Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
MATA INDONESIA, JAKARTA Sebagai ilmuwan, Albert Einsten bukan cuma memberi sumbangan sangat berharga bagi dunia matematika & fisika zaman ke-20. Sebelum meninggal dia menyatakan menghibahkan otaknya yg menyimpan banyak rahasia untuk diteliti.
Albert Einstein wafat pada 18 April 1955 di University Medical Center,Pricenton, dalam usia 76 tahun.
Setelah jasadnya diautopsi, diam-diam otak lelaki itu diambil tanpa sepengetahuan keluarga.
Hingga kini, tak terhitung banyaknya ilmuwan yg mengerjakan studi & menganalisis organ di dalam kepala salah satu fisikawan era modern.
Awalnya, diduga kejeniusan Einstein disebabkan otaknya yg berbeda. Namun, perlu Kamu ketahui ternyata ada fakta mengejutkan di balik otak si jenius tersebut. Fakta apa sajakah itu?
Berikut 5 Fakta otak Albert Einstein setelah dibedah;
1. Otak Einstein diawetkan di Museum Mutter
Sebelum meninggal, Einstein meminta supaya jenazahnya dikremasi. Ia beralasan tak harap ada kelompok sesat yg akan menyembah jenazahnya.
Nah saat diotopsi sebelum krmasi itulah Thomas Stoltz Harvey, dokter pakar patologi dengan sengaja mengambil otak si jenius & membawanya ke Philadelphia.
Thomas dengan sengaja menyimpan organ otaknya kemudian mengirisiris & menyelidikinya di bawah mikroskop. Ia juga memotret bagian otak Einsteins & menghasilkan 14 foto dari berbagai sudut pandang.
Setelah itu, selama kurang lebih 60 tahun, otak Einstein berpindah pndah tangan & akhirnya mendarat di Museum Mutter.
Museum itu diketahui dengan reputasinya yg gemar mengoleksi bendabenda aneh & terkadang menjijikkan. Dari sekitar 25.000 obyek yg disimpan, cuma beberapa yg dipajang di tempat tertentu. Salah satu objek tersebut adalah otak Einstein yg sudah diawetkan.
2. Kejutan dari Otak Einstein yg dibedah
Otak Einstein yg dipajang di Museum Mutter bukanlah otak utuh. Itu cuma berupa kotak kayu dengan slide kaca yg berisi irisan irisan otak Einstein setelah dibedah sebelumnya.
Setelah mencuri otak Einstein, Thomas Harvey ternyata membedah otak si jenius itu jadi 1000 irisan mikroskopik.
Beberapa tahun kemudian, dilakukanlah studi kepada otak Einstein yg sudah dibedah tersebut. Dari sinilah terungkap hal yg sangat mengejutkan!
Tidak seperti otak orang normal pada umumnya, ternyata otak Einstein sangat ringan. Beratnya cuma 12.247 gram. Sedangkan otak pria dewasa umumnya memiliki berat 13.60 gram.
3. Lipatan Abu Abu Pada Otak Einstein
Einstein juga memiliki lipatan di wilayah abu abu otaknya, tempat pikiran sadar (conscious) berada. Secara khusus, lobus frontal (frontal lobes), wilayah yg berkaitan dengan pikiran abstrak & perencanaan, tak biasanya memiliki lipatan rumit.
Tim ilmuwan menemukan secara keseluruhan, otak Einstein punya lipatan yg jauh rumit di cerebral cortex, materi abuabu tampak di permukaan otak yg bertanggung jawab atas pikiran sadar. Dalam bahasa sederhana, semakin tebal materi abu abu, semakin tinggi IQ seseorang.
Banyak ilmuwan meyakini, makin banyak lipatan, makin banyak area ekstra untuk proses mental yg memungkinkan lebih banyak koneksi antara sel otak. Dengan makin banyaknya koneksi antara bagian yg saling berjauhan dari otak, seseorang akan sanggup menciptakan lompatan mental mengpakai sel sel otak yg jauh untuk menyelesaikan persoalan kognitif.
