Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Kaskus DeYudi69 -Halo sobat IFers dimana pun berada, apa kabarnya nih? Semoga sering dalam keadaan baik-baik saja ya.
Bisa dibilang ane anak kota rasa desa wkwkwk, soalnnya beberapa waktu yg udah ane lewati sempat tinggal di kota & sebagiannya lagi ane habiskan di desa, tanah kelahiran ane.
Jelas, menurut ane pribadi kehidupan di desa yg paling berkesan & nggak dapat dilupain, khususnya masa kecil ane yg suka berburu belalang & capung bersama teman-teman sepermainan ane.
Pada masa itu antara tahun 1999 hingga tahun 2000-an, populasi belalang & capung di desa ane masih sangat banyak, bahkan bila lagi musim capung tiba, halaman rumah ane penuh dengan capung yg beterbangan. Oh iya, ane lahir & akbar di Pulau Bali.
Sekarang populasi capung semakin sedikit bahkan untuk dapat melihat capung yg sedang hinggap di ranting pohon pun sudah beruntung. Hal ini terjadi karena para petani padi sudah memperpakai traktor & juga pupuk kimia dalam mengolah sawahnya, yg menciptakan larva atau bibit capung yg ada di sawah jadi mati. Beda dengan waktu ane masih kecil dulu, para petani masih membajak sawahnya dengan sapi & tidak memperpakai pupuk kimia seperti sekarang ini.
Nah, sekarang ane mau berbagi nama-nama capung yg ada di Bali. Masing masing daerah mungkin memiliki nama yg berbeda-beda, jadi kalau Gan-Sis memiliki atau mengetahui nama yg berbeda sesuai dengan daerah Gan-Sis, boleh tulis di kolom komentar ya.
Berikut ini nama-nama capung yg ada di Bali versi ane :
1. Capung Bangkok
sumber gambar
Ane sendiri nggak tau kenapa capung ini diberi nama capung bangkok, mungkin karena capung tipe ini terbilang kuat & cukup agresif, sama halnya seperti ayam bangkok mungkin ya. Capung ini biasanya ane tangkep buat ane pelihara, bahkan dulu capung tipe ini dapat dijadikan camilan yg gurih dengan cara digoreng atau dipanggang di atas bara api, rasanya renyah-renyah gitu deh.
2. Capung Gantung
sumber gambar
Sesuai dengan namanya, capung ini sangat suka bertengger atau hinggap di ujung alang-alang atau ujung rumput dengan posisi menggantung atau terlihat sedang bergelantungan. Baik capung gantung maupun capung bangkok merupakan tipe capung yg kuat & capung kanibal Gan-Sis, karena capung ini juga memakan tipe capung lainnya yg berukuran lebih kecil.
3. Capung Gegitik
sumber gambar
Nah, capung inilah yg ane bilang biasanya dimangsa oleh capung bangkok & juga capung gantung, ukurannya lebih kecil & biasanya capung ini terbang rendah di atas rerumputan, untuk menangkapnya ane mengpakai sapu lidi. Lain halnya dengan capung bangkok & capung gantung, kedua tipe capung ini dapat terbang hingga ketinggian 5 meter lebih.
Waktu kecil ane biasanya mengpakai capung gegitik ini sebagai umpan untuk menangkap capung bangkok & capung gantung, caranya yaitu dengan mengikat capung gegitik di ujung batang sapu lidi atau ujung batang janur, kemudian ane cari capung bangkok atau capung gantung yg sedang hinggap di rumput atau ranting pohon, trus ane putari capung
tersebut dengan capung gegitik yg sudah diikat tadi sambil ngucapin kata-kata yg entah apa artinya yaitu kode-kode kodean wkwkwk nostalgia banget dah.
4. Capung Gula
sumber gambar
Nah, kalau capung ini dari dulu hingga sekarang memang terbilang susah & jarang di temukan di desa ane, warnanya yg merah seperti gula jawa yg menciptakannya diberi nama capung gula.
5. Capung Medi atau Capung Memedi
sumber gambar
Nah, beda dengan 4 tipe capung di atas, capung memedi ini memiliki ukuran
yg kecil badannya kurus & hampir terlihat seperti batang korek api. Orang tua jaman dulu bilang, kalau melihat capung ini di kebun atau di sungai, sebaiknya segera pulang ke rumah, karena mitosnya sesuai dengan nama capung ini, dimana kita melihat capung memedi berarti di sana sedang ada medi atau memedi wkwkwk. Entahlah Gan-Sis, hingga sekarang pun mitos tersebut masih dipercaya di daerah ane.
6. Capung Gobog atau Capung Gobogan
sumber gambar
Nah tipe capung yg satu ini dapat dibilang rajanya capung Gan-Sis, karena ukurannya lumayan besar, dapat sebesar burung dara bahkan lebih, keberadaannya pun sangat jarang & susah ditemukan, biasanya ada di kedalaman hutan. Mungkin capung ini sudah ada sejak jaman purba dulu & sekarang mungkin sudah punah.
Sekian dahulu thread ane kali ini, hingga jumpa lagi di thread ane selanjutnya ya.
Baca juga : Generasi Muda Wajib Tahu Musik Keroncong?
