Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Seperti yg kita tau, pemerintah sudah menerima 18 juta bahan baku vaksin Sinovac sejak Desember 2020 kemarin. Penerimaan bahan baku vaksin tersebut tentunya bertahap, mulai dari 1,2 juta vaksin, 1,8 juta, & terakhir pemerintah sudah menerima 15 juta bahan baku vaksin tersebut pada Selasa kemarin (12/01). Vaksin jadinya sendiri pun beberapa sudah disuntikkan ke beberapa tokoh macam Presiden Joko Widodo (Jokowi), Raffi Ahmad, Menkes Budi Sadikin, & lain sebagainya.
Sumber : kompas.com
Apakah vaksin yg masuk cuma Sinovac aja? Oh tentu tidak. Kedepannya bakalan ada juga brand vaksin lain di Indonesia macam Pfizer-BioNTech, Sinopharm, AstraZeneca, Novavax, Covax-Gavi, Moderna, & tentunya Bio Farma dengan vaksin Merah Putih-nya.
Khusus vaksin Pfizer-BioNTech, hingga sekarang vaksin tersebut masih belum masuk ke Indonesia dikarenakan masih terkendala sama negosiasi pemerintah Indonesia & Pfizer terkait kekebalan hukum Pfizer di Indonesia kalau vaksin buatannya terjadi hal-hal yg tidak diharapkan.
Sumber : bbc.com
Reaksi masyarakat terkait masuknya vaksin Sinovac pun bermacam-macam, ada yg gembira bukan kepalang, ada juga yg masih netral karena hal-hal tertentu, serta ada juga yg masih sinis sama vaksin yg satu itu.
Nah, ngomongin soal orang yg sinis itu, saya mau kasih 6 alasan orang-orang sini pada sinis sama vaksin Sinovac. Buat yg penasaran, silahkan lanjut baca thread ini.
1. Buatan Tiongkok
Sumber : mactrast.com
Beberapa masyarakat Indonesia tentunya masih ada aja yg sinis sama barang-barang buatan Tiongkok. Alasannya ya tentu karena barang-barang buatan Tiongkok cenderung tidak awet.
Saya akui, memang ada juga sih barang-barang buatan Tiongkok yg gak awet, cuma ya gak semuanya kayak gitu juga. Masih banyak juga kok barang-barang buatan Tiongkok yg gak kalah keren & awet dibanding barang-barang buatan non-Tiongkok macam laptop sama iPhone yg kalian pakai. iPhone gitu-gitu buatan Foxconn yg berbasis di Tiongkok lho guy, hehehe.
Sumber : elephant-room.com
Kedepannya, saya juga berharap semoga vaksin Sinovac & lainnya bener-bener dapat menolong meningkatkan imunitas masyarakat Indonesia dalam menghadapi wabah Covid-19 yg kian hari makin parah aja.
2. Kurang Wawasan
Sumber : wahanabelajar.com
Alasan yg kedua ini, kalo dipertahankan terus-terusan, lama-lama dapat bikin perselisihan juga lho. Bagaimana tidak? Orang-orang yg wawasannya masih kurang ini tentunya sangat mudah sekali untuk menerima informasi yg masih simpang siur. Setelah dia menerima informasi simpang siur tersebut, orang model begitu ya bakalan percaya-percaya aja sama tuh informasi sampe kapanpun.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tentu harus lebih getol lagi dalam mengerjakan pengenalan terkait vaksinasi Covid-19 atau apapun program mereka. Untuk masyarakatnya sendiri, tentu harus perbanyak juga wawasan terkait vaksinasi Covid-19 atau apapun itu, supaya kalian jadi tidak mudah untuk disetir sama provokator melalui informasi simpang siur yg diberikannya itu.
Seperti mengatakan para SJW, please educate yourself.......!
3. Emang Udah Benci Buta Aja sama Tiongkok
Sumber : thetimes.co.uk
Namanya benci buta mah, mau dia ngelakuin sesuatu yg positif ataupun enggak, ujung-ujungnya bakalan benci aja terus. Satu-satunya cara buat ngilangin sifat benci buta ya balik lagi ke educate yourself.
4. Efikasi yg (Katanya) Terbilang Rendah
Sumber : cnnindonesia.com
Seperti yg kita tau, efikasi vaksin Sinovac yg ada di Indonesia mencapai 65,3%. Di negara lain macam Turki, efikasi vaksin Sinovac dapat mencapai 91%, sedangkan di Brazil sendiri, Sinovac memiliki efikasi mencapai 50,4% berdasarkan uji klinis keduanya.