Sementara prefrontal cortex yg memainkan peranan kunci dalam pikiran abstrak menciptakan perkiraan & perencanaan juga memiliki pola lipatan rumit di otak Einstein. Hal itulah yg mungkin menolong fisikawan itu mengembangkan teori relativitas.
Tak cuma itu, bagian lobus oksipital (occipital lobes) yg bertanggung jawab pada proses visual, juga menunjukkan lipatan ekstra. Lobus parietal (parietal lobes) kiri & kanan Einstein tidak simetris. Meski demikian, belum diketahui pengaruhnya atas kejeniusan ilmuwan itu.
4. Penyebab Otak Einstein Sangat Jenius
Meski otak Einstein sangat ringan, struktur otaknya berbeda dengan struktur otak pria dewasa pada umumnya. Otak Einstein memiliki lebih banyak sel glial yg mendukung otak untuk mempertahankan kemampuan neuron di area-arean tertentu di dalam otak. Hal inilah yg jadi alasan mengapa Einstein dapat sangat jenius.
Ibaratkan mesin motor dengan teknologi super, gasnya digeber hingga mentok dalam waktu yg lama pun tidak akan bermasalah. Seperti itulah kira kira kemampuan yg dimiliki otak Einstein.
5. Otak Kanan & Kiri Einstein yg Sangat Unik
Corpus Callosum Einstein berbeda dengan otak pada umumnya. Melalui riset yg dilakukan peneliti pada 2013 lalu. Setelah membandingkan dengan corpus callosum dari 15 pria tua & 52 pria yg lebih muda & hidup pada tahun 1905 peneliti menemukan bagian corpus callusom yg dimiliki Einstein lebih tebal.
Hal itu mendukung komunikasi antara dua bagian otak yg lebih baik & menciptakan Einstein mempunyai kecerdasan lebih tinggi.
Itulah beberapa fakta menurut penelitian saat otak Einstein dibedah. Ternyata dia memang sudah diberikan Tuhan otak yg berbeda dari otak manusia normal pada umumnya. Konon banyak hasil studi yg kerap bertentangan, sehingga menciptakan otak Einstein jadi pemicu kontroversi bagi penelitian. (Reygita Laura)
Albert Einstein wafat pada 18 April 1955 di University Medical Center,Pricenton, dalam usia 76 tahun.
Setelah jasadnya diautopsi, diam-diam otak lelaki itu diambil tanpa sepengetahuan keluarga.
Hingga kini, tak terhitung banyaknya ilmuwan yg mengerjakan studi & menganalisis organ di dalam kepala salah satu fisikawan era modern.
Awalnya, diduga kejeniusan Einstein disebabkan otaknya yg berbeda. Namun, perlu Kamu ketahui ternyata ada fakta mengejutkan di balik otak si jenius tersebut. Fakta apa sajakah itu?
Berikut 5 Fakta otak Albert Einstein setelah dibedah;
1. Otak Einstein diawetkan di Museum Mutter
Sebelum meninggal, Einstein meminta supaya jenazahnya dikremasi. Ia beralasan tak harap ada kelompok sesat yg akan menyembah jenazahnya.
Nah saat diotopsi sebelum krmasi itulah Thomas Stoltz Harvey, dokter pakar patologi dengan sengaja mengambil otak si jenius & membawanya ke Philadelphia.
Thomas dengan sengaja menyimpan organ otaknya kemudian mengirisiris & menyelidikinya di bawah mikroskop. Ia juga memotret bagian otak Einsteins & menghasilkan 14 foto dari berbagai sudut pandang.
Setelah itu, selama kurang lebih 60 tahun, otak Einstein berpindah pndah tangan & akhirnya mendarat di Museum Mutter.
Museum itu diketahui dengan reputasinya yg gemar mengoleksi bendabenda aneh & terkadang menjijikkan. Dari sekitar 25.000 obyek yg disimpan, cuma beberapa yg dipajang di tempat tertentu. Salah satu objek tersebut adalah otak Einstein yg sudah diawetkan.
