• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

6 Masalah Yang Perlu Diwaspadai Pengantin Baru

Samantha

IndoForum Senior B
No. Urut
43737
Sejak
17 Mei 2008
Pesan
6.450
Nilai reaksi
157
Poin
63
Tidak sedikit pasangan pengantin baru yang harus menghadapi 'mimpi buruk' usai pesta pernikahan. Mereka merasa tiba-tiba ada perubahan pada pasangan ketimbang saat masih pacaran. Masalah pun bisa datang dari banyak hal.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi sumber terjadinya letupan-letupan kecil dalam pernikahan. Jika tak buru-buru ditangani dengan tepat, 6 masalah ini bisa menjadi besar dan membahayakan pernikahan Anda:

1. Uang

Stres dan pertengkaran yang timbul gara-gara uang kerap kali jadi biang keladi nomor satu. Biasanya, ketika suami-istri bertengkar tentang uang, pertengkaran mereka sesunguhnya simbol dari sesuatu yang berbeda. Bisa saja hal itu karena perebutan kekuasaan, perbedaan nilai atau pandangan, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan uang.

Bayangkan apa yang terjadi di masa sulit, jika di masa senang saja Anda dan si dia tak berhenti meributkan soal uang. Ketika masalah ekonomi melanda adalah hal yang wajar bila Anda berdua merasa terombang-ambing sehingga stres tak terhindarkan. Tekanan masalah keuangan biasanya akan berimbas pada hal-hal lain dan menyulut keributan-keributan baru yang tak berhubungan dengan sumber masalah utama, uang. Misalnya, gara-gara salah satu tertekan akibat problem finansial, ia menjadi kehilangan kesabaran dan mudah terpicu amarahnya sehingga stres pun menjalar ke mana-mana. Tanpa disadari, pertengkaran melebar ke bidang-bidang lain yang tak ada hubungannya dengan uang.

2. Anak

Hadirnya buah hati juga potensial menjadi sumber keributan dalam sebuah perkawinan. Bagi pasangan yang memang mengharapkan anak, kelahiran mereka ke dunia tentu membawa suka cita tersendiri. Namun begitu, memiliki anak dapat membawa tekanan tambahan dalam perkawinan karena merawat dan membesarkan anak membutuhkan sebuah tanggung jawab besar. Terjadinya perubahan peran sebagai orang tua, bertambahnya faktor-faktor yang akan membuat Anda dan si dia sulit bersepakat, dan tentu saja berkurangnya waktu untuk menikmati waktu berduaan saja. Kombinasi ini adalah ujian berat bahkan bagi pasangan yang memiliki ikatan kuat.

3. Stres

Stres atau tekanan yang rutin Anda hadapi sehari-hari akan memperburuk masalah-masalah yang sudah ada. Sama seperti tekanan finansial, stres umum yang muncul setiap hari bisa menguji kesabaran dan optimisme, menyebabkan Anda dan si dia semakin kurang saling memberi perhatian.

4. Kesibukan


Tanpa Anda sadari, problem-problem dalam pernikahan muncul akibat ketidakmampuan pasangan dalam mengatur waktu sehingga kesibukan mengambil alih segalanya. Pertama, pasangan yang sangat sibuk kemungkinan besar mendapati diri mereka merasa tertekan, terutama jika dalam beraktivitas sehari-hari tidak didukung oleh konsumsi vitamin dan asupan gizi yang baik, serta tidur yang berkualitas.

Ditambah lagi, kesibukan membuat kedekatan emosional antara suami dan istri kian berkurang karena minimnya waktu untuk dihabiskan bersama. Lambat laun, hati Anda dan si dia akan mulai terpisah meski fisik dekat secara jarak. Jika Anda berdua tak berusaha memperbaiki keadaan dan mengerahkan kekuatan sebagai satu tim yang kompak, Anda dan si dia hanya akan menghabiskan waktu dengan saling tuding dan menyalahkan. Kesibukan memang bisa menjadi sumber masalah, namun itu hanya terjadi jika Anda atau pasangan Anda tak mampu mengatur jadwal dengan baik. Ini sebuah tantangan yang menanti untuk Anda berdua selesaikan dengan bijaksana.

5. Kurang Komunikasi

Penyebab terbesar problem dalam rumah tangga adalah kurangnya komunikasi atau cara berkomunikasi yang buruk. Komunikasi yang buruk akan merusak semua yang telah dengan susah payah Anda bangun berdua di awal pernikahan. Komunikasi yang sehat adalah kunci utama.

6. Kebiasaan Buruk

Kadangkala pasangan bisa menyadari problem-problem dalam perkawinan lebih mudah diatasi jika keduanya mampu mengenali kebiasaan buruk masing-masing dan berusaha keras menghilangkannya. Misalnya, Anda lebih memilih diam ketika pasangan dengan malasnya membiarkan sepatu, baju, koran, atau buku-bukunye berserakan di mana-mana. Atau, Anda punya kebiasaan buruk selalu mengkritik dengan keras tindakan, pemikiran, ucapan, atau bahkan ide pasangan tanpa mempertimbangkan perasaannya. Pada dasarnya tipe masalah yang berasal dari kebiasaan buruk ini sangat bisa diatasi. Bahkan jika hanya salah satu pihak yang punya kesadaran untuk melakukan perubahan karena perubahan sesedikit apa pun akan menciptakan kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Jadi, jangan ragu berubah menjadi seseorang yang lebih baik demi si dia yang Anda cintai.
 
