napster
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 153823
- Sejak
- 10 Okt 2011
- Pesan
- 394
- Nilai reaksi
- 7
- Poin
- 18
Sebagai Ibukota negara, Jakarta menjadi magnit yang menarik banyak orang untuk datang. Tidak heran jika angka pengangguran atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) semakin banyak jumlahnya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun mengakui jika terdapat 48 titik wilayah yang rawan PMKS.
Pemprov DKI pun menargetkan akan berupaya keras untuk menurunkan titik rawan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di akhir tahun 2011, ditargetkan dari 48 titik akan turun menjadi 44 titik rawan PMKS di DKI Jakarta.
Meski demikian, dari data yang diterima dari Dinas Sosial, selama dua tahun terakhir ini, titik rawan PMKS di DKI Jakarta selalu mengalami penurunan. Pada tahun 2009 titik rawan PMKS mencapai 53 titik menurun di tahun 2010 menjadi 48 titik.
"Tahun 2011 ini, kita menargetkan jumlah tersebut menurun menjadi 44 titik," kata Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Kian Kelana, Kamis (13/10/2011).
Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan penertiban dan pembinaan terhadap PMKS. Hasilnya jumlah titik rawan PMKS di Jakarta, selalu menurun tiap tahunnya. Tak hanya itu, jumlah PMKS di jalanan pun mengalami penurunan sekitar 10 persen dari tahun sebelumnya.
Salah satu yang dilakukan Dinas Sosial, lanjutnya, selalu kontinyu melakukan penertiban terhadap PMK setiap tahunnya. Pada tahun 2008, telah terjaring sebanyak 14.584 orang, tahun 2009 terjaring 11.338 orang dan tahun 2010 terjaring 10.088 orang. Sementara sampai dengan Oktober 2011, PMKS jalanan yang berhasil ditertibkan sebanyak 8.375 orang.[bay]
- Vivanews