AD5356QU
IndoForum Beginner C
- No. Urut
- 281096
- Sejak
- 27 Mei 2013
- Pesan
- 794
- Nilai reaksi
- 9
- Poin
- 18
"Kegiatan ini (menggalang KTP) berlangsung selama enam bulan. Kami luncurkan mulai hari ini," kata Humas Yayasan Panglima Besar Soedirman, Iwan Piliang saat peluncuran 45 juta KTP untuk Jokowi di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2013).
Menurut Iwan, ini gerakan publik termasuk relawan yang jaringannya terbentuk mengalir begitu saja. Atas dasar besarnya dukungan masyarakat, Iwan yakin dalam enam bulan ke depan akan terkumpul 60 juta KTP untuk Jokowi.
Kata dia, Indonesia butuh perubahan dengan menggalan kekuatan publik masif. "Dukungan ini bentuk kepedulian. Jika benar kelak dia terpilih, makapublik pula yang harus mengawal jika ada susunan kepentingan yang selalu meng-kooptasi Indonesia," terangnya.
Maka dari itu, lanjut dia, semua masyarakat harus berbuat. "Kita mengimbangi kekuatan partai. Ini gerakan rakyat mencari pemimpin yang berpihak pada rakyat," pungkasnya.
Alasan Kenapa Harus Jokowi ?
Jokowi Dianggap Mampu Memenuhi Harapan Rakyat
Joko Widodo (Jokowi) menjadi sosok calon presiden (capres) primadona berdasarkan hasil survei Forum Akademisi Informasi Teknologi (IT). Gubernur DKI Jakarta itu dianggap mampu memenuhi harapan rakyat.
"Dari sejumlah capres, Jokowi dianggap paling mampu memenuhi harapan masyarakat, 41 persen responden memilih Jokowi menjadi presiden," kata Ketua Forum Akademisi IT, Hotland Sitorus dalam pemaparan hasil surveinya di Jakarta, Selasa (27/8/2013).
Responden juga menilai, Jokowi berhasil memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Harapan ini selaras dengan isu strategis mendesak yaitu pengelolaan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat," tukasnya.
Selain Jokowi, survei Forum Akademisi Informasi Teknologi juga memasukan nama tokoh senior di partai politik seperti Prabowo Subianto yang hanya meraih suara 12 persen, disusul Megawati Soekarnoputri (9%) dan Aburizal Bakrie (6%).
Survei yang bertujuan untuk mengetahui kehendak politik rakyat dilakukan pada 1 hingga 20 Agustus 2013. Responden tersebar di 34 provinsi atau 200 kabupaten/kota.
Teknik yang digunakan yaitu pengumpulan data melalui wawancara langsung, penarikan sampel dengan metode startified random sampling dengan margin error 2,5 persen.
Terakhir disunting: