Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Punya teman yg perfeksionis atau segala harus teelihat sempurna menurut perspektifnya memang ada plus minusnya. Nilai plusnya kita jadi dapat tampil lebih baik dihadapan orang lain, minusnya seolah terlalu mencampuri urusan pribadi & orang lain.
Menjadi teman dari seorang perfeksionis terkadang kita merasa kondusif karena dibalik kritikannya dia seperti kita ikut terlindungi, tetapi juga dampaknya kita dapat dijauhi teman lain karena dianggap satu karakter, satu paket dengan si perfeksionis ini. "Betah banget sih lo, gaul sama perfeksionis itu, gw males jadinya ketemuan dengan kalian".
Saya sendiri mengalaminya, punya teman perfeksionis, meskipun dia tidak terlalu menuntut sempurna apapun yg dia lihat pada diri saya, tetapi hampir setiap kritikan atau sarannya saya saring dulu kalau masih dapat ditoleransi maka saya aminkan, kalau sekira jauh dari pertimbangan saya maka saya acuhkan saja, toh akhirnya dia akan diam sendiri.
Menjadi perfeksionis bagi seseorang mungkin tidak mereka sadari, mungkin dia memang orangnya penuh ide & ide kreatif, peduli kepada teman yg dia 'percaya'. Terkadang ketika dia melihat orang lain juga tidak lepas dari kritikannya, tetapi sekalinya dia melihat ada yg 'sempurna' tampilan seseorang dia pun bangga & tidak menutupinya. "Penampilanmu bagus hari ini," ini salah satu kode kalau dia menyukainya.
Karena sudah cukup lama berteman dengan si perfeksionis ini saya memiliki tips & trik cara menolak kritikannya secara halus (versi saya) & dia menerimanya begitu saja. Seperti apa, ini dia 3 tips & triknya:
Saya 'menangkis' kritikannya & berusaha tersenyum dihadapannya sambil berkata yg intinya adalah, "Sempurna cuma milik Tuhan", "Kita hidup bukan sendirian, disparitas menciptakan jadi berwarna & dinamis", "Sudah terlanjur dipakai, baju gantinya belum dicuci".
3 mengatakan andalan itu kadang saya pakai sebagai senjata pamungkas untuk menangkis kritikan si perfeksionis ini. Mungkin anda bertanya, apakah dia juga perfek dalam penampilan sehari-harinya? Diluar dugaan, dia sehari-harinya cuma menyukai mode casual saja, dia cuma bahagia melihat temannya terlihat sempurna dimatanya & orang lain. Itu menurutnya, ada-ada saja, ya.
Sebuah opini
Img. Gugel
Copyright 2016 - 2022 iskrim
All Rights Reserved | Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS