• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

45 Juta KTP Dukung Jokowi Nyapres

AD5356QU

IndoForum Beginner C
No. Urut
281096
Sejak
27 Mei 2013
Pesan
794
Nilai reaksi
9
Poin
18
HMsW4.jpg
Dukungan agar Joko Widodo (Jokowi) maju sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2014 terus disuarakan masyarakat. Yayasan Panglima Besar Soedirman bersama Bangun Gotong Royong Jakarta (Bangrojak) menggalang dukungan 45 juta Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi Jokowi.

"Kegiatan ini (menggalang KTP) berlangsung selama enam bulan. Kami luncurkan mulai hari ini," kata Humas Yayasan Panglima Besar Soedirman, Iwan Piliang saat peluncuran 45 juta KTP untuk Jokowi di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2013).

Menurut Iwan, ini gerakan publik termasuk relawan yang jaringannya terbentuk mengalir begitu saja. Atas dasar besarnya dukungan masyarakat, Iwan yakin dalam enam bulan ke depan akan terkumpul 60 juta KTP untuk Jokowi.

Kata dia, Indonesia butuh perubahan dengan menggalan kekuatan publik masif. "Dukungan ini bentuk kepedulian. Jika benar kelak dia terpilih, makapublik pula yang harus mengawal jika ada susunan kepentingan yang selalu meng-kooptasi Indonesia," terangnya.

Maka dari itu, lanjut dia, semua masyarakat harus berbuat. "Kita mengimbangi kekuatan partai. Ini gerakan rakyat mencari pemimpin yang berpihak pada rakyat," pungkasnya.


Alasan Kenapa Harus Jokowi ?
Jokowi Dianggap Mampu Memenuhi Harapan Rakyat
Joko Widodo (Jokowi) menjadi sosok calon presiden (capres) primadona berdasarkan hasil survei Forum Akademisi Informasi Teknologi (IT). Gubernur DKI Jakarta itu dianggap mampu memenuhi harapan rakyat.

"Dari sejumlah capres, Jokowi dianggap paling mampu memenuhi harapan masyarakat, 41 persen responden memilih Jokowi menjadi presiden," kata Ketua Forum Akademisi IT, Hotland Sitorus dalam pemaparan hasil surveinya di Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Responden juga menilai, Jokowi berhasil memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Harapan ini selaras dengan isu strategis mendesak yaitu pengelolaan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat," tukasnya.

Selain Jokowi, survei Forum Akademisi Informasi Teknologi juga memasukan nama tokoh senior di partai politik seperti Prabowo Subianto yang hanya meraih suara 12 persen, disusul Megawati Soekarnoputri (9%) dan Aburizal Bakrie (6%).

Survei yang bertujuan untuk mengetahui kehendak politik rakyat dilakukan pada 1 hingga 20 Agustus 2013. Responden tersebar di 34 provinsi atau 200 kabupaten/kota.

Teknik yang digunakan yaitu pengumpulan data melalui wawancara langsung, penarikan sampel dengan metode startified random sampling dengan margin error 2,5 persen.
 
Terakhir disunting:
wah kalau ane mah gimana baiknya aja deh gan jadi presiden atau gak juga pasti ada baiknya
 
Jokowi Potensial Dibunuh

Makin melesatnya elektabilitas Jokowi sebagai Capres 2014 paling dirindukan masyarakat, meletupkan serangan Partai Demokrat (PD) yang gagal menggaet melalui konvensi Capres. Jokowi bahkan rentan dibunuh lawan-lawan politiknya yang haus kekuasaan, menjelang Pemilu.

Peringatan potensi maut dikemukakan Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang. Ia menyarankan kader PDIP yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta itu, tepat memilih strategi menyikapi hasil-hasil survei yang semuanya menempatkan elektabilitas dirinya di puncak.

"Apabila salah, keselamatan nyawanya bisa sangat terancam," tegas Sebastian Salang di Jakarta, Selasa (27/8). Sebastian yang juga dikenal sebagai pengamat Tata Hukum Negara ini menjelaskan, pembunuhan terhadap Jokowi sangat dimungkinkan.

"Apabila ada perasaan dikhianati, tindakan politik balas dendam, ini risikonya bisa kematian. Politik bisa menggunakan banyak cara untuk itu," tandasnya. Parapihak yang menjadikan Jokowi sebagai lawan politik, potensial melakukan cara-cara kotor.

Penegasan Sebastian ini dikemukakan, menyusul makin menguatnya dukungan masyarakat dari berbagai pelosok Indonesia. Sejak Februari hingga Agustus ini, semua lembaga survei mencatat elektabilitas dan popularitas mantan wali kota Solo yang tak tertandingi lagi oleh tokoh-tokoh nasional yang ada.

Elektabilitas Jokowi bahkan melampaui pimpinan partainya sendiri, Megawati Soekarnoputri (Ketua Umum PDIP), dan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra yang mengusungnya menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun lalu.

Survei teranyar dicatat Forum Akademisi Informasi Teknologi. Ketua Forum Akademisi IT, Hotland Sitorus yang menggelar diskusi Membaca Kehendak Rakyat di kawasan SCBD Tangerang kemarin, mengungkapkan, hasil survei yang dilaksanakan mencatat posisi Jokowi sebagai Capres tak tertandingi lagi.

Survei terhadap 2.000 responden yang punya hak pilih di 34 provinsi itu dilaksanakan 1-20 Agustus 2013. Metodenya, stratified random sampling dengan margin eror 2,5 persen. Teknik pengumpulan data, wawancara langsung.

Hasilnya, Jokowi meraih suara 41 persen, disusul Probowo Subianto 12 persen, dan Megawati Soekarnoputri 9 persen. "Jadi, apabila Pemilu digelar sekarang, Jokowi kemungkinan terpilih sebagai presiden," kata Holtand Sitorus.

Capres Golkar Aburizal Bakrie (Ical) hanya meraih 6 persen, Jusuf Kalla 5 persen, Wiranto 3 persen, Hatta Rajasa 2 persen, Dahlan Iskan 1 persen, dan Mahfud MD juga 1 persen.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.