Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Jalani Hidup Harus Tahu Muaranya
ilustrasi
Bismillahirrahmanirrahiim
ilustrasi
Bismillahirrahmanirrahiim
Tertakdir terlahir di dunia adalah sebuah anugerah. Rabb pencipta juga membekali panduan lengkap dalam menjalani kehidupan.
Hanya saja, manusia seringkali lalai bahkan sengaja mengabaikan pesan-pesan dari sang maha pencipta. Manusia justru sering kali menyibukkan diri dengan hal-hal yg tidak bermanfaat untuk kehidupan abadinya kelak.
Berikut beberapa kesibukan manusia-manusia yg terlena dengan kehidupan dunia:
1. Sibuk Cari Uang
Mulai dari mata terbuka hingga menjelang malam, ada beberapa manusia yg cuma disibukkan bagaimana strategi-strategi supaya mudah mencari uang, supaya uang cepat mengalir ke rekening-rekening mereka.
Lebih parahnya kalau kesibukan itu benar-benar melalaikan manusia dari hakikat penciptaannya. Bahkan tidak memikirkan atau mempertimbangkan halal & haram dalam memperolehnya.
Padahal semua itu akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya. Tidak cuma itu, kalau sudah terkumpul banyak, lalu tiba-tiba rabb pencipta mencabut nyawanya, lalu untuk apa uang-uang & harta yg dimilikinya?
Quote:
'Perbandingan antara dunia & akhirat dapat diukur dengan seseorang yg mencelupkan jari tangannya ke dalam air laut. Lihatlah, seberapa banyak air yg ia dapatkan di jari tangannya itu.' (HR Ibnu Majah dari Al-Mustaurid)
2. Sibuk Memikirkan Popularitas
'Perbandingan antara dunia & akhirat dapat diukur dengan seseorang yg mencelupkan jari tangannya ke dalam air laut. Lihatlah, seberapa banyak air yg ia dapatkan di jari tangannya itu.' (HR Ibnu Majah dari Al-Mustaurid)
2. Sibuk Memikirkan Popularitas
Selain uang, harta & kekayaan, beberapa orang ada yg gemar sekali menyibukkan diri dengan memikirkan ketenaran, segala bentuk upaya diusahakan cuma demi ia diketahui oleh banyak orang.
Orang semacam itu cuma mengharapkan disanjung & dipuja-puja, itulah baginya sebuah kebahagiaan. Padahal rabb sang pencipta sudah menunjukkan siapakah manusia yg mulia itu?
Quote:
firman Allah Taala,
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan anda dari seorang laki-laki & seorang perempuan & menjadikan anda berbangsa-bangsa & bersuku-suku supaya anda saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yg paling mulia di antara anda di sisi Allah ialah orang yg paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujurat: 13)
firman Allah Taala,
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan anda dari seorang laki-laki & seorang perempuan & menjadikan anda berbangsa-bangsa & bersuku-suku supaya anda saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yg paling mulia di antara anda di sisi Allah ialah orang yg paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al Hujurat: 13)
Manusia mulia menurut sang pencipta bukanlah orang yg memiliki banyak pengikut, banyak penganut yg menyanjung & memujanya. Menurut Rabb semesta alam, manusia mulia adalah yg paling bertaqwa di hadapannya. Lalu, untuk apa repot-repot & sibuk cuma mencari popularitas?
3. Panjang Angan-angan
Bagian ketiga adalah manusia-manusia yg mungkin lupa, bahwa dunia cuma tempat singgah. Sehingga ia sangat panjang mengangankan hidup di dunia itu lama, lalu yg memenuhi pikirannya adalah bagaimana mengangankan ini & itu yg sia-sia.
Di mana tidak dapat jadi bekal untuk berpulangnya di kehidupan yg abadi kelak.
Quote:
Hasan Al-Bashir berkata, Tidaklah seorang hamba berpanjang angan-angan melainkan akan merusak amalannya (Al Bayan wat Tabyin, jilid III, hal 74).
Ali Bin Abi Thalib berkata, Keberuntungan menghampiri orang yg tidak mencarinya, tamak menjanjikan sesuatu yg sulit dipenuhi, angan-angan menciptakan buta mata orang cerdik & siapa yg panjang angan-angan pasti menuai amal yg buruk (Faraidul Kalam li Khulafail Kiram, Qashim Ashar, hal 345).
4. Ingin Bersenang-senang Saja
Hasan Al-Bashir berkata, Tidaklah seorang hamba berpanjang angan-angan melainkan akan merusak amalannya (Al Bayan wat Tabyin, jilid III, hal 74).
Ali Bin Abi Thalib berkata, Keberuntungan menghampiri orang yg tidak mencarinya, tamak menjanjikan sesuatu yg sulit dipenuhi, angan-angan menciptakan buta mata orang cerdik & siapa yg panjang angan-angan pasti menuai amal yg buruk (Faraidul Kalam li Khulafail Kiram, Qashim Ashar, hal 345).
4. Ingin Bersenang-senang Saja
Orang-orang yg menganggap bahwa kehidupan itu ya cuma dunia, ia tidak meyakini bahwa ada kehidupan yg lebih abadi & abadi, yaitu kampung akhirat, maka umumnya mereka akan menikmati kehidupan dunia dengan cuma bersenang-senang.
Mereka tidak memikirkan benar-salah, baik-buruk, yg ada di benaknya cuma bagaimana ia hidup bahagia menurutnya sendiri, bukan menuruti sang pencipta.
Quote:
'Perbandingan antara dunia & akhirat dapat diukur dengan seseorang yg mencelupkan jari tangannya ke dalam air laut. Lihatlah, seberapa banyak air yg ia dapatkan di jari tangannya itu.' (HR Ibnu Majah dari Al-Mustaurid)
5. Takut Mati
'Perbandingan antara dunia & akhirat dapat diukur dengan seseorang yg mencelupkan jari tangannya ke dalam air laut. Lihatlah, seberapa banyak air yg ia dapatkan di jari tangannya itu.' (HR Ibnu Majah dari Al-Mustaurid)
5. Takut Mati
Ada sebagaian orang yg beranggapan bahwa materi itu segala-galanya, sehingga ia dapat membeli apa itu umur & kehidupan.
Kebanyakan orang semacam itu akan takut mati. Mereka harap hidup di dunia lebih lama, menikmati gemerlap dunia sepanjang hidupnya. Hidup tanpa aturan, peraturan cuma apa menurutnya suka, menyenangkan atau menguntungkan.
Quote:
Agar tidak alergi & fobia dengan kematian, manusia, menurut Ghazali, harus sering-sering ingat kematian sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 'Perbanyaklah olehmu mengingat kematian, si penghancur segala kesenangan duniawi.' (HR Ahmad).
Agar tidak alergi & fobia dengan kematian, manusia, menurut Ghazali, harus sering-sering ingat kematian sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 'Perbanyaklah olehmu mengingat kematian, si penghancur segala kesenangan duniawi.' (HR Ahmad).
Itulah beberapa hal yg dapat menipu manusia sehingga kesayangannya kepada kampung akhirat lebih kecil dibanding godaan dunia.
Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Penulis: NovellaHikmiHas
Narasi: Oppri
Hari ini 14:24Penulis: NovellaHikmiHas
Narasi: Oppri