yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sebanyak 42 dari 97 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan Wamena, Kabupaten Jayawijaya melarikan diri pada Senin 4 Juni 2012. Hingga saat ini belum ada satupun napi kabur yang berhasil ditangkap.
"Polres Jayawijaya bersama petugas Lapas Wamena masih memburu pelaku, tapi belum ada yang berhasil ditangkap," kata Juru Bicara Polda Papua, Ajun Komisaris Besar Polisi Yohannes Nugroho Wicaksono, Selasa 5 Juni 2012.
Menurut Yohannes, upaya pengejaran terhadap para napi yang kabur itu masih terus dilakukan. Para napi itu kemungkinan melarikan diri masuk ke dalam hutan. Karena itu, polisi mengaku kesulitan memburu mereka. "Polres Jayawijaya saat ini siaga satu pasca kaburnya puluhan napi," kata Yohannes.
Siaga satu diberlakukan karena di antara napi yang kabur banyak juga yang tersangkut kasus-kasus berat seperti makar dan pembobolan gudang senjata Kodim. Menurut Kepala Lapas Wamena Breghkman Tambun mengatakan, sejak tadi malam hingga petang ini petugas Lapas bersama Polisi masih melakukan pengejaran. "Belum ada yang ditangkap," kata Tambun.
Tambun melanjutkan, saat ini ada 15 petugas Lapas yang dikerahkan melakukan pengejaran terhadap napi kabur. Meski demikian, Tambun belum bisa memprediksi kemana para napi itu melarikan diri. Tambun sendiri mengalami luka memar di paha karena lemparan itu.
"Upaya pencarian masih kami lakukan disekitar kota Wamena, namun jika tidak membuahkan hasil kami akan cari ke kampung-kampung dan hutan," kata dia.
42 Napi kabur diduga dipicu isu adanya tahanan atas nama RH yang sedang berobat kemudian meninggal. RH diduga terinfeksi HIV AIDS. Lalu, saat para napi diperintahkan masuk ke tempatnya masing-masing setelah selesai melaksanakan kegiatan, mereka tidak bersedia.
Malah para tahanan membuat keributan dengan melempari petugas lapas yang sedang piket. Para tahanan meminta Kalapas memberi penjelasan tentang isu meninggalnya RH. Kemudian kalapas datang memberikan penjelasan, tetapi Kalapas malah dilempari oleh para Napi. Dari situlah mereka berhasil melarikan diri setelah menciptakan kericuhan.
Berikut nama tahanan yang kabur:
A. Kasus Makar
1.Manase Talenggeng
2. Ali Jikwa
3. Yotimin Weya
4. Yohan Hiluka
5. Limanus Wenda
6. Meki Tabuni
7. Tobaga
B. Kasus Kriminal
1. Mikel Kilungga
2. Larius Doga
3. Hingkianu Weya
4. Waregoba
5. Mika Miage
6. Tius Hitlay
7. Narius Matuan
8. Sonny Matuan
9. Boas Waga
10.Paskalis Lakosal
11.Matius Haluk
12.Yeminus Wenda
13.Otius Wenda
14.Paskalis Kossay
15.Silbanus Balio
16.Marsel
17.Torius
18.Jackson Wayam
19.Nas Wanimbo
20.Yopinus Kogoya
21.Lani Wetipo
22.Elias Wetipo
23.Manu Elopere
24.Luis Waker
25.Alex Meyage
26.Nalis Halua
27.Ismail Paragaje
28.Haris Kossay
29.Arnus Paragaje
30.Mily Tabuni
31.Manius Kogoya
32.Waila Wetipo
33.Tinus Elopere
34.Silbarus Bolia
35.Bonifasius
36.H.Amar Dudu.
"Polres Jayawijaya bersama petugas Lapas Wamena masih memburu pelaku, tapi belum ada yang berhasil ditangkap," kata Juru Bicara Polda Papua, Ajun Komisaris Besar Polisi Yohannes Nugroho Wicaksono, Selasa 5 Juni 2012.
Menurut Yohannes, upaya pengejaran terhadap para napi yang kabur itu masih terus dilakukan. Para napi itu kemungkinan melarikan diri masuk ke dalam hutan. Karena itu, polisi mengaku kesulitan memburu mereka. "Polres Jayawijaya saat ini siaga satu pasca kaburnya puluhan napi," kata Yohannes.
Siaga satu diberlakukan karena di antara napi yang kabur banyak juga yang tersangkut kasus-kasus berat seperti makar dan pembobolan gudang senjata Kodim. Menurut Kepala Lapas Wamena Breghkman Tambun mengatakan, sejak tadi malam hingga petang ini petugas Lapas bersama Polisi masih melakukan pengejaran. "Belum ada yang ditangkap," kata Tambun.
Tambun melanjutkan, saat ini ada 15 petugas Lapas yang dikerahkan melakukan pengejaran terhadap napi kabur. Meski demikian, Tambun belum bisa memprediksi kemana para napi itu melarikan diri. Tambun sendiri mengalami luka memar di paha karena lemparan itu.
"Upaya pencarian masih kami lakukan disekitar kota Wamena, namun jika tidak membuahkan hasil kami akan cari ke kampung-kampung dan hutan," kata dia.
42 Napi kabur diduga dipicu isu adanya tahanan atas nama RH yang sedang berobat kemudian meninggal. RH diduga terinfeksi HIV AIDS. Lalu, saat para napi diperintahkan masuk ke tempatnya masing-masing setelah selesai melaksanakan kegiatan, mereka tidak bersedia.
Malah para tahanan membuat keributan dengan melempari petugas lapas yang sedang piket. Para tahanan meminta Kalapas memberi penjelasan tentang isu meninggalnya RH. Kemudian kalapas datang memberikan penjelasan, tetapi Kalapas malah dilempari oleh para Napi. Dari situlah mereka berhasil melarikan diri setelah menciptakan kericuhan.
Berikut nama tahanan yang kabur:
A. Kasus Makar
1.Manase Talenggeng
2. Ali Jikwa
3. Yotimin Weya
4. Yohan Hiluka
5. Limanus Wenda
6. Meki Tabuni
7. Tobaga
B. Kasus Kriminal
1. Mikel Kilungga
2. Larius Doga
3. Hingkianu Weya
4. Waregoba
5. Mika Miage
6. Tius Hitlay
7. Narius Matuan
8. Sonny Matuan
9. Boas Waga
10.Paskalis Lakosal
11.Matius Haluk
12.Yeminus Wenda
13.Otius Wenda
14.Paskalis Kossay
15.Silbanus Balio
16.Marsel
17.Torius
18.Jackson Wayam
19.Nas Wanimbo
20.Yopinus Kogoya
21.Lani Wetipo
22.Elias Wetipo
23.Manu Elopere
24.Luis Waker
25.Alex Meyage
26.Nalis Halua
27.Ismail Paragaje
28.Haris Kossay
29.Arnus Paragaje
30.Mily Tabuni
31.Manius Kogoya
32.Waila Wetipo
33.Tinus Elopere
34.Silbarus Bolia
35.Bonifasius
36.H.Amar Dudu.