnya ekstraksi espresso ini. Yuk simak!
Variabel #1: Dosis
Dalam dasar ekstraksi espresso, dose atau takaran adalah jumlah bubuk kopi pada portafilter. Dosis ini akan mempengaruhi seberapa kuat ekstraksi yg dihasilkan -dengan mengatakan lain, hal ini terkait dengan total padatan terlarut atau total dissolved solids (TDS) dari bubuk kopi yg pada hasil ekstraksi espresso yg dihasilkan.
Saat mengekstraksi espresso, beberapa akbar akan menargetkan TDS pada nilai 7-12%, namun idealnya ekstraksi ini ada di nilai 18-22%. Secara luas ini dianggap sebagai ekstraksi optimal: tingkat ekstraksi tertinggi dimana kopi masih terasa enak.
Dilansir dari majalah.ottencoffee.com untuk espresso double shot, biasanya standar yg dipakai adalah 18-21 gram bubuk kopi. Semakin banyak bubuk kopi yg ditambahkan, maka espresso yg dihasilkan pun semakin kuat baik body & intensitasnya.
wawasan kopi
Credit: Nathan Dumlao (Unsplash)
Variabel #2: Suhu Air
Seperti yg sudah kita ketahui, beberapa aroma serta cita rasa yg dihasilkan saat ekstraksi kopi akan dihasilkan pada suhu yg berbeda-beda. Tidak terkecuali dengan ekstraksi espresso. Dilansir oleh majalah.ottencoffee.co.id, air bersuhu 90-96C umumnya dianggap ideal untuk menyiapkan ekstraksi kopi.
Di beberapa mesin kopi, kita dapat menentukan & mengendalikan sendiri pengaturan suhu ini. Nah sistem inilah yg sering disebut dengan PID controller. Jika mesin espresso yg anda miliki memiliki fitur ini, maka anda dapat bereksperimen sebebasnya dengan berbagai rentang suhu yg disukai.
Penting! Dilansir melalui perfectdailygrind.com ingatlah bahwa tidak semua senyawa diekstraksi dengan laju yg sama. Senyawa yg rasanya asam akan diekstraksi terlebih dahulu, sedangkan yg pahit akan diekstraksi terakhir. Ini memberi anda ruang untuk mencoba bereksperimen dengan tipe rasa yg anda harapkan dalam ekstraksimu.
espresso
Photo by Adi Goldstein on Unsplash
Variabel #3: Grind Size
Dilansir oleh perfectdailygrind.com senyawa tidak dapat diekstraksi tanpa kontak antara bubuk kopi kering & air. Selanjutnya, semakin akbar luas permukaan kopi bubuk maka semakin banyak kontak yg terjalin. Dan semakin halus hasil gilingannya, semakin akbar luas permukaannya.
Itulah mengapa grind size berpengaruh! Dilansir majalah.ottencoffee.co.id untuk menciptakan espresso, dibutuhkan level gilingan yg lebih halus dibandingkan dengan metode seduhan kebanyakan.
Grinder
Credit: Kaffee Meister (Unsplash)
Variabel #4: Tekanan & Pre-Infusion
Tekanan adalah gaya yg diberikan oleh pompa di mesin espresso, mendorong air untuk melewati bubuk kopi. Mayoritas mesin espresso diatur dengan tekanan 9 bar dari pabrik. Namun, dapat disesuaikan dengan keharapan kita sesuai dengan kapasitas mesin espresso tentunya.
Tekanan yg lebih rendah dari biasanya, katakanlah 56 bar, akan menghasilkan aliran air yg lebih lembut melewati bubuk kopi & berpotensi menolong ekstraksi yg lebih merata & lembut. Perlu diingat juga tekanan ini akan mempengaruhi presentase ekstraksi dalam waktu brewing tertentu.
Mesin Espresso
Credit: Mike Marquez (Unsplash)
Variabel #5: Waktu Ekstraksi
Ingatlah bahwa senyawa tertentu mengekstrak dengan laju berbeda. Waktu kontaklah yg menghasilkan rasa yg seimbang & kompleks itu. Untuk keasaman yg lebih tinggi, pilih waktu ekstraksi yg lebih cepat. Untuk meningkatkan rasa manis, coba lakukan dengan waktu lebih lambat. Ingatlah juga bahwa waktu ideal juga akan bergantung pada variabel Anda yg lain.
Selain itu, waktu ekstraksi juga tentunya disesuaikan dengan variabel yg lain. Beberapa mengatakan 15-45 detik adalah waktu yg pas. Sebagian juga mengatakan 15-30 detik sudah cukup untuk ekstraksi espresso.
Baca selengkapnya disini https://blog.lakopi.id/ekstraksi-espresso/
Beli greenbeans kopi langsung dari petani?
https://lakopi.id/beli/
Bergabung jadi kawan petani kopi Lakopi: http://bit.ly/lakopi-regist
Follow IG Lakopi: https://www.instagram.com/lakopi.id/
Join Grup WhatsApp Keluh Kesah Kopi:
Kamu petani kopi? Join Grup Facebook Petani Kopi Go Digital
https://www.facebook.com/groups/1044302146027269 Hari ini 18:53