2. Kejutan dari Otak Einstein yg dibedah
Otak Einstein yg dipajang di Museum Mutter bukanlah otak utuh. Itu cuma berupa kotak kayu dengan slide kaca yg berisi irisan irisan otak Einstein setelah dibedah sebelumnya.
Setelah mencuri otak Einstein, Thomas Harvey ternyata membedah otak si jenius itu jadi 1000 irisan mikroskopik.
Beberapa tahun kemudian, dilakukanlah studi kepada otak Einstein yg sudah dibedah tersebut. Dari sinilah terungkap hal yg sangat mengejutkan!
Tidak seperti otak orang normal pada umumnya, ternyata otak Einstein sangat ringan. Beratnya cuma 12.247 gram. Sedangkan otak pria dewasa umumnya memiliki berat 13.60 gram.
3. Lipatan Abu Abu Pada Otak Einstein
Einstein juga memiliki lipatan di wilayah abu abu otaknya, tempat pikiran sadar (conscious) berada. Secara khusus, lobus frontal (frontal lobes), wilayah yg berkaitan dengan pikiran abstrak & perencanaan, tak biasanya memiliki lipatan rumit.
Tim ilmuwan menemukan secara keseluruhan, otak Einstein punya lipatan yg jauh rumit di cerebral cortex, materi abuabu tampak di permukaan otak yg bertanggung jawab atas pikiran sadar. Dalam bahasa sederhana, semakin tebal materi abu abu, semakin tinggi IQ seseorang.
Banyak ilmuwan meyakini, makin banyak lipatan, makin banyak area ekstra untuk proses mental yg memungkinkan lebih banyak koneksi antara sel otak. Dengan makin banyaknya koneksi antara bagian yg saling berjauhan dari otak, seseorang akan sanggup menciptakan lompatan mental mengpakai sel sel otak yg jauh untuk menyelesaikan persoalan kognitif.
Sementara prefrontal cortex yg memainkan peranan kunci dalam pikiran abstrak menciptakan perkiraan & perencanaan juga memiliki pola lipatan rumit di otak Einstein. Hal itulah yg mungkin menolong fisikawan itu mengembangkan teori relativitas.
Tak cuma itu, bagian lobus oksipital (occipital lobes) yg bertanggung jawab pada proses visual, juga menunjukkan lipatan ekstra. Lobus parietal (parietal lobes) kiri & kanan Einstein tidak simetris. Meski demikian, belum diketahui pengaruhnya atas kejeniusan ilmuwan itu.
4. Penyebab Otak Einstein Sangat Jenius
Meski otak Einstein sangat ringan, struktur otaknya berbeda dengan struktur otak pria dewasa pada umumnya. Otak Einstein memiliki lebih banyak sel glial yg mendukung otak untuk mempertahankan kemampuan neuron di area-arean tertentu di dalam otak. Hal inilah yg jadi alasan mengapa Einstein dapat sangat jenius.
Ibaratkan mesin motor dengan teknologi super, gasnya digeber hingga mentok dalam waktu yg lama pun tidak akan bermasalah. Seperti itulah kira kira kemampuan yg dimiliki otak Einstein.
5. Otak Kanan & Kiri Einstein yg Sangat Unik
Corpus Callosum Einstein berbeda dengan otak pada umumnya. Melalui riset yg dilakukan peneliti pada 2013 lalu. Setelah membandingkan dengan corpus callosum dari 15 pria tua & 52 pria yg lebih muda & hidup pada tahun 1905 peneliti menemukan bagian corpus callusom yg dimiliki Einstein lebih tebal.
Hal itu mendukung komunikasi antara dua bagian otak yg lebih baik & menciptakan Einstein mempunyai kecerdasan lebih tinggi.
Itulah beberapa fakta menurut penelitian saat otak Einstein dibedah. Ternyata dia memang sudah diberikan Tuhan otak yg berbeda dari otak manusia normal pada umumnya. Konon banyak hasil studi yg kerap bertentangan, sehingga menciptakan otak Einstein jadi pemicu kontroversi bagi penelitian. (Reygita Laura)
Sumber:
Ini Dia 5 Fakta Otak Albert Einstein Saat Dibedah Hari ini 14:43