Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jakarta, CNN Indonesia -- Selamat merayakan Hari Kopi Internasional! Ini merupakan momen yg tepat untuk merayakan kekayaan hasil kopi bumi pertiwi.
Jika sehari-hari es kopi susu gula aren biasa menemani, mungkin kali ini Anda perlu memberi perhatian pada biji-biji kopi lokal.
Coba telusuri kedai-kedai kopi terdekat yg menyediakan kopi dengan metode seduh manual (manual brew). Biasanya kedai-kedai ini menyediakan single origin alias kopi yg berasal dari satu wilayah spesifik. Lidah akan diperkenalkan dengan berbagai rasa maupun aroma kopi yg khas. Beda wilayah atau daerah, beda pula citarasa kopinya.
Berikut rekomendasi kopi single origin dari berbagai daerah di Indonesia:
1. Gayo - Aceh
Kedai Kopikina di Tebet, Jakarta Selatan dengan beragam biji kopi lokal salah satunya Gayo Pantan Musara. (CNNIndonesia/ Elise Dwi )
Varian kopi Sumatera begitu digemari berkat aromanya yg kuat. Selain itu, kopi ini memiliki keasaman rendah (low acidity) & cukup kental (medium-high body). Kopi Sumatera cocok untuk memulai hari demi mendapatkan 'tendangan' rasa lebih kuat.
Ada beragam kopi Sumatera salah satunya kopi Gayo khususnya Gayo Pantan Musara. Meski khas dengan body yg tebal, tetapi lewat metode V60 Anda dapat meminta barista untuk menurunkan kepekatan rasa sehingga kopi lebih ringan. Biasanya tekstur gilingan biji kopi akan dibuat lebih kasar.
Dari aroma, tercium asam (acid) tetapi tipis. Untuk rasa, kedai Kopikina di Tebet, Jakarta Selatan, memberikan catatan bahwa kopi memiliki cita rasa leci, nanas & floral. Namun lidah cuma mengenali rasa nanas sekian detik jelang kopi ditelan. Ini bukan hal aneh sebab interpretasi rasa tiap orang berbeda-beda. Cukup mengeluarkan Rp30 ribu untuk satu kopi seduh manual.
Selain Gayo yg sudah populer, ada pula kopi Dolok Sanggul. Sesuai namanya, kopi ini dihasilkan di Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Aroma manis langsung tercium dari kopi satu ini, begitu menggoda untuk segera dinikmati.
Anomali Coffee memberikan catatan bahwa kopi memiliki citarasa karamel, brown sugar & cokelat. Rasa yg cukup dominan di lidah adalah cokelat. Untuk harganya sendiri, kedai membanderol Rp30 ribu (termasuk pajak).
2. Malabar - Jawa Barat
Menyicip kopi Malabar asal Jawa Barat di Chihiro Coffee, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (CNNIndonesia/ Elise Dwi )
Dari Pulau Sumatera kemudian ke Pulau Jawa. Pulau Jawa juga diketahui memiliki banyak daerah penghasil kopi termasuk Jawa Barat. Kedai-kedai kopi di kawasan Jakarta akrab dengan biji-biji kopi asal Jawa Barat termasuk di Chihiro Coffee. Ada dua tipe biji kopi Jawa Barat yakni, Malabar & Kamojang.
Malabar mungkin sudah cukup akrab di telinga para pensayang kopi. Jika tabiat kopi Sumatera menonjol di body, kopi Jawa Barat cenderung seimbang & ramah di lidah. Malabar dengan proses pascapanen full-washed menawarkan aroma manis & rasa acid ringan.
Kemudian untuk rasa yg lebih kaya, Anda dapat menjajal Kamojang. Ada aroma nangka yg khas & rasa yg lebih kaya. Jika dideskripsikan rasanya seperti buah yg difermentasi, ada aftertaste sepat. Anda dapat merasakan sensasi yg diberikan kopi ini dengan harga sekitar Rp 30ribu tiap tipe kopi.
Sulawesi populer dengan kopi Toraja. Kedai Tanamera menyajikan kopi Toraja Sapan dengan cita rasa teh & asam Jawa.(CNNIndonesia/ Elise Dwi )
3. Toraja Sapan - Sulawesi Selatan
Bicara tentang kopi dari Sulawesi, tentu pikiran langsung tertuju pada kopi Toraja. Karakternya mirip dengan kopi Sumatera yakni body tebal & keasaman rendah. Namun Anda dapat meminta barista untuk memodifikasi ketebalan kopi. Di Tanamera Coffee, barista akan menawarkan tipe ketebalan dari low, medium hingga high body. bento 4d
Kopi Toraja Sapan jadi salah satu varian kopi Toraja yg populer. Seduhan low body memberikan nuansa rasa mirip teh yg segar, kemudian rasa asam Jawa (tamarind) yg cukup menonjol. Jika Anda meminta seduhan dengan body tebal baik medium maupun high, akan ada nuansa rasa cokelat meski tipis. Untuk menikmati Toraja Sapan, kedai membanderol dengan harga Rp38 ribu (belum termasuk pajak).
4. Kintamani - Bali
Pulau Dewata tak cuma menawarkan kemolekan pantai & budaya masyarakat setempat yg kental. Bali juga menghasilkan salah satu tipe kopi tersohor yakni kopi Kintamani. Kopi satu ini diketahui memiliki keasaman tinggi (high acidity) & tidak kental (low body). Konsekuensinya, Anda akan merasakan 'tendangan' rasa asam yg kuat & menyegarkan, serta rasa pahit yg cenderung tipis.
Jika lidah cukup peka, Anda akan menemukan rasa asam mirip jeruk, kemudian samar-samar nuansa nutty (kacang-kacangan). Kopi Kintamani dapat disajikan panas tetapi juga sedap diminum dalam kondisi dharap melalui metode Japanese V60.
5. Poco Ranaka - Flores
Berlabuh di wilayah Indonesia timur, Flores juga menyumbangkan biji kopi terbaiknya. Kopi Poco Ranaka dihasilkan dari Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Flores. Saat berkunjung ke kedai Kopikina, kopi tercatat memiliki citarasa anggur hijau, kismis, & floral.
Saat kali perdana disajikan, aroma kopi begitu segar bercampur sedikit manis. Kopi diseduh via metode V60 & dibuat seimbang antara body & keasamannya. Memang ada rasa asam mirip buah meski cukup sulit menemukan padanan buah yg pas. Ini juga karena keterbatasan bunk rasa.
Itulah rekomendasi kopi single origin khas Indonesia.
Sumber: CNN Indonesia
Hari ini 20:33