• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

5 Pasukan elite Indonesia yang patut diperhitungkan

wirapedia

IndoForum Beginner D
No. Urut
282669
Sejak
25 Feb 2014
Pesan
604
Nilai reaksi
11
Poin
18
Kehebatan dan kemampuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) telah dikenal dunia. Pasukan ini memiliki pengalaman bertempur dengan pasukan elite Inggris, Special Air Service (SAS) di pedalaman Kalimantan hingga pembebasan sandera pesawat Garuda di Thailand.

Tak hanya itu, dunia juga mulai mengenal Komando Pasukan Katak (Kopaska) dalam evakuasi bangkai pesawat maupun korban ariasai di Laut Jawa, Pangkalan Bun beberapa waktu lalu. Aksi mereka yang tidak dilengkapi alat keselamatan mendapat pujian dari perwira Amerika Serikat (AS) yang ikut dalam misi tersebut.

Di balik nama besar Kopassus dan Kopaska, masih banyak ada beberapa pasukan elite yang berada di bawah kendali ketiga matra TNI. Ketangguhan mereka tak diragukan lagi.

1.Peleton Intai Tempur (Tontainpur)
UMaD1.jpg
Tontainpur merupakan pasukan elite yang berada di bawah Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Para anggotanya diambil dari kesatuan di bawah Kostrad, dan tidak semuanya bisa menjadi bagian dari pasukan ini.

Para prajurit yang bergabung wajib melalui pelatihan berat yang berlangsung selama tujuh bulan lamanya. Kualifikasi yang diberikan juga cukup tinggi, alhasil cuma 500 prajurit saja yang lulus, tak heran jika jumlahnya tak terlalu besar.

Sesuai namanya, para prajurit tak hanya dilatih untuk menguasai kemampuan darat saja, tapi juga laut dan udara. Seluruh latihan dilakukan di markas-markas pasukan elite yang dimiliki TNI, yakni latihan tempur di Gunung Sangga Buana, latihan intelijen/Sandha di Pusdik Passus, latihan teknik tempur bawah air di Satuan Pasukan Katak Armada RI Kawasan Barat dan latihan aplikasi latihan berganda di Situ Lembang.

Seluruh latihan ini untuk menguji kemampuan para prajurit agar efektif di medan tempur. Seluruh tahap tersebut tak cuma diperuntukkan bagi Tamtama, tapi juga Bintara maupun Perwira. Hingga kini, latihan berat Tontainpur hanya mampu meluluskan 100 personel dalam lima gelombang.

2.Detasemen Jala Mangkara (Denjaka)
TieYy.jpg
Denjaka merupakan pasukan elite di bawah garis komando Marinir TNI AL. Mereka yang menjadi bagian dari pasukan ini telah menjalani pelatihan yang sangat berat, setiap tahunnya hanya 50 orang yang lulus dari pelbagai latihan.

Awalnya, para prajurit dilatih keras di kawah candradimuka di Situbondo. Latihan yang berat membuat detasemen ini sempat diperkuat belasan prajurit saja. Mereka yang tak lulus dikembalikan kepada kesatuannya masing-masing.

Sebagai calon prajurit Denjaka, setiap peserta tak cuma dituntut fisik yang prima, tapi juga kecerdasan yang tinggi. Syarat ini diberikan mengingat pasukan ini sering ditugaskan untuk melakukan penyusupan di daerah operasi secara individu maupun kelompok.

Teori yang diberikan juga hanya 20 persen, sisanya dilakukan di hutan, laut dan udara, baik menyusup dengan terjun payung, bergerak lincah di laut, serta bertahan hidup di darat. Tugas-tugas yang diberikan harus dilaksanakan dan diselesaikan secara sempurna, tidak ada kata gagal dalam hal ini.

Dari semua latihan yang pernah dijalani, latihan yang dilakukan di Banyuwangi merupakan yang paling berat. Di mana setiap prajurit diikat kaki dan tangannya dan dibuang ke dalam laut. Dengan keadaan itu, mereka diminta bertahan hidup dan meloloskan diri.

