facebookeb
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 210735
- Sejak
- 9 Jan 2013
- Pesan
- 7.471
- Nilai reaksi
- 96
- Poin
- 48
Padahal, jumlah lemak yang tepat sebenarnya juga penting bagi tubuh. Dikutip Shape, Shawn Talbott, Ph.D, nutrisionis dan ahli biokimia menyatakan ada beberapa fakta menarik tentang lemak yang belum banyak diketahui orang.
1. Tiga jenis lemak
Lemak ternyata terdiri dari tiga jenis, dibedakan menurut warna dan fungsinya, yaitu putih, cokelat dan beige.
Lemak putih merupakan jenis yang paling sering dianggap tidak berguna. Lemak jenis ini metabolismenya rendah atau sulit dicerna, dan tidak membantu pembakaran kalori seperti yang dilakukan otot. Lemak putih juga merupakan lemak yang dominan di tubuh dan menjadi tempat penyimpanan kalori berlebih.
Lemak cokelat atau brown fat, merupakan jenis lemak yang kaya akan suplai darah. Lemak ini dapat membakar kalori, namun hanya pada tikus atau hewan mamalia lainnya.
Beberapa jenis makhluk hidup dapat mengaktifkan lemak tersebut untuk membakar kalori dan menghasilkan panas untuk membuat mereka tetap hangat di musim dingin. Manusia juga memiliki brown fat, tapi dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga tidak dapat membakar kalori atau menghangatkan tubuh.
Sedangkan lemak beige, merupakan lemak di antara putih dan cokelat. Lemak jenis ini memiliki metabolisme yang lebih aktif. Karena itu banyak peneliti yang sedang berusaha mencari cara untuk mengubah sel lemak putih menjadi beige ini.
Salah satu caranya adalah melalui diet, olahraga, atau penggunaan suplemen. Beberapa bukti menunjukkan lemak beige bisa terbentuk dengan olahraga dan konsumsi rumput laut cokelat, akar licorice, dan cabai merah. Namun, untuk memastikannya masih diperlukan penelitian lebih lanjut.
2. Lemak bokong lebih sehat
Orang yang memiliki bentuk tubuh pir, ternyata lebih sehat dibanding yang apel. Pir merupakan bentuk tubuh di mana lemak banyak menumpuk di pinggul dan bokong. Sedangkan apel adalah bentuk tubuh dengan lemak menumpuk di bagian atas tubuh, terutama di perut.
Lemak perut lebih mudah bereaksi terhadap hormon stres kortisol ketimbang lemak di paha atau bokong. Jadi, ketika mengalami stres, setiap kalori berlebih yang masuk ke dalam tubuh akan menumpuk di sekitar perut.
Lemak perut juga dianggap lebih berbahaya karena dapat menyebabkan peradangan jika bereaksi dengan zat kimia. Lemak perut bisa 'bepergian' ke otak dan membuat Anda merasa selalu lapar dan lelah, sehingga membuat Anda cenderung makan berlebihan dan lebih sering makan junk food, dan enggan berolahraga.
3. Kalori dulu yang dibakar, baru lemak
Saat tubuh membakar kalori dengan berolahraga, bukan berarti lemak otomatis ikut terbakar. Proses pembakaran lemak terjadi secara bertahap. Pertama-tama, tubuh membakar kalori, baik itu kalori yang berasal dari karbohidrat--seperti glikogen dan gula darah--atau dari cadangan lemak tubuh.
Semakin banyak kalori yang terbakar saat olahraga, cadangan lemak akan berkurang, dan akhirnya menghilangkan lemak.
4. Mempengaruhi mood
Lemak berlebih di bagian perut dapat mengaktifkan hormon kortisol. Menurut penelitian, hormon ini merupakan salah satu faktor penyebab gangguan mental serius, seperti moodyang berubah-ubah atau bipolar disorder. Lemak juga membuat tingkat mood positif menurun, karena lebih mudah terpengaruh stres.