Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Memilih metode pembayaran rumah yg tepat tentu saja harus disesuaikan dengan isi dompet. Umumnya, ada tiga cara pembayaran properti yg dapat Kamu pilih, yaitu kontan/tunai (hard cash), tunai bertahap (installment), serta menngangsur dengan memanfaatkan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR).
Nah, bagaimana cara memilihnya? Jika Jamu memilih untuk mengangsur, apakah sebaiknya mengpakai jangka waktu cicilan (tenor) yg singkat atau panjang? Apakah harus memilih suku bunga? Langsung simak penjelasannya.
Kontan/Tunai
Jika selisih suku kembang KPR & kembang deposito lebih dari 5% (contohnya kembang deposito 8% serta suku kembang KPR 15%), alangkahbaiknya Kamu membeli properti secara kontan/tunai keras.
Membeli rumah secara kontan memang paling ideal. Karena apa? Harga rumah tidak terkerek kembang kredit serta umumnya developer memberi banyak kemudahan kepada konsumen yg membeli rumah dengan tunai. Namun dengan harga properti yg terbilang tinggi, tidak semua orang dapat mengerjakannya.
Tunai Bertahap
Jika selisih suku kembang deposito & kembang KPR berkisar 3% 5% (contohnya kembang deposito 9% & suku kembang KPR 12%), alangkahbaiknya Kamu membeli secara tunai bertahap (soft cash).
Bila Kamu memiliki kemampuan mengangsur secara stabil, pilihlah angsuran rumah dengan fasilitasinstallmentatau mengangsur kepada pengembang. Cara ini banyak dipilih, sebab cicilan tidak terpengaruh fluktuasi kembang KPR.
Tetapi harga tunai bertahap tentu akan jadi lebih tinggi daripada beli secara tunai, karena developer memperhitungkan marjin keuntungan, suku kembang serta potensicapital gain.
Mengpakai KPR
Jika Kamu tak memiliki kemampuan membayar dengan tunais atau bertahap, cara paling logis adalah mengpakai fasilitas KPR. Bayarlah uang muka dengan nominal akbar sehingga cicilan kredit KPR per bulannya kecil.
Bila selisih kembang deposito dengan KPR kecil, yaitu kurang dari 3% (misalnya kembang deposito 10% sementara suku kembang KPR 12%), belilah properti mengpakai KPR dengan tenor selama mungkin, misal antara 15 20 tahun.
Short Term atau Long Term?
Dilihat dari waktu angsuran, kredit pemilikan rumah (KPR) terbagi jadi dua: jangka pendek (short term) serta jangka panjang (long term). Memilih jangka waktu cicilan juga ada caranya.
Bila selisih suku kembang & deposito tinggi (lebih dari 5%), lebih baik mengangsur denganshort termatau di bawah lima tahun.
Namun kalau selisih suku kembang deposito dengan KPR antara 3% 5 %, belilah dengan mencicil dalam jangka waktu menengah (mid term), yaitu antara 5 10 tahun.
Sementara itu, bila selisih kembang deposito & suku kembang KPR kecil (kurang dari 3%), belilah properti secara kredit dengan tenor di atas jangka waktu 10 tahun.
Fixed Rate atau Floating Rate?
Ketika tren suku kembang meningkat, pakai kredit properti dengan suku kembang tetap (fixed rate) yg umumnya ditawarkan bunk untuk beberapa tahun pertama.So, disaat suku kembang KPR terus melambung, angsuran Kamu tidak terkena dampaknya.
Sebaliknya, bila tren suku kembang menurun, alangkahbaiknya mengpakai suku kembang mengambang/floating rate. Dengan demikian, Kamu dapat mendapatkan suku kembang yg lebih rendah, setelah kondisi ekonomi membaik.
Sumber: Jabodetabek Propertitainment Hari ini 12:38