Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Di era pandemi virus corona, menciptakan banyak orang beralih hobi jadi berkebun dengan memelihara sejumlah tanaman hias di halaman rumah.
Namun tidak semua tanaman hias hidup membutuhkan tanah unutuk merawatnya. Sebab ada beberapa tipe yg tidak membutuhkannya sama sekali.
Sehinga perawatannya lebih muda, & tidak rentan kepada hama & penyakit. Selain itu, Anda tidak perlu repot untuk menyiram tanaman hias secara teratur.
Berikut adalah jenis-jenis tanaman hias indoor yg hidupnya dalam media air.
1. Sirih Gading
Sirih merupakan tanaman hias yg paling banyak dimiliki orang, karena menanamnya yg tidak rumit salah satunya adalah sirih gading.
Namun yg paling populer adalah varietas dengan warna kuning keemasan & hijau. Untuk mulai menanamnya, anda cukup memotong batang sepanjang 15 cm tepat di bawah simpul.
Lalu masukan batang sirih gading itu ke dalam botol kaca atau vas kembang berwarna gelap kemudian isi dengan air.
2. Dieffenbachia
Tanaman hias dieffenbachia memiliki batang yg tebal & daun yg lebar seperti sri rejeki. Hal ini menciptakan tanaan hias dieffenbachia menarik untuk ditanam di vas atau botol air.
Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman hias dieffenbachia, Anda perlu mengganti airnya setiap beberapa minggu. Sedangkan untuk menambah keindahan, pakai benda-benda dkoratif yg terbuat dari kaca.
3. Tanaman Laba-laba
Tanaman tipe ini sangat cepat pertumbuhannya ketika ditanamn dalam air. Dalam waktu singkat, akar, batang & daunnya langsung menjaral.
Meski cukup subur, tanaman laba-laba tidak baik kalau kelamaan direndam dalam air, karena cepat membusuk.
Sebaiknya, pakailah media air untuk meletakkan tanaman laba-laba sebelum memindahkannya ke media tanam berbasis tanah.
4. English Ivy
Pada dasarnya, menanam tanaman hias english ivy dalam air sangat mudah. Namun setelah beberapa bulan, tanaman tersebut harus segera dipindahkan ke media tanah.
Jika Anda terlanjur menikmati pesona tanaman hias ini di akuarium atau kolam air dalam ruangan, sebaiknya ganti dengan stek baru.
Selain itu, mengganti air sesering mungkin juga merupakan langkah yg efektif untuk mencegah pertumbuhan alga.
Berita menarik lainnya,
klik :[color=var(--c-blue-1)][color=var(--c-blue-1)]Edisi Bonanza88[/color][/color]
Hari ini 20:47