• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

3 KUNCI AGAR BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
3 KUNCI AGAR BAHAGIA DI DUNIA DAN AKHIRAT

Syaikhul Islam Muhammad At-Tamimi rahimahullah mengatakan 3 hal yg merupakan kunci kebahagiaan:

1. Bersyukur saat diberi nikmat,
2. Bersabar ketika ditimpa musibah,
3. Memohon ampun kalau berbuat dosa

Syaikhul Islam Muhammad At-Tamimi rahimahullah berkata,

:



. : : [:56]. . . : { } [:116].

Pendahuluan

Saya memohon kepada Allah Yang Maha Pemurah,Tuhan Arsy yg agung supaya memeliharamu di dunia & akhirat, menjadikanmu diberkahi di manapun berada, menjadikanmu bersyukur saat diberi nikmat, bersabar ketika ditimpa musibah, & meminta ampun kalau berbuat dosa. Tiga hal terakhir yg sudah disebutkan di atas adalah kunci kebahagiaan.

Ketahuilah, semoga Allah membimbing Anda dalam menaati-Nya. Al-hanifiyah adalah agama Nabi Ibrahim alaihis salam, yaitu Anda beribadah kepada Allah dengan memurnikan ibadah cuma untuk-Nya saja.

Dengan agama al-hanifiyah inilah Allah memerintahkan semua manusia & untuk tujuan inilah Allah menciptakan mereka, sebagaimana Allah Taala berfirman:



Dan Aku tidak menciptakan jin & manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku (saja) (QS.Adz-Dzaariyaat: 56).

Jika Anda sudah mengetahui bahwa Allah menciptakan Anda untuk beribadah kepada-Nya, maka ketauhilah bahwa ibadah tidaklah dikatakan sebagai ibadah kecuali kalau disertai tauhid, sebagaimana shalat, tidaklah dikatakan sebagai shalat kecuali kalau disertai dengan bersuci. Oleh karena itulah, kalau syirik mencampuri ibadah, maka rusaklah ibadah itu, sebagaimana hadats bila mencampuri kesucian.

Jika Anda sudah mengetahui kalau syirik bercampur dengan ibadah, maka akan merusaknya, menyebabkan gugurnya semua amalan pelakunya & menyebabkan pelakunya jadi orang yg abadi di dalam Neraka, tentulah Anda akan mengetahui bahwa perkara yg paling penting bagi Anda adalah mempelajari masalah ini (kesyirikan), semoga dengannya Allah berkenan membebaskan Anda dari jaring kesyirikan ini, yaitu kesyirikan kepada Allah, yg Allah Taala sudah berfirman tentangnya:



Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, & Dia mengampuni segala dosa yg berada di bawah (syirik) itu, bagi siapa yg dikehendaki-Nya (QS.An-Nisaa`: 116).

Pengetahuan tentang syirik dapat didapatkan dengan memahami empat kaidah yg sudah Allah Taala sebutkan dalam Kitab-Nya.

Kaidah pertama:

Anda perlu mengetahui bahwa orang-orang kafir yg diperangi oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meyakini bahwa Allah Taala adalah satu-satunya Pencipta & Pengatur (segala urusan). Namun demikian, hal itu tidaklah menyebabkan mereka masuk ke dalam agama Islam. Dalilnya adalah firman Allah Taala:



Katakanlah: Siapa yg memberi rizki kepada kalian dari langit & bumi, atau siapa yg kuasa (menciptakan) pendengaran & penglihatan, & siapa yg mengeluarkan yg hidup dari yg mati (menghidupkan) & mengeluarkan yg mati dari yg hidup (mematikan), & siapa yg mengatur segala urusan? Maka mereka (kaum musyrikin) akan menjawab:Allah. Maka katakanlah:Mengapa kalian tidak bertakwa (kepada-Nya) (QS. QS. Yunus: 31).





: : { }[:3]. : { }[:18] : : : : { }[:254]. : : : { }[:255].

Kaidah kedua:

Mereka (orang-orang yg berbuat syirik) berkata: Kami tidaklah berdoa & tