Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
5 Prinsip Dasar Investasi - Mengapa agan & sista Perlu Memahami Prinsip Dasar Berinvestasi? Kebanyakan orang merasa bingung ketika harap memulai investasi.
Mulai dari mana? Berapa banyak yg perlu Sobat investasikan? Berinvestasi dalam aset apa? Beberapa pertanyaan ini adalah pertanyaan bagus tentang investasi secara umum.
Lebih baik memulai investasi dengan ragu-ragu daripada melompat membabi buta tanpa mengetahui apa-apa. Oleh karena itu, kita harus mulai berinvestasi pada pengetahuan & prinsip yg dapat dipakai untuk menghindari kerugian.
Beberapa prinsip investasi di bawah ini tidak cuma berguna bagi investor baru tetapi juga masih berlaku untuk investor berpengalaman. terkadang mengingat kembali prinsip-prinsip dasar dapat menolong kita mengimplementasikan strategi yg sudah diterapkan.
Berikut adalah lima prinsip dasar investasi yg harus Sobat perhatikan:
Baca juga: Aplikasi Saham terbaik
Tentukan Tujuan, Target, & Prioritas Investasi
Prinsip utama ketika harap berinvestasi adalah memiliki tujuan, target & prioritas investasi yg jelas. Poin ketiga ini akan menolong Sobat menentukan aset, nominal, & frekuensi yg Sobat investasikan. Tujuan & target investasi berkaitan dengan nominal yg harap dicapai & jangka waktu untuk mencapai tujuan tersebut.
Hal ini terkait erat dengan apakah Sobat berinvestasi untuk jangka panjang, menengah, atau pendek. Sobat dapat menentukan tujuan Sobat dengan kerangka kerja SMART (spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, & berbasis waktu) yg Spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, & terikat waktu. Misalnya, kalau Sobat memiliki tujuan akbar & memilih 7 tahun untuk mencapainya, Sobat dapat menyebarkan investasi Sobat ke aset berisiko tinggi atau sedang dengan potensi tinggi di masa depan (aset kripto, saham).
Di sisi lain, prioritas investasi berkaitan erat dengan keadaan keuangan Sobat saat ini. Jika Sobat tidak memiliki dana darurat & tabungan terkait kebutuhan yg lebih mendesak, otomatis investasi jadi prioritas rendah. Selalu utamakan dana untuk kebutuhan. Ketika ini selesai, Sobat dapat fokus pada prioritas membangun portofolio investasi.
Gunakan Uang Dharap
Kesalahan yg dilakukan oleh banyak investor baru (bahkan yg sudah berpengalaman) adalah mengpakai uang untuk kebutuhan sehari-hari untuk tujuan investasi. Hal ini biasanya dilakukan karena godaan keuntungan akbar & langsung.
Ini biasa terjadi di industri aset kripto. Berbagai kisah sedih dapat Sobat temukan di media sosial Twitter seperti seseorang yg mengpakai tabungan keluarga untuk investasi & tiba-tiba kehilangan segalanya.
Pelajaran yg dapat kita ambil di sini adalah untuk sering mengpakai cold cash untuk berinvestasi. Istilah "uang dharap" adalah uang yg menganggur & tidak Sobat pakai untuk kebutuhan sehari-hari. Prinsip ini dilakukan untuk mengurangi risiko efek domino dari mengalami kerugian dalam berinvestasi.
Manajemen Risiko
Aktivitas investasi memiliki risiko yg bergantung pada aset investasi yg Sobat pilih. Berinvestasi dalam bisnis, real estat, reksa dana, saham, & kripto memiliki tingkat risiko, kerugian, & kelebihannya sendiri.
Mengelola risiko juga erat kaitannya dengan keadaan keuangan Sobat. Berinvestasi dalam aset berisiko tinggi bukanlah opsi bagi semua orang. Setiap orang juga memiliki toleransi kehilangan yg berbeda-beda. Oleh karena itu, pemilihan instrumen investasi yg tepat merupakan bagian dari manajemen risiko.
Manajemen risiko menolong Sobat menyesuaikan investasi dengan keadaan keuangan Sobat. Berinvestasi tidak harus seperti judi, Sobat dapat memilih instrumen investasi yg berisiko rendah supaya Sobat yakin dengan opsi Sobat.
