• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita 6.325 Sekolah Diprioritaskan Terapkan Kurikulum 2013

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
dQXpE.jpg

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, Senin 20 Mei 2013, mengatakan pihaknya siap melakukan penerapan kurikulum 2013 di seluruh sekolah di Indonesia, khususnya sekolah bekas RSBI dan yang dinilai memiliki akreditasi A. Ada sekitar 6.325 sekolah yang siap menjalani kurikulum tersebut.

"Jadi memang sasarannya sekolah eks RSBI dan yang terakreditasi A. Kemudian sasaran implementasi kurikulum 2013 adalah kesiapan distribusi buku dan kriteria berbasis provinsi," ujar Nuh dalam rapat kerja dengan komisi X DPR RI.

Nuh menjelaskan, angka tersebut terbilang jauh dari rencana yang awalnya 102.453 sekolah yang akan menerapkan kurikulum baru itu, dan sekarang di tetapkan hanya menjadi 6.325 sekolah saja.

Berdasarkan catatannya, ada 2598 SD, dengan jumlah guru mencapai 15.629 dan siswa 351.995 dan jumlah buku 3.843.809. Untuk SMP ada 1.436 sekolah dengan jumlah guru 27.045, jumlah siswa 312.597 dan jumlah buku 3.180.060

Sementara itu, SMA ada 1.270 sekolah, dengan guru 5.979 orang, 388.950 siswa dan 1.564.603 buku. Sedangkan SMK ada 1.021 sekolah, 7.109 guru, 516.795 siswa dan 1.564.603 buku.

"Total sekolah 6.325, guru 55.762, siswa 1.570.334 dan jumlah buku 9.767.280," kata Nuh.

Nuh menambahkan, ada 11 produk dokumen kurikulum yang disiapkan, yaitu naskah akademik, rasional pengembangan kurikulum, pedoman implementasi kurikulum, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian.

Kemudian kompetensi inti dan kompetensi dasar SD/MI, kompetensi inti dan kompetensi dasar SMP/MTs, kompetensi inti dan kompetensi dasar SMA/MA, kompetensi inti dan kompetensi dasar SMK/MAK.

"Ini juga yang memakan waktu panjang dengan mengikuti beberapa kali rapat panja dan meminta BPKP untuk meminta penelaahan. Jika seandainya anggaran-anggaran yang sifatnya generik, maka itu BPKP harus kita minta penelaahan. Sekarang BPKP sudah melakukan penelaahan dengan sasaran yang berbeda," kata Nuh.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.