Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat malam kalian semuanya!
Pada kesempatan yg sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang 5 tipe kanker yg menyerang orang dewasa muda yg patut diwaspadai
Banyak orang beranggapan bahwa kanker adalah penyakit yg identik dengan usia lanjut. Tidak sedikit pula yg merasa bahwa usia 1825 tahun adalah masa paling sehat dalam kehidupan, sehingga risiko penyakit serius seperti kanker dianggap sangat kecil. Padahal, data epidemiologi menunjukkan bahwa kelompok usia dewasa muda tetap memiliki risiko kepada beberapa tipe kanker tertentu.
Menurut National Cancer Institute, kelompok usia remaja & dewasa muda (Adolescents and Young Adults (AYA)) memiliki pola kanker yg berbeda dibandingkan anak-anak maupun lansia. Jenis kanker yg muncul pada usia 1825 tahun bukan sekadar versi muda dari kanker lansia, melainkan memiliki karakteristik biologis & distribusi tipe yg khas.
Thread ini akan membahas tentang 5 tipe kanker yg relatif sering menyerang dewasa muda, lengkap dengan penjelasan ilmiah yg mudah dipahami.
Quote:
Mengapa Kanker pada Dewasa Muda Berbeda?
Sebelum membahas jenis-jenisnya, penting untuk memahami bahwa kanker berkembang akibat akumulasi mutasi genetik pada sel. Pada anak-anak, kanker sering kali berkaitan dengan kekacauan genetik sel karena pembelahan sel yg sangat cepat pada saat pertumbuhan jaringan atau kelainan genetik bawaan. Pada lansia, kanker umumnya muncul akibat akumulasi kerusakan DNA selama puluhan tahun akibat penuaan & paparan lingkungan.
Sementara itu, pada dewasa muda usia 1825 tahun, spektrum kankernya berada di antara keduanya. Berdasarkan laporan dari American Cancer Society, kelompok usia ini lebih sering mengalami kanker seperti kanker testis, limfoma Hodgkin, melanoma, & kanker tiroid. Dalam beberapa dekade terakhir, bahkan terjadi peningkatan kasus kanker usus akbar pada usia di bawah 50 tahun.
Artinya, usia muda bukanlah jaminan bebas risiko kanker.
Quote:
1. Kanker Testis
Kanker testis adalah salah satu kanker paling biasa pada pria usia 2034 tahun. Menurut data dari American Cancer Society, kanker ini termasuk kanker dengan insiden tertinggi pada pria dewasa muda.
Kanker testis biasanya berkembang dari sel germinal yg memproduksi sp3rma. Gejala awalnya sering berupa benjolan atau pembesaran pada salah satu testis, rasa berat pada skrotum, atau nyeri ringan yg sering diabaikan.
Faktor risiko yg sudah diketahui, antara lain riwayat testis tidak turun (kriptorkismus), riwayat keluarga dengan kanker testis, & kelompok ras tertentu (lebih sering pada pria keturunan Eropa).
Kabar baiknya, kanker testis termasuk tipe kanker dengan tingkat kesembuhan tinggi kalau didiagnosis dini. Oleh karena itu, pemeriksaan berdikari testis secara berkala sangat dianjurkan pada pria muda.
Quote:
2. Kanker Tiroid
Kanker tiroid lebih sering terjadi pada wanita muda, meskipun pria juga dapat mengalaminya. Berdasarkan laporan National Cancer Institute, kanker tiroid merupakan salah satu kanker yg paling biasa pada kelompok AYA.
Sebagian akbar kanker tiroid pada usia muda adalah tipe papiler, yg cenderung memiliki prognosis baik. Gejalanya meliputi benjolan di leher, suara serak yg menetap, sulit menelan, & pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
Paparan radiasi pada masa kanak-kanak diketahui dapat meningkatkan risiko kanker tiroid. Meskipun demikian, banyak kasus kanker tiroid muncul tanpa faktor risiko yg jelas.
Quote:
3. Limfoma Hodgkin
Limfoma adalah kanker kelenjar getah bening. Salah satu tipe limfoma yg paling sering muncul pada dewasa muda adalah limfoma Hodgkin. Menariknya, penyakit ini memiliki pola insiden bimodal, yaitu puncak perdana terjadi pada usia dewasa muda, & puncak kedua pada usia di atas 55 tahun.
Menurut data dari National Cancer Institute, gejala limfoma Hodgkin umumnya berupa pembengkakan kelenjar getah bening tanpa nyeri (di leher, ketiak, atau selangkangan), demam tanpa sebab yg jelas, berkeringat di malam hari secara berlebihan, & penurunan berat badan.
Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara infeksi virus Epstein-Barr dengan peningkatan risiko limfoma Hodgkin, meskipun prosedur pastinya masih terus diteliti.