Jadi, Sobat harus memutuskan sendiri seberapa akbar risiko yg dapat Sobat terima? Berapa persentase kemungkinan kerugian yg bersedia Sobat toleransi?
Kenali Profil Investor Dirimu Sendiri
Menurut Benjamin Graham, mentor investor terkenal Warren Buffett, setiap orang harus tahu sisi investor masing-masing. Secara biasa ada dua profil investor yaitu investor aktif & investor pasif. Graham menyebut kedua profil ini sebagai "investor giat" & "investor defensif".
Elemen penting yg membedakan keduanya adalah usaha & waktu. Menjadi investor aktif atau investor giat berarti kita bersedia meluangkan waktu untuk mempelajari tipe aset yg harap kita beli secara detail & memastikan kita memahami dinamika pasar, analisis fundamental & teknikal.
Di sisi lain, investor pasif atau investor defensif tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk meneliti & dapat memilih instrumen investasi yg lebih stabil. Investor profil ini tidak akan mendapatkan keuntungan akbar tetapi jumlahnya stabil.
Hal ini menimbulkan pertanyaan yg harus dijawab oleh setiap investor.
Seberapa bersedia Sobat untuk mencurahkan waktu & upaya untuk investasi Sobat? Jika Sobat tidak dapat atau tidak harap mengerjakan riset sendiri, lebih baik Sobat jadi investor pasif & memilih aset "stabil" seperti reksa dana pasar uang, saham blue chip, obligasi, & deposito.
Di sisi lain, kalau Sobat harap memulai bisnis, Sobat dapat jadi investor aktif yg meneliti saham atau aset kripto yg harap Sobat beli.
Diversifikasi
Diversifikasi merupakan salah satu strategi manajemen risiko dalam berinvestasi. Ini juga merupakan salah satu prinsip investasi dasar terpenting yg dipakai oleh investor berpengalaman. Tujuan utama diversifikasi adalah untuk mengurangi risiko kerugian kalau salah satu aset investasi Sobat berkinerja buruk.
Selain itu, diversifikasi juga dilakukan untuk meningkatkan kemungkinan keuntungan. Jika Sobat menyebarkan investasi Sobat di beberapa aset yg berbeda & semuanya naik, Sobat akan mendapatkan lebih banyak keuntungan daripada cuma mengsobatlkan satu.
Secara biasa diversifikasi dapat dibagi jadi dua cara:
1) Menyebarkan dana antara beberapa aset dalam satu tipe instrumen investasi. Contoh: berinvestasi di SOL, ETH, BTC, DEKAT & FTM di industri kripto.
2) Sebarkan dana ke berbagai tipe instrumen investasi. Contoh: berinvestasi di saham, aset kripto, & reksa dana.
Cara perdana adalah untuk mendapatkan pengembalian yg lebih tinggi atas investasi Sobat di industri. Diversifikasi versi ini dilakukan khususnya oleh investor berpengalaman yg sudah memiliki pemahaman rinci tentang aset & dinamika pasar aset. Kelemahan dari strategi ini adalah berisiko tinggi, khususnya bagi investor baru.
Di sisi lain, metode kedua adalah strategi yg ideal bagi investor baru yg takut merugi akbar & tidak harap mendalami instrumen investasi apa pun. Dengan mengerjakan diversifikasi ke berbagai tipe instrumen investasi, risiko Sobat kehilangan semua investasi Sobat sangat kecil.
Namun kelemahan dari metode diversifikasi ini adalah potensi keuntungannya lebih kecil. Strategi yg paling ideal adalah Sobat mengerjakan kedua metode diversifikasi di atas. Hal ini dapat mengurangi risiko kerugian yg akbar sekaligus meningkatkan kemungkinan keuntungan.
Namun, tidak semua orang dapat mengerjakannya karena membutuhkan investasi yg relatif akbar & pemahaman yg mendalam tentang salah satu industri aset investasi. Oleh karena itu, paling tidak lakukan salah satu dari dua cara diversifikasi di atas.
Source: Pintu Academy (Pintu Aplikasi Jual Beli Crypto Terpercaya di Indonesia)
dapatkan informasi Jawa Timur up to date di: Berita Jatim Terkini
Hari ini 19:01