jennywijaya
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 288379
- Sejak
- 10 Nov 2020
- Pesan
- 318
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
Karang gigi adalah salah satu masalah yang sering terjadi pada banyak orang. Biasanya karang gigi tumbuh tanpa disadari sampai menumpuk dan sulit dibersihkan.
Lalu bagaimana mencegah timbulnya karang gigi? Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?
Menjaga kebersihan gigi dan mulut harus dilakukan secara rutin. Pencegahan karang gigi juga demikian, tidak bisa dilakukan sesekali, harus rutin.
Hal ini karena karang gigi bisa jadi sumber beberapa gangguan di rongga mulut. Jika terlambat, Anda harus berkonsultasi ke dokter gigi untuk membersihkan dan merawatnya.
Nah jika tidak mau karang gigi menumpuk, Anda bisa melakukan tindakan-tindakan pencegahan yang diperlukan sesuai saran medis.
Apa saja sih tindakan pencegahan yang bisa dilakukan? Yuk simak selengkapnya di bawah ini!
Apa itu karang gigi?
Meski Anda sudah merawat gigi sebaik mungkin, akan tetap ada bakteri di mulut Anda. Bakteri ini kemudian bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan, membentuk lapisan lengket yang disebut plak gigi.
Plak gigi ini menempel dan melapisi gigi anda, berada di bawah garis gusi. Plak membawa bakteri yang bisa merusak email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Nah, di tahap inilah tindakan pencegahan diperlukan. Jika Anda bisa membersihkan plak secara teratur, karang gigi tidak akan terbentuk. Sebab pada dasarnya karang gigi adalah plak gigi yang dibiarkan mengeras.
Jika dibiarkan, karang gigi bahkan bisa sampai merusak gusi dan menyebabkan penyakit gusi. Jika sudah sampai tahap ini, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter secara langsung.
Bagaimana karang gigi merusak gigi dan gusi?
Pertumbuhan karang gigi akan menyulitkan Anda dalam proses menyikat gigi dan flossing. Lama-kelamaan, gigi Anda akan berlubang dan rusak semakin parah.
Lalu, karang gigi yang terbentuk di atas gusi bisa membawa dampak buruk. Bakteri di dalam karang gigi bisa membuat gusi iritasi. Lama-kelamaan terjadilah penyakit gusi yang cukup parah.
Penyakit gusi yang paling ringan disebut gingivitis atau radang gusi. Biasanya Anda harus melakukan perawatan intensif mulai dari menyikat gigi, flossing, menggunakan obat kumur antiseptik, dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
6 tips mencegah pertumbuhan karang gigi
Tentu Anda ingin menghindari kondisi-kondisi yang disebutkan di atas. Karang gigi adalah masalah kecil yang dibiarkan menumpuk sampai menjadi besar.
Untuk itu, cara terbaik mengatasi masalah karang gigi adalah dengan tindakan preventif, bukan kuratif.
Nah apa saja yang harus dilakukan? Berikut 6 tips mencegah pertumbuhan karang gigi:
Lalu bagaimana mencegah timbulnya karang gigi? Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?
Menjaga kebersihan gigi dan mulut harus dilakukan secara rutin. Pencegahan karang gigi juga demikian, tidak bisa dilakukan sesekali, harus rutin.
Hal ini karena karang gigi bisa jadi sumber beberapa gangguan di rongga mulut. Jika terlambat, Anda harus berkonsultasi ke dokter gigi untuk membersihkan dan merawatnya.
Nah jika tidak mau karang gigi menumpuk, Anda bisa melakukan tindakan-tindakan pencegahan yang diperlukan sesuai saran medis.
Apa saja sih tindakan pencegahan yang bisa dilakukan? Yuk simak selengkapnya di bawah ini!
Apa itu karang gigi?
Meski Anda sudah merawat gigi sebaik mungkin, akan tetap ada bakteri di mulut Anda. Bakteri ini kemudian bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan, membentuk lapisan lengket yang disebut plak gigi.
Plak gigi ini menempel dan melapisi gigi anda, berada di bawah garis gusi. Plak membawa bakteri yang bisa merusak email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Nah, di tahap inilah tindakan pencegahan diperlukan. Jika Anda bisa membersihkan plak secara teratur, karang gigi tidak akan terbentuk. Sebab pada dasarnya karang gigi adalah plak gigi yang dibiarkan mengeras.
Jika dibiarkan, karang gigi bahkan bisa sampai merusak gusi dan menyebabkan penyakit gusi. Jika sudah sampai tahap ini, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter secara langsung.
Bagaimana karang gigi merusak gigi dan gusi?
Pertumbuhan karang gigi akan menyulitkan Anda dalam proses menyikat gigi dan flossing. Lama-kelamaan, gigi Anda akan berlubang dan rusak semakin parah.
Lalu, karang gigi yang terbentuk di atas gusi bisa membawa dampak buruk. Bakteri di dalam karang gigi bisa membuat gusi iritasi. Lama-kelamaan terjadilah penyakit gusi yang cukup parah.
Penyakit gusi yang paling ringan disebut gingivitis atau radang gusi. Biasanya Anda harus melakukan perawatan intensif mulai dari menyikat gigi, flossing, menggunakan obat kumur antiseptik, dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi.
6 tips mencegah pertumbuhan karang gigi
Tentu Anda ingin menghindari kondisi-kondisi yang disebutkan di atas. Karang gigi adalah masalah kecil yang dibiarkan menumpuk sampai menjadi besar.
Untuk itu, cara terbaik mengatasi masalah karang gigi adalah dengan tindakan preventif, bukan kuratif.
Nah apa saja yang harus dilakukan? Berikut 6 tips mencegah pertumbuhan karang gigi:
- Sikat gigi dengan rutin, dua kali sehari, minimal dua menit. Sikat gigi selama 30 detik tidak akan menghilangkan plak atau karang gigi. Gunakan sikat dengan bulu lembut dan dalam ukuran yang pas untuk mulut Anda. Pastikan bisa menjangkau area di belakang gigi-gigi geraham Anda.
- Studi mengatakan bahwa sikat gigi elektronik mungkin bisa memusnahkan plak gigi dengan lebih baik daripada sikat gigi manual. Pilih tipe dan merek yang sudah Anda kenal dan gunakan sesuai instruksi.
- Pilih pasta gigi dengan kandungan fluoride yang khusus untuk mengontrol karang gigi. Fluoride akan membantu memperbaiki kerusakan email gigi. Sebagai tambahan, cari produk pasta gigi yang mengandung triclosan untuk menyerang bakteri plak.
- Flossing berarti membersihkan gigi dengan benang, ini sama pentingnya dengan menyikat gigi. Plak gigi biasanya berada di posisi-posisi yang sulit dijangkau dengan sikat gigi, karena itulah flossing sangat penting dilakukan secara rutin.
- Gunakan obat kumur antiseptik secara rutin setiap hari untuk membantu membunuh bakteri penyebab plak.
- Perhatikan konsumsi makanan Anda. Makanan manis dan bertepung akan membantu bakteri mulut berkembang dan mengeluarkan asam berbahaya. Coba konsumsi makanan yang lebih sehat dan batasi makanan manis sehari-hari.
- Studi menyebut bahwa para perokok dan pengguna produk tembakau semacamnya lebih rentan terhadap karang gigi.