• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

5 cara untuk mengurangi resiko demensia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Demensia setidaknya telah menyerang sekitar satu dari tujuh orang (survey di Amerika serikat). Demensia menyerang otak yang berdampak pada pikiran dan memori seseorang. Hal ini juga yang membuat para penderitanya harus hidup dengan perjuangan untuk menghadapi kehidupan sehari-hari mereka. Kondisi ini membuat para penderita demensia kehilangan kemandirian dan banyak bergantung pada orang lain.

Karena berkaitan dengan gangguan memori, penting bagi kamu untuk mencegahnya sejak dini. Semua orang berpotensi untuk terkena serangan demensia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kamu bisa mencoba 5 hal berikut ini.

1. Berhenti merokok

Studi ilmiah telah membuktikan bahwa merokok secara konsisten mampu meningkatkan resiko demensia. Kebiasaan merokok yang semula dikenal dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan peredaran darah, kini berkembang pada resiko demensia.

Merokok meningkatkan penumpukan deposit lemak di dinding arteri, menghambat aliran darah, serta pasokan oksigen dan nutrisi ke otak. Hal ini tentu saja memiliki dampak yang negatif untuk kesehatan otak.

Selain itu menggunakan tembakau juga meningkatkan kerentanan tubuh pada radikal bebas yang berpotensi merusak sel dalam tubuh. Berhenti merokok saat ini juga adalah pilihan yang sangat bijak, karena kamu akan memperoleh banyak manfaat darinya, termasuk terhindar dari resiko demensia.

2. Olahraga teratur

Olahraga teratur adalah cara yang efektif untuk meningkatkan sirkulasi aliran darah ke otak. Hal ini yang membuat olahraga teratur menjadi salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi resiko terserang demensia.

Para ahli kesehatan merekomendasikan orang dewasa melakukan olahraga setidaknya 150 menit selama satu minggu untuk dapat menjaga kesehatan dengan baik. Selain berolahraga, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas yang menyertakan aktivitas gerak tubuh seperti berjalan, berkebun, dan pekerjaan rumah tangga yang lain.

3. Meningkatkan asupan antioksidan

Vitamin C dan E, beta-karoten dan mineral selenium dikenal sebagai antioksidan. Antioksidan ini berfungsi untuk melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas yang berpartisipasi aktif dalam perkembangan resiko demensia.

Mengonsumsi buah dan sayuran dengan warna cerah akan memberikan asupan antioksidan dalam tubuh kamu. Kacang-kacangan dan makanan laut juga merupakan sumber antioksidan yang baik untuk tubuhmu.

4. Meningkatkan asupan vitamin B

Asupan vitamin B12 dan folat dapat mengurangi resiko penurunan kemampuan kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa keduanya dapat menurunkan kadar zat homocysteine. Kandungan zat homocysteine yang tinggi ditemukan pada orang-orang yang mengalami gangguan kognitif. Zat ini diduga meningkatkan kemungkinan penyempitan arteri.

Folat banyak ditemukan dalam makanan seperti sereal, sayuran hijau, buah jeruk, berry, biji-bijian dan hati. Sedangkan vitamin B12 lebih banyak ditemukan pada makanan yang berasal dari hewan. Bagi kamu yang seorang vegetarian, kamu bisa juga menemukan kandungan vitamin B12 pada sereal, susu, dan ragi.

5. Memenuhi kebutuhan omega-3 dan asam lemak

Asam lemak dan omega 3 berperan dalam melindungi sirkulasi yang berarti bahwa mereka juga memiliki peran penting dalam mengurangi resiko terserang demensia. Untuk memenuhi asupannya kamu bisa mengonsumsi salmon, sarden, sayuran berdaun hijau, kenari dan biji rami, serta minyak yang dihasilkan dari mereka.

Akan lebih baik jika kamu melakukan antisipasi di awal dibandingkan kamu harus berjuang keras untuk melawannya saat kamu telah terserang demensia. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, bukan?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.