Kebanyakan orang akan memilih diet yang ekstrem agar bisa menurunkan berat badan secara cepat, dan bahkan ada yang memilih tidak makan seharian agar cepat kurus. Diet yang dilakukan dengan cara yang tidak tepat dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan baik fisik maupun mental.
Dalam berdiet, ada aturan-aturan tertentu yang berfungsi sebagai pedoman agar diet yang Anda jalankan tidak menyusahkan dan lebih menyehatkan.
Mengasup kurang dari 1.200 kalori setiap hari adalah salah satu contoh diet ekstrem yang sering dilakukan banyak orang. Kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan seperti kekurangan nutrisi, menurunnya kemampuan tubuh, gampang lelah, dan bahkan meningkatkan nafsu makan.
Diet yang tidak benar juga dapat menurunkan metabolisme tubuh. Padahal untuk menurunkan berat badan salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah meningkatkan metabolisme tubuh.
Jika metabolisme tubuh Anda tidak berjalan dengan baik, maka jangan berharap diet yang Anda lakukan bisa memberi hasil yang memuaskan.
Adalah seorang Brooke Robertson wanita 23 tahun, dari New Zealand yang pernah dilaporkan hampir meninggal akibat diet ekstrem yang ia lakukan. Brooke mengalami serangan jantung akibat terlalu sering menenggak minuman berenergi untuk menekan rasa laparnya. Cara ini ia tempuh karena merasa kesulitan mencari jalan termudah untuk menurunkan berat badan pasca melahirkan.
Ia mengonsumsi antara 10-14 kaleng minuman berenergi setiap hari. Hasilnya, ia berhasil menurunkan berat badan sebanyak 45 kg dalam 8 bulan sekaligus mengalami serangan jantung, meski pun pada akhirnya masih bisa diselamatkan. Ini merupakan salah satu jenis diet yang salah dan tak sehat.
Berikut 4 akibat yang bisa terjadi jika Anda menjalankan diet ekstrem....
KLIK --> INFO LENGKAP
artikel terkait : Wanita Lebih Kuat Hadapi Serangan Jantung