hmm...

utk pengantin baru y...

kira2.. Usia pengaruh ga ntar ce ?

misal nya uda kawin lama gt.. ( dalam hal penampilan )..
 
hmm...

utk pengantin baru y...

kira2.. Usia pengaruh ga ntar ce ?

misal nya uda kawin lama gt.. ( dalam hal penampilan )..

kalo usia sih.. gak terlalu, ya.. tapi pola pikir itu yang perlu dikontrol juga. makanya, dalam pernikahan dibutuhkan tingkat PENGERTIAN yang tinggi :D
 
Uang ???

uang bukan segalanya tapi segala kebutuhan hidup butuh uang :D

Tapi uang tidak bisa menjamin kebahagiaan loh ... (pengalaman berbicara nih :-bd)
 
^
money is everything, Kang Cimo, tidak bisa kita menghindarinya..
ada yang bilang Uang bukan segalanya.. namun.. ketika anak jatuh sakit.. biaya dokter, bayarnya pakai apa? yaaa sukur-sukur kalo tuh dokter mau dibayar pakai daun kelor!!
kalau minta uang beneran gimana?? nyawa anak gak tertolong... -_-a

ntu satu contoh kecil, tapi pelik tentang Money is Everything....

belom lagi biaya lainnya.. apalagi di jaman serba sulit dan harga cabai pun meninggi.. ;))
makanya aku sih nyari pria yang ekonominya baik :D

masalah sekecil ini bisa menyulut emosi, sampai bercerai -_-a
 
^
money is everything, Kang Cimo, tidak bisa kita menghindarinya..
ada yang bilang Uang bukan segalanya.. namun.. ketika anak jatuh sakit.. biaya dokter, bayarnya pakai apa? yaaa sukur-sukur kalo tuh dokter mau dibayar pakai daun kelor!!
kalau minta uang beneran gimana?? nyawa anak gak tertolong... -_-a

ntu satu contoh kecil, tapi pelik tentang Money is Everything....

belom lagi biaya lainnya.. apalagi di jaman serba sulit dan harga cabai pun meninggi.. ;))
makanya aku sih nyari pria yang ekonominya baik :D

masalah sekecil ini bisa menyulut emosi, sampai bercerai -_-a

heheheh as I said before...

Uang bukan segalanya... Tapi segalanya butuh uang ...

Dan uang hanya bisa mempermudah dan menfasilitasi saja, toh yang merasakan adalah hati kita, We cannot buy happiness......

SO... Money is not everything, but everything need money :-bd

Contohnya pengemis bahagia ini nih :
images

Atau yang ini :
images


>:D<
 
aahh yaahh.. semuanya saling membutuhkan dan dibutuhkan.. ;))
gak perlu nyari yang tajir, asal dia pekerja keras dan jujur :)
 
aahh yaahh.. semuanya saling membutuhkan dan dibutuhkan.. ;))
gak perlu nyari yang tajir, asal dia pekerja keras dan jujur :)

Nah ini...

laik dis lah :-bd

materi merupakan titipan dunia semata ....

namun keluarga adalah titipan dunia dan akhirat :)
 
Nah ini...

laik dis lah :-bd

materi merupakan titipan dunia semata ....

namun keluarga adalah titipan dunia dan akhirat :)

untuk menjaga keluarga.. materi pun.. mau tak mau harus dicari dan kita membutuhkannya..
seperti contoh kecil...

aku sekarang lg nabung untuk beli susu anak.. kasian.. gizinya gak optimal!!
 
untuk menjaga keluarga.. materi pun.. mau tak mau harus dicari dan kita membutuhkannya..
seperti contoh kecil...

aku sekarang lg nabung untuk beli susu anak.. kasian.. gizinya gak optimal!!

betul, dan kita harus berusaha dan berdoa... InsyaAllah pasti ada rejekinya :-bd

Jadi inget masa susah dulu, pertama kali lulus kuliah saya langsung bekerja menjadi seorang mekanik montir mobil di bengkel teman dengan gaji 450 rb sebulan.
terus jadi programmer visual foxpro di sebuah perusaha roti yang sedang berkembang dengan gaji 1.200k, lalu dengan mencari sambilan menjadi programmer freelance utnuk program perhotelan dan restoran.
Dan sekarang jadi database administrator oracle di perusahaan nasional yang tersedia di beberapa kota, dengan gaji alhamdulillah.

So perjalanan hidup ini saya tempuh dari NOL.
meski orang tua lebih dari berkecukupan tapi saya tahu ALLAH sudah menyuratkan takdir dan rejeki untuk semua.

Dan inilah saya, hanya seorang biasa yang diberi amanah menjadi seorang database administrator oracle dengan sertifikasi Windows Server dan Oracle Internasional yang senang post di IF...
Dan Alhamdulillah, puji syukur ke khadirat Mu Ya Allah... :-bd

Saya percaya dengan kekuatan doa dan usaha teh... berbagai cobaan dan kelamnya masa lalu membuat saya seperti sekarang ini dan saya berani berkata :

UANG BUKAN SEGALANYA, NAMUN SEGALANYA BUTUH UANG.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.