Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
sumber ilustrasi
Puasa di bulan Ramadan adalah salah satu ibadah wajib bagi umat Islam. Di samping itu, dia juga memiliki hikmah untuk penyegaran sel-sel tubuh yg mati.
Perintah puasa tidak cuma berlaku bagi umat Islam, juga bagi umat agama lain seperti, Katolik, Budha, Hindu, Yahudi & Konghucu. Tumbuhanpun mengerjakan puasa dengan mengugurkan daunnya. Sementara beberapa hewan mengerjakannya pada musim dharap dengan berhibernasi. Benda mati seperti pabrik mengerjakan hal ini sekali setahun, atau yg sering disebut "shutdown".
Nah, bagaimana kalau cara berpuasa yg kita lakukan salah? Alih-alih penyegaran, tubuh malahan lemah & lesu. Lalu apa saja tips yg harus kita lakukan selama berpuasa supaya tubuh tetap sehat?
1.Tetap menghidrasi tubuh
Hal utama yg dibutuhkan saat berpuasa adalah menjaga supaya tubuh terhidrasi. Kalau tubuh kekurangan cairan, baru beberapa jam setelah sahur, kita akan kehausan & jadi loyo.
Mungkin kita berpikir akan susah menabung air selama berpuasa. Tapi semua itu dapat dilakukan dengan cara;
Minum minimal dua gelas air putih saat sahur, yakni sebelum makan & sebelum imsyak. Minum minimal dua gelas air putih saat berbuka, yaitu satu gelas saat membatalkan puasa, lalu satu gelas lagi beberapa menit kemudian sebelum kita menikmati makanan ringan. Terakhir minum 4 gelas air putih setelah isya. Hal ini dapat kita lakukan di antara jeda melaksanakan Shalat Tarawih.
2. Tetap beraktivitas
Puasa bukanlah jadi alasan bermalas-malasan apalagi bagi kaum rebahan. Puasa sama seperti ibadah lain tak akan mengganggu aktivitas. Yang olah raga tetap berolah raga, begitu pula dengan kegiatan lain seperti bekerja atau bersekolah (kecuali saat Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini).
Tidur saat berpuasa itu memang jadi ibadah. Tapi tidur kebablasan akan menciptakan tubuh lemah & lesu. Bahkan karena hal ini puasa dapat batal.
3. Bijak saat berbuka
Mungkin dalam benak kita, berbuka menyenangkan itu dengan minuman & makanan dharap. Padahal minuman & makanan itu sangat tak bagus untuk perut yg kosong. Perut kosong harus diisi dengan asupan hangat supaya tak kepayahan memrosesnya jadi energi. Kalaupun tak hangat betul, setidaknya jangan mengandung es. Salah-salah perut jadi kembung & kita jadi lesu.
Pilihan selanjutnya tentu masakan manis. Apalagi banyak di antara produsen makanan, apalagi minuman, sengaja menyitir hadist bahwa berbukalah dengan yg manis. Padahal manis yg dimaksud sebenarnya manis alami, bukan manis buatan, semisal sirop atau makanan yg mengandung gula buatan. Manis buatan akan menciptakan pankreas terkejut. Jadi lebih baik kita mengasup buah kurma & buah alami. Hanya saja buah alami ini juga jangan sembarangkan kita konsumsi, seperti pisang atau jeruk, tetapi pilihlah semangka yg lebih ramah lambung.
Pantangan lainnya kita harus menghindari minuman bersoda saat berbuka. Minuman bersoda menciptakan kembung, bahkan luka lambung. Kalau sudah begini kan tidak enak? Kita juga harus menghindari makanan pedas yg menciptakan perut panas. Jadi solusinya minumlah air putih hangat dan makanlah kurma, atau makanan lain yg mengandung gula alami.
Setelah Shalat Maghrib, barulah kita mangonsumsi makanan berat (nasi & lauk). Setelah isya barulah menuntaskan selera dengan masakan dharap, manis & yg segar-segar lainnya.
4. Bijak saat sahur
Kita harus menghindari makanan kering, pedas, dharap & bersantan pada saat sahur. Sebaiknya kita menggantinya dengan masakan berkuah bening, seperti sop & sayur. Hal ini akan menolong tubuh tetap terhidrasi, juga tak akan menciptakan perut & kerongkongan panas. Setelah makan sahur, kita harus menghindari rebahan karena masakan yg sudah kita konsumsi dapat turun ke kerongkongan.
5.Bijak dengan masakan bukaan
Bila di bulan Ramadhan sebelumnya, pasar beduk menjamur setiap sore. Sekarang ini jadi sepi. Tapi belum tentu dengan pembeli. Padahal belanja masakan yg sudah dimasak rentan dengan penularan Covid-19. Oleh sebab itu, sebaiknya kita kita mengolah sendiri kuliner bukaan. Atau biar pun kita ngebet harap membeli masakan bukaan pinggir jalan, solusinya memasak kembali masakan tersebut supaya virus Covid-19 mati.
Semoga 5 tips tersebut akan menciptakan puasa di bulan Ramadhan ini jadi menyenangkan. Permisi.
-----
Sumber tulisan & opini pribadi