Quote:
4. Melanoma (Kanker Kulit)
Melanoma adalah tipe kanker kulit yg berkembang dari sel melanosit. Walaupun kanker kulit sering diasosiasikan dengan usia yg lebih tua, melanoma cukup sering ditemukan pada dewasa muda, khususnya mereka yg memiliki paparan sinar ultraviolet tinggi.
Menurut American Cancer Society, paparan sinar mentari berlebihan & penggunaan tanning bed jadi faktor risiko utama.
Tanda-tanda melanoma dapat dikenali melalui perubahan tidak wajar pada t4hi lalat, dengan mengpakai prinsip ABCDE:
Asymmetry (bentuk t4hi lalat tidak simetris)
Border (tepi t4hi lalat tidak teratur)
Color (warnanya tidak merata)
Diameter (lebih dari 6 mm)
Evolving (berubah ukuran atau warna)
Kesadaran kepada perubahan kulit sangat penting, karena melanoma dapat berkembang cepat & menyebar bila tidak ditangani segera.
Quote:
5. Kanker Usus Besar
Secara tradisional, kanker usus akbar dianggap sebagai penyakit usia lanjut. Namun, laporan ilmiah terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus kanker kolorektal pada usia muda.
Sebuah studi akbar yg dipublikasikan dalam jurnal milik National Cancer Institute menunjukkan tren peningkatan kejadian kanker usus akbar pada kelompok usia di bawah 50 tahun dalam beberapa dekade terakhir.
Faktor-faktor yg diduga berperan meliputi pola makan tinggi daging merah & rendah serat, kegemukan, kurang olahraga, serta perubahan mikrobiota usus.
Gejalanya meliputi perubahan kebiasaan buang air besar, darah dalam tinja, anemia, nyeri perut menetap, & penurunan berat badan tanpa sebab yg jelas.
Karena skrining rutin biasanya dimulai pada usia lebih tua, kasus kanker usus akbar pada dewasa muda sering terdiagnosis pada stadium lebih lanjut.
Quote:
Perbedaan dengan Kanker Anak & Lansia
Perbedaan kanker pada tiga kelompok usia dapat diringkas sebagai berikut:
Anak-anak: Lebih sering mengalami leukemia akut, tumor otak, atau kanker akibat gangguan perkembangan sel.
Dewasa muda (1825 tahun): Lebih sering mengalami kanker testis, limfoma Hodgkin, melanoma, kanker tiroid, & kini meningkatnya kanker kolorektal.
Lansia: Lebih sering mengalami kanker paru-paru, prostat, payudara, & berbagai tipe kanker lainnya akibat akumulasi kerusakan DNA jangka panjang.
Artinya, spektrum kanker memang berubah sesuai fase kehidupan.
Quote:
Mengapa Kesadaran Ini Penting?
Masalah utama pada kanker dewasa muda bukan cuma insidensinya, melainkan juga keterlambatan diagnosis. Banyak gejala awal dianggap sepele karena usia masih muda. Padahal, deteksi dini sangat menentukan tingkat keberhasilan terapi.
Gaya hidup sehat sejak usia muda (seperti menjaga berat badan ideal, aktif berolahraga, menghindari rokok, membatasi alkohol, serta melindungi kulit dari paparan sinar UV) merupakan langkah pencegahan yg memiliki dasar ilmiah kuat.
Quote:
PENUTUP
Kanker bukan penyakit spesifik lansia. Kelompok usia 1825 tahun tetap memiliki risiko kepada tipe kanker tertentu yg khas pada fase kehidupan ini. Kanker testis, kanker tiroid, limfoma Hodgkin, melanoma, & kanker kolorektal adalah 5 contoh kanker yg patut diwaspadai.
Usia muda bukan alasan untuk mengabaikan gejala. Justru, di masa inilah pencerahan kesehatan harus dibangun. Mengenali tanda-tanda awal, memahami faktor risiko, & tidak menunda pemeriksaan medis ketika ada keluhan yg tidak biasa adalah langkah bijak untuk menjaga masa depan tetap sehat.
Semoga thread ini bermanfaat & dapat menambah wawasan untuk kalian
Quote:
SUMBER
American Cancer Society. (2023). Cancer facts & figures 2023. Atlanta, GA: American Cancer Society.
American Cancer Society. (2023). Cancer in young adults (ages 2039). Diperoleh dari: https://www.cancer.org/cancer/types/...ng-adults.html
National Cancer Institute. (2022). Adolescents and young adults with cancer. Bethesda, MD: National Institutes of Health. Diperoleh dari: https://www.cancer.gov/types/aya
Siegel, R. L., Miller, K. D., Wagle, N. S., & Jemal, A. (2023). Cancer statistics, 2023. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 73(1), 1748.
Vuik, F. E. R. et al. Kuipers, E. J. (2019). Increasing incidence of colorectal cancer in young adults in Europe over the last 25 years. Gut, 68(10), 18201826.
@itkgid @pabuaranwetan @multimedia.ptrt