Selanjutnya, mereka tidak dibolehkan membawa perbekalan apapun, termasuk minum saat berlatih di dalam hutan. Selama tiga hari tiga malam, para prajurit tidur di tengah hutan rimba, terkadang lebih dari itu.

Selain fisik, prajurit juga dilatih mental, mulai dari terjun tempur baik siang dan malam, menyelam hingga renang di tengah laut tanpa bantuan apapun. Setelah lulus, mereka bisa mendapatkan baret ungu.

3.Satuan Bravo 90 (Sat Bravo-90)
Eqy0.jpg
Dibanding dua kakaknya di Sat-81 TNI AD dan Denjaka TNI AL, Bravo bisa disebut anak bungsu. Den Bravo 90 dibentuk tahun 1990 di Markas Korps Pasukan Khas TNI AU, Margahayu Bandung. Karena lahir di tubuh TNI AU, pasukan ini memiliki spesialisasi antiteror udara.

Tak cuma itu, Bravo-90 juga melengkapi personelnya dengan beragam kualifikasi khusus tempur lanjut. Mulai dari combat free fall, scuba diving, pendaki serbu, teknik terjun HALO (High Altitude Low Opening) atau HAHO (High Altitude High Opening), para lanjut tempur, pertempuran jarak dekat dan antiteror.

Pasukan Bravo diseleksi dari anggota Korps Pasukan Khas TNI AU yang telah menyelesaikan pendidikan terjun dan komando. Hanya mereka yang lulusan terbaik bisa bergabung.

4.Batalyon Intai Amfibi (YonTaifib)
Ugb4v.jpg
Sama seperti Denjaka, Yontgaifib merupakan satuan elite Korps Marinir. Satuan ini sebelumnya dikenal dengan nama Komando Intai Para Amfibi (Kipam).

Untuk menjadi bagian di dalamnya, setiap calon anggota harus memenuhi syarat mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Setelah lulus seleksi awal, latihan permulaan yang dilakukan adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km.

Perekrutan prajurit dilakukan secara sukarela dari anggota Marinir yang berada di seluruh bagian tempur, baik infanteri, artileri, kavaleri, bantuan tempur dan pertahanan pangkalan, sebab mereka dianggap telah memiliki teknik pertempuran dasar.

Sama seperti pasukan elite lainnya, metode pelatihan dibagi dalam beberapa tahap dalam tiga matra, yakni darat, laut, udara dan bawah air. Seluruhnya dijalani selama 9 bulan di 8 Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur).

5.Batalyon Raiders TNI AD
eusHC.jpg
Adalah Kepala Staf TNI AD Jenderal Ryamizard Ryacudu yang punya ide membentuk pasukan elite di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam). Maka Ryamizard meningkatkan kualifikasi 10 pasukan infanteri reguler menjadi Raiders. Sebagian personel Raiders dilatih kemampuan antiteror di Pusdik Passus milik Kopassus.

Pasukan ini memiliki kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat, lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut. Kemampuannya tiga kali pasukan infanteri biasa.

Tiap-tiap batalyon ini dilatih untuk memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih untuk melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari helikopter.

Pasukan elite ini diresmikan Jenderal Ryamizard tanggal 22 Desember 2003. Mungkin karena Raiders, Indonesia bisa mendapat predikat negara yang memiliki pasukan elite terbanyak.
 
Kurang tenar, mungkin karena media juga belum banyak tahu tentang mereka
 
saya rasa memang pasukan2 elite dunia tidak perlu terkenal, mereka bukan artis, lagi pula klo mereka terkenal, akan sangat diincar staff nya mungkin untuk dibajak, atau mungkin team nya bisa dipelajari kelemahannya dll sbgnya.
 
ya kalau memang jangok buktikan aja diperang beneran
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.