facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 100
- Poin
- 48
Sepintas bantuan IMF seperti berkah, tapi kenyataan justru sebaliknya. Bantuan utang dengan sejumlah syarat itu malah sangat merugikan perekonomian Indonesia.
Sebut saja Indonesia harus kehilangan cita-cita memiliki pesawat produksi dalam negeri karena danang pengembangan diminta IMF untuk dicabut. Padahal, saat itu, Indonesia telah sukses memproduksi pesawat N-250 milik BJ Habibie.
Selain itu, IMF turut meminta pemerintah tidak lagi memberikan bantuan danang kepada petani. Alhasil predikat swasembada pangan yang pernah disandang Indonesia hilang dan saat ini sulit lepas dari jerat impor.
Kini di tengah gejolak ekonomi dalam negeri yang goyah dan kuatnya nilai tukar dolar terhadap Rupiah, IMF datang berkunjung. Direktur Operasional IMF Christine Lagarde direncanakan berkunjung ke Indonesia pekan depan dan menemui pentolan pemimpin ekonomi Indonesia yakni Presiden Joko Widodo dan Gubernur bunk Indonesia Agus Martowardojo.
Rencana hadirnya petinggi IMF ini langsung menimbulkan kontroversi sekaligus berbagai tanda tanya. Berikut spekulasi kehadiran bos IMF ke Indonesia di saat ekonomi sedang melemah:
1.Kedatangan bos IMF diduga menawarkan utang
Direktur Operasional danang Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) Christian Lagarde segera lakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi dan Agus Martowardojo akan dihelat pada 1 dan 2 September 2015.
Kunjungan pimpinan lembaga pemberi utang saat krisis ini ke Indonesia bertepatan saat kondisi perekonomian Asia tengah bergejolak hebat. Terutama diakibatkan perlambatan ekonomi China dan ambruknya harga komoditas dunia yang memukul perekonomian dan mata uang Indonesia serta negara berkembang lainnya.
bunk Indonesia (BI) mengakui saat ini danang yang masuk ke Indonesia masih sangat minim. Hal tersebut terbukti hingga Agustus 2015 danang masuk hanya mencapai Rp 50 triliun atau turun dari Agustus 2014 yang mencapai Rp 150 triliun.
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan penyebab menurunnya danang asing yang masuk lantaran perbaikan ekonomi di Amerika Serikat. Sehingga, danang yang masuk ke Indonesia melalui Surat Utang Negara (SUN) dialihkan ke negara-negara lain.
"Aliran danang masih, tapi jauh lebih rendah dibandingkan 2014. Pada 2015, danang masuk Indonesia Rp 50 triliun sampai Agustus minggu ketiga. Setahun lalu, danang masuk Indonesia Rp 150 triliun sampai Agustus," ujar dia di Hotel Dharmawangsa, Jakarta.
2.BI menyebut kedatangan bos IMF hanya untuk diskusi
Direktur Pelaksana danang Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde dikabarkan bakal berkunjung ke Indonesia pada 1-2 September mendatang.
Mantan menteri keuangan Prancis itu datang memenuhi undangan bunk Indonesia untuk menjadi pembicara seminar bertajuk "Future of Asia's Finance: Financing for Development 2015".
"Kami akan mendiskusikan bagaimana perkembangan ekonomi dunia dan bagaimana Asia harus merespon," ujar Gubernur bunk Indonesia Agus Martowardojo di Kantornya, Jakarta.
Agus menambahkan acara seminar tersebut sebetulnya sudah direncanakan sejak setahun yang lalu. "Indonesia dipilih sebagai tuan rumah konferensi karena dianggap berhasil keluar dari krisis Asia 1998 dan dapat mempertahankan kinerja ekonominya di tengah ketidakpastian global," tuturnya.
3.Pemerintah klaim belum ada rencana berutang
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, kedatangan bos IMF Christian Lagarde juga bukan menawarkan utang laiknya krisis 1998. "Kita tidak terpikir sekarang untuk meminjam ke IMF. Kita tidak ada urusan dengan masalah IMF," tuturnya.
Menteri Luhut menegaskan IMF tidak akan mengintervensi kebijakan ekonomi Indonesia. Sebab, pemerintah sudah mempunyai langkah-langkah tersendiri untuk memperbaiki perekonomian.
"Saya ulangi, tidak ada yang bisa intervensi. Kami punya langkah-langkah yang jelas, terukur yang bisa kita pertanggungjawabkan kepada siapa pun," kata dia.
4.Pemerintah trauma utang IMF
Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan danang Moneter Internasional pernah membuat masalah di Indonesia pada 1998.
"Saat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan 2000-2001, saya katakan pada perwakilan IMF di sini, kalian membuat negara kami ini jadi kacau balau," katanya di Jakarta.
Kendati demikian, pemerintah tetap akan menerima kunjungan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde pada 1-2 September mendatang. Luhut memastikan tujuan kedatangan IMF kali ini tak sama seperti 1998.
"Tidak ada urusan soal pinjam meminjam apalagi minta advice kepada IMF," katanya. "Mungkin IMF bisa minta saran ke kita bagaimana menangani krisis ekonomi khususnya di negara berkembang."