• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Internasional 400 Juta Warga China Tak Bisa Berbahasa Mandarin

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
gO27n.jpg
Lebih dari 400 juta warga China ternyata tidak bisa menggunakan bahasa Mandarin, bahasa nasional China. Sementara dalam jumlah lebih besar, terutama di pedesaan, banyak yang tak bisa menggunakan bahasa ini dengan benar.

Partai Komunis China selama berpuluh tahun mempromosikan bahasa Mandarin sebagai bahasa persatuan di negara yang memiliki ribuan dialek bahasa dan ratusan bahasa minoritas itu.

Namun, upaya itu terhadang wilayah China yang terlalu luas dan minimnya investasi di sektor pendidikan, terutama di kawasan-kawasan pedesaan miskin.

Pemerintah China mengakui, mereka mungkin tidak akan pernah membuat seluruh warga China menguasai bahasa Mandarin, atau di negeri itu disebut bahasa Putonghua yang berarti bahasa umum. Ini berarti seharusnya semua orang bisa menggunakan bahasa Mandarin.

Juru Bicara Kementerian Pendidikan China Xu Mei mengatakan, hanya 70 persen warga China yang mampu menggunakan bahasa Mandarin, tetapi sebagian besarnya menggunakannya dengan sangat buruk.

Sementara 30 persen penduduk atau sekitar 400-an juta orang sama sekali tak bisa berbahasa Mandarin. Demikian laporan kantor berita Xinhua.

"Negeri ini masih harus berinvestasi untuk mempromosikan bahasa Mandarin," kata Xu Mei menjelang kampanye tahunan untuk mempromosikan bahasa Mandarin.

"Tahun ini, kementerian akan fokus ke desa-desa terpencil dan kawasan yang dihuni etnis minoritas," ujar Xu.

Upaya mempromosikan bahasa Mandarin sudah lama menjadi sebuah isu yang masih mengundang perdebatan di China, terlepas keuntungan yang diperoleh jika seluruh warga negara bisa menggunakan satu bahasa yang sama.

Warga Tibet memprotes penggunaan bahasa Mandarin di sekolah-sekolah, sementara pada 2010 ratusan orang turun ke jalan-jalan di kota Guangzhou karena kekhawatiran pemerintah akan memarginalkan bahasa Kanton.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.