Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
5 Alasan Sains Pluto Tak Lagi Jadi Bagian Planet Tata Surya
Sekarang mungkin teman-teman sudah mendengar bahwa Pluto bukan lagi sebuah planet.
Sebenarnya tidak ada yg berubah dari Pluto, tetapi yg berubah adalah definisi dari planet.
Untuk jadi sebuah planet, objek harus memenuhi kriteria.
Lantas, apakah Pluto tidak memenuhi kriteria yg diterapkan? Yuk, kita cari tahu bersama.
1. Ukuran Pluto terlalu kecil untuk sebuah planet
Tahukah teman-teman? Ukuran Pluto sangat kecil & berbanding jauh dengan planet-planet lainnya, lo.
Bahkan, Pluto ternyata memiliki ukuran yg lebih kecil ketimbang Bulan.
DilansirUniverse Today, diameter Pluto cuma mencapai 2.390 km.
Angka itu adalah 70 persen Bulan atau 18 persen ukuran Bumi. Ketika kita bayangkan, memang perbandingannya cukup jauh, ya.
Kecilnya ukuran Pluto ini menciptakan Pluto menciptakan objek dengan orbit yg tidak sempurna, lo.
2. Kekuatan gravitasi Pluto yg lemah
Gravitasi jadi salah satu syarat bagi sebuah objek di alam semesta, lo.
Planet dengan massa yg lebih kecil akan memiliki gravitasi yg jauh lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan gravitasi pada bintang & lubang hitam.
Namun, spesifik untuk Pluto, kekuatan gravitasinya memang tidak mencukupi untuk disebut planet.
Bagaimana tidak, kekuatan gravitasi pluto ini cuma sebesar 0,58, lo. Padahal angka minimal sebuah gravitasi planet saja ada di angka 3,7.
NASA mencatat, kekuatan gravitasi Pluto cuma satu per lima belas apabila dibandingkan dengan kekuatan gravitasi Bumi.
Jadi, kalau berat badan kita di Bumi 75 kg, di Pluto berat badan kita jadi 5 kg. Jadi sangat ringan, ya.
Ini sebabnya Pluto dianggap sebagaidwarf planetdan bukan planet normal layaknya planet-planet lainnya.
3. Pluto tidak dapat membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya
Tahukah teman-teman? Selain harus berbentuk bulat & mengorbit pada bintang terbesar, planet juga harus dapat membersihkan lingkungan di sekitar orbit yg dilalui, lo.
Syarat ini dinamakan "dominasi orbital", yakni sebuah kriteria spesifik yg harus ada pada setiap planet di tata surya kita.
Pluto mengorbit pada sudut 17 derajat, berbeda dengan Bumi yg mengorbit pada sudut 1,5 derajat.
Kondisi Pluto ini menciptakan orbitnya jadi tidak stabil.
Ketidakstabilan orbital tentu saja tidak akan sanggup membersihkan lingkungan di sekitar orbit planet yg bersangkutan.
4. Jarak Pluto terlalu jauh dari Matahari
Tahukah teman-teman, jarak antara objek angkasa kepada bintang ternyata dapat memengaruhi kondisi objek angkasa, lo.
Dilansir dari NASA, jarak antara Pluto & Matahari sebesar 6 miliar kilometer.
Ini berarti jaraknya dapat mencapai 40 kali lebih jauh dibandingkan jarak Bumi & Matahari.
Karena terlalu jauh, Pluto memiliki tipe orbital elips yg sangat renggang, lo.
Kini para pakar sepakat, Neptunus jadi planet terjauh di tata surya kita.
5. Pembentukan Pluto yg setengah matang
Pembentukan Pluto ternyata tidak sama dengan pembentukan awal planet-planet lain di tata surya kita, lo.
Pluto terbentuk dari batuan padat & jadi yg perdana terbentuk dalam tata surya kita.
Batuan akbar (cikal bakal Pluto) tadi memiliki gravitasi yg cukup untuk mengikat material seperti es & gas sehingga dapat membentuk bulatan mirip planet.
Namun, ternyata Pluto gagal menghasilkan massa yg cukup untuk membentuk gaya gravitasi yg besar.
Dengan pembentukan "setengah matang" ini, Pluto jadi objek paling unik di tata surya kita.
Bagaimana tidak, walau tidak sempurna, Pluto tetap berada dalam orbitnya, lo.
Itulah beberapa alasan sains di balik keputusan ilmuwan yg menyatakan bahwa Pluto bukan lagi sebuah planet.