Penulis : DeYudi69
Sumber referensi : opini pribadi
Hari ini 01:34Bisa dibilang ane anak kota rasa desa wkwkwk, soalnnya beberapa waktu yg udah ane lewati sempat tinggal di kota & sebagiannya lagi ane habiskan di desa, tanah kelahiran ane.
Jelas, menurut ane pribadi kehidupan di desa yg paling berkesan & nggak dapat dilupain, khususnya masa kecil ane yg suka berburu belalang & capung bersama teman-teman sepermainan ane.
Pada masa itu antara tahun 1999 hingga tahun 2000-an, populasi belalang & capung di desa ane masih sangat banyak, bahkan bila lagi musim capung tiba, halaman rumah ane penuh dengan capung yg beterbangan. Oh iya, ane lahir & akbar di Pulau Bali.
Sekarang populasi capung semakin sedikit bahkan untuk dapat melihat capung yg sedang hinggap di ranting pohon pun sudah beruntung. Hal ini terjadi karena para petani padi sudah memperpakai traktor & juga pupuk kimia dalam mengolah sawahnya, yg menciptakan larva atau bibit capung yg ada di sawah jadi mati. Beda dengan waktu ane masih kecil dulu, para petani masih membajak sawahnya dengan sapi & tidak memperpakai pupuk kimia seperti sekarang ini.
Nah, sekarang ane mau berbagi nama-nama capung yg ada di Bali. Masing masing daerah mungkin memiliki nama yg berbeda-beda, jadi kalau Gan-Sis memiliki atau mengetahui nama yg berbeda sesuai dengan daerah Gan-Sis, boleh tulis di kolom komentar ya.
Berikut ini nama-nama capung yg ada di Bali versi ane :
1. Capung Bangkok
sumber gambar
Ane sendiri nggak tau kenapa capung ini diberi nama capung bangkok, mungkin karena capung tipe ini terbilang kuat & cukup agresif, sama halnya seperti ayam bangkok mungkin ya. Capung ini biasanya ane tangkep buat ane pelihara, bahkan dulu capung tipe ini dapat dijadikan camilan yg gurih dengan cara digoreng atau dipanggang di atas bara api, rasanya renyah-renyah gitu deh.
2. Capung Gantung
sumber gambar
Sesuai dengan namanya, capung ini sangat suka bertengger atau hinggap di ujung alang-alang atau ujung rumput dengan posisi menggantung atau terlihat sedang bergelantungan. Baik capung gantung maupun capung bangkok merupakan tipe capung yg kuat & capung kanibal Gan-Sis, karena capung ini juga memakan tipe capung lainnya yg berukuran lebih kecil.
3. Capung Gegitik
sumber gambar
Nah, capung inilah yg ane bilang biasanya dimangsa oleh capung bangkok & juga capung gantung, ukurannya lebih kecil & biasanya capung ini terbang rendah di atas rerumputan, untuk menangkapnya ane mengpakai sapu lidi. Lain halnya dengan capung bangkok & capung gantung, kedua tipe capung ini dapat terbang hingga ketinggian 5 meter lebih.
Waktu kecil ane biasanya mengpakai capung gegitik ini sebagai umpan untuk menangkap capung bangkok & capung gantung, caranya yaitu dengan mengikat capung gegitik di ujung batang sapu lidi atau ujung batang janur, kemudian ane cari capung bangkok atau capung gantung yg sedang hinggap di rumput atau ranting pohon, trus ane putari capung
tersebut dengan capung gegitik yg sudah diikat tadi sambil ngucapin kata-kata yg entah apa artinya yaitu kode-kode kodean wkwkwk nostalgia banget dah.
4. Capung Gula
sumber gambar
Nah, kalau capung ini dari dulu hingga sekarang memang terbilang susah & jarang di temukan di desa ane, warnanya yg merah seperti gula jawa yg menciptakannya diberi nama capung gula.
5. Capung Medi atau Capung Memedi
sumber gambar
Nah, beda dengan 4 tipe capung di atas, capung memedi ini memiliki ukuran
yg kecil badannya kurus & hampir terlihat seperti batang korek api. Orang tua jaman dulu bilang, kalau melihat capung ini di kebun atau di sungai, sebaiknya segera pulang ke rumah, karena mitosnya sesuai dengan nama capung ini, dimana kita melihat capung memedi berarti di sana sedang ada medi atau memedi wkwkwk. Entahlah Gan-Sis, hingga sekarang pun mitos tersebut masih dipercaya di daerah ane.
6. Capung Gobog atau Capung Gobogan
sumber gambar
Nah tipe capung yg satu ini dapat dibilang rajanya capung Gan-Sis, karena ukurannya lumayan besar, dapat sebesar burung dara bahkan lebih, keberadaannya pun sangat jarang & susah ditemukan, biasanya ada di kedalaman hutan. Mungkin capung ini sudah ada sejak jaman purba dulu & sekarang mungkin sudah punah.
Sekian dahulu thread ane kali ini, hingga jumpa lagi di thread ane selanjutnya ya.
Baca juga : Generasi Muda Wajib Tahu Musik Keroncong?
Penulis : DeYudi69
Sumber referensi : opini pribadi