Apakah efikasi 65,3% di Indonesia itu terbilang rendah? Well, enggak juga. Dengan hasil efikasi segitu, berarti persentase orang yg imunnya kebal akan serangan Covid-19 ya 65,3% dari total penerima vaksin (dengan catatan, semua pakai vaksin Sinovac). Hal tersebut tentu masih lebih baik ketimbang tidak ada vaksinasi sama sekali. Untuk lebih jelasnya, mungkin kalian dapat klik salah satu thread Twitter dari @febrinasugianto di bawah ini.
Lagipula, angka tersebut juga sudah sesuai dengan standar atau ambang batas efikasi yg ditetapkanOrganisasiKesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 50 persen kok. Jadi, apa yg perlu ditakutin coba?
Lagipula, vaksin yg bakal ke sini gak cuma Sinovac doang kok, iya gak?
5. Termasuk Golongan Antivaksin
Sumber : independent.co.uk
Kalo alasan yg ini mah, tentu semua vaksin bakalan ditolak juga sih. Cara mengantisipasinya? Ya kalian cekokin aja materi pengenalan pemerintah soal vaksinasi sama informasi-informasi terkait vaksinasi.
Kalo gak berhasil juga? Ya udah, biarin dia seleksi alam aja, beres toh.
6. Sekedar Pengen Memprovokasi Aja
Sumber : bidikdata.com
Buat kalian kalo sewaktu-waktu ada provokator kayak begini, mending jauhin aja alias gak usah diwaro. Entar juga capek sendiri tuh orang.
Penutup
Mungkin cukup sekian aja thread kali ini & kalau ada salah-salah mengatakan di thread ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Cukup sekian & terima kasih.
Referensi Thread :
Hari ini 13:22
Sumber : kompas.com
Apakah vaksin yg masuk cuma Sinovac aja? Oh tentu tidak. Kedepannya bakalan ada juga brand vaksin lain di Indonesia macam Pfizer-BioNTech, Sinopharm, AstraZeneca, Novavax, Covax-Gavi, Moderna, & tentunya Bio Farma dengan vaksin Merah Putih-nya.
Khusus vaksin Pfizer-BioNTech, hingga sekarang vaksin tersebut masih belum masuk ke Indonesia dikarenakan masih terkendala sama negosiasi pemerintah Indonesia & Pfizer terkait kekebalan hukum Pfizer di Indonesia kalau vaksin buatannya terjadi hal-hal yg tidak diharapkan.
Sumber : bbc.com
Reaksi masyarakat terkait masuknya vaksin Sinovac pun bermacam-macam, ada yg gembira bukan kepalang, ada juga yg masih netral karena hal-hal tertentu, serta ada juga yg masih sinis sama vaksin yg satu itu.
Nah, ngomongin soal orang yg sinis itu, saya mau kasih 6 alasan orang-orang sini pada sinis sama vaksin Sinovac. Buat yg penasaran, silahkan lanjut baca thread ini.
1. Buatan Tiongkok
Sumber : mactrast.com
Beberapa masyarakat Indonesia tentunya masih ada aja yg sinis sama barang-barang buatan Tiongkok. Alasannya ya tentu karena barang-barang buatan Tiongkok cenderung tidak awet.
Saya akui, memang ada juga sih barang-barang buatan Tiongkok yg gak awet, cuma ya gak semuanya kayak gitu juga. Masih banyak juga kok barang-barang buatan Tiongkok yg gak kalah keren & awet dibanding barang-barang buatan non-Tiongkok macam laptop sama iPhone yg kalian pakai. iPhone gitu-gitu buatan Foxconn yg berbasis di Tiongkok lho guy, hehehe.
Sumber : elephant-room.com
Kedepannya, saya juga berharap semoga vaksin Sinovac & lainnya bener-bener dapat menolong meningkatkan imunitas masyarakat Indonesia dalam menghadapi wabah Covid-19 yg kian hari makin parah aja.
2. Kurang Wawasan
Sumber : wahanabelajar.com
Alasan yg kedua ini, kalo dipertahankan terus-terusan, lama-lama dapat bikin perselisihan juga lho. Bagaimana tidak? Orang-orang yg wawasannya masih kurang ini tentunya sangat mudah sekali untuk menerima informasi yg masih simpang siur. Setelah dia menerima informasi simpang siur tersebut, orang model begitu ya bakalan percaya-percaya aja sama tuh informasi sampe kapanpun.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah tentu harus lebih getol lagi dalam mengerjakan pengenalan terkait vaksinasi Covid-19 atau apapun program mereka. Untuk masyarakatnya sendiri, tentu harus perbanyak juga wawasan terkait vaksinasi Covid-19 atau apapun itu, supaya kalian jadi tidak mudah untuk disetir sama provokator melalui informasi simpang siur yg diberikannya itu.
Seperti mengatakan para SJW, please educate yourself.......!
3. Emang Udah Benci Buta Aja sama Tiongkok
Namanya benci buta mah, mau dia ngelakuin sesuatu yg positif ataupun enggak, ujung-ujungnya bakalan benci aja terus. Satu-satunya cara buat ngilangin sifat benci buta ya balik lagi ke educate yourself.
4. Efikasi yg (Katanya) Terbilang Rendah
Sumber : cnnindonesia.com
Seperti yg kita tau, efikasi vaksin Sinovac yg ada di Indonesia mencapai 65,3%. Di negara lain macam Turki, efikasi vaksin Sinovac dapat mencapai 91%, sedangkan di Brazil sendiri, Sinovac memiliki efikasi mencapai 50,4% berdasarkan uji klinis keduanya.
Apakah efikasi 65,3% di Indonesia itu terbilang rendah? Well, enggak juga. Dengan hasil efikasi segitu, berarti persentase orang yg imunnya kebal akan serangan Covid-19 ya 65,3% dari total penerima vaksin (dengan catatan, semua pakai vaksin Sinovac). Hal tersebut tentu masih lebih baik ketimbang tidak ada vaksinasi sama sekali. Untuk lebih jelasnya, mungkin kalian dapat klik salah satu thread Twitter dari @febrinasugianto di bawah ini.
Lagipula, angka tersebut juga sudah sesuai dengan standar atau ambang batas efikasi yg ditetapkanOrganisasiKesehatan Dunia (WHO) yakni minimal 50 persen kok. Jadi, apa yg perlu ditakutin coba?
Lagipula, vaksin yg bakal ke sini gak cuma Sinovac doang kok, iya gak?
5. Termasuk Golongan Antivaksin
Sumber : independent.co.uk
Kalo alasan yg ini mah, tentu semua vaksin bakalan ditolak juga sih. Cara mengantisipasinya? Ya kalian cekokin aja materi pengenalan pemerintah soal vaksinasi sama informasi-informasi terkait vaksinasi.
Kalo gak berhasil juga? Ya udah, biarin dia seleksi alam aja, beres toh.
6. Sekedar Pengen Memprovokasi Aja
Sumber : bidikdata.com
Buat kalian kalo sewaktu-waktu ada provokator kayak begini, mending jauhin aja alias gak usah diwaro. Entar juga capek sendiri tuh orang.
Penutup
Mungkin cukup sekian aja thread kali ini & kalau ada salah-salah mengatakan di thread ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Cukup sekian & terima kasih.
Referensi Thread :
- cnbcindonesia.com/tech/20210112171501-37-215405/ri-belum-amankan-vaksin-pfizer-bio-farma-ungkap-alasannya
- cnnindonesia.com/nasional/20210105163333-20-589783/bpom-umumkan-hasil-uji-klinis-sinovac-efikasi-653-persen
- cnnindonesia.com/internasional/20210113093849-134-592978/alasan-brasil-dua-kali-rilis-hasil-efikasi-vaksin-sinovac
- cnnindonesia.com/internasional/20210113102110-106-593006/menlu-ri-terpilih-pimpin-kerja-sama-vaksin-covid-19-covax
- kabar24.bisnis.com/read/20210112/15/1341849/15-juta-dosis-bahan-baku-vaksin-covid-19-sinovac-tiba-di-indonesia
- cnnindonesia.com/nasional/20210105163333-20-589783/bpom-umumkan-hasil-uji-klinis-sinovac-efikasi-653-persen
- cnnindonesia.com/internasional/20210113093849-134-592978/alasan-brasil-dua-kali-rilis-hasil-efikasi-vaksin-sinovac
- cnnindonesia.com/internasional/20210113102110-106-593006/menlu-ri-terpilih-pimpin-kerja-sama-vaksin-covid-19-covax
- kabar24.bisnis.com/read/20210112/15/1341849/15-juta-dosis-bahan-baku-vaksin-covid-19-sinovac-tiba-di-indonesia
Rekomendasi Thread:
Apakah Benar Kita Dibungkam Rezim?
Benarkah Sistem Bersalah?
Trump Di-Banned Twitter, Pengekangan Kebebasan Berpendapat Kah?
Apakah Benar Kita Dibungkam Rezim?
Benarkah Sistem Bersalah?
Trump Di-Banned Twitter, Pengekangan Kebebasan Berpendapat Kah?
Hari ini 13:22