Hari ini 08:35
Sekarang mungkin teman-teman sudah mendengar bahwa Pluto bukan lagi sebuah planet.
Sebenarnya tidak ada yg berubah dari Pluto, tetapi yg berubah adalah definisi dari planet.
Untuk jadi sebuah planet, objek harus memenuhi kriteria.
Lantas, apakah Pluto tidak memenuhi kriteria yg diterapkan? Yuk, kita cari tahu bersama.
1. Ukuran Pluto terlalu kecil untuk sebuah planet
Tahukah teman-teman? Ukuran Pluto sangat kecil & berbanding jauh dengan planet-planet lainnya, lo.
Bahkan, Pluto ternyata memiliki ukuran yg lebih kecil ketimbang Bulan.
DilansirUniverse Today, diameter Pluto cuma mencapai 2.390 km.
Angka itu adalah 70 persen Bulan atau 18 persen ukuran Bumi. Ketika kita bayangkan, memang perbandingannya cukup jauh, ya.
Kecilnya ukuran Pluto ini menciptakan Pluto menciptakan objek dengan orbit yg tidak sempurna, lo.
2. Kekuatan gravitasi Pluto yg lemah
Gravitasi jadi salah satu syarat bagi sebuah objek di alam semesta, lo.
Planet dengan massa yg lebih kecil akan memiliki gravitasi yg jauh lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan gravitasi pada bintang & lubang hitam.
Namun, spesifik untuk Pluto, kekuatan gravitasinya memang tidak mencukupi untuk disebut planet.
Bagaimana tidak, kekuatan gravitasi pluto ini cuma sebesar 0,58, lo. Padahal angka minimal sebuah gravitasi planet saja ada di angka 3,7.
NASA mencatat, kekuatan gravitasi Pluto cuma satu per lima belas apabila dibandingkan dengan kekuatan gravitasi Bumi.
Jadi, kalau berat badan kita di Bumi 75 kg, di Pluto berat badan kita jadi 5 kg. Jadi sangat ringan, ya.
Ini sebabnya Pluto dianggap sebagaidwarf planetdan bukan planet normal layaknya planet-planet lainnya.
3. Pluto tidak dapat membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya
Tahukah teman-teman? Selain harus berbentuk bulat & mengorbit pada bintang terbesar, planet juga harus dapat membersihkan lingkungan di sekitar orbit yg dilalui, lo.
Syarat ini dinamakan "dominasi orbital", yakni sebuah kriteria spesifik yg harus ada pada setiap planet di tata surya kita.
Pluto mengorbit pada sudut 17 derajat, berbeda dengan Bumi yg mengorbit pada sudut 1,5 derajat.
Kondisi Pluto ini menciptakan orbitnya jadi tidak stabil.
Ketidakstabilan orbital tentu saja tidak akan sanggup membersihkan lingkungan di sekitar orbit planet yg bersangkutan.
4. Jarak Pluto terlalu jauh dari Matahari
Tahukah teman-teman, jarak antara objek angkasa kepada bintang ternyata dapat memengaruhi kondisi objek angkasa, lo.
Dilansir dari NASA, jarak antara Pluto & Matahari sebesar 6 miliar kilometer.
Ini berarti jaraknya dapat mencapai 40 kali lebih jauh dibandingkan jarak Bumi & Matahari.
Karena terlalu jauh, Pluto memiliki tipe orbital elips yg sangat renggang, lo.
Kini para pakar sepakat, Neptunus jadi planet terjauh di tata surya kita.
5. Pembentukan Pluto yg setengah matang
Pembentukan Pluto ternyata tidak sama dengan pembentukan awal planet-planet lain di tata surya kita, lo.
Pluto terbentuk dari batuan padat & jadi yg perdana terbentuk dalam tata surya kita.
Batuan akbar (cikal bakal Pluto) tadi memiliki gravitasi yg cukup untuk mengikat material seperti es & gas sehingga dapat membentuk bulatan mirip planet.
Namun, ternyata Pluto gagal menghasilkan massa yg cukup untuk membentuk gaya gravitasi yg besar.
Dengan pembentukan "setengah matang" ini, Pluto jadi objek paling unik di tata surya kita.
Bagaimana tidak, walau tidak sempurna, Pluto tetap berada dalam orbitnya, lo.
Itulah beberapa alasan sains di balik keputusan ilmuwan yg menyatakan bahwa Pluto bukan lagi sebuah planet.
Hari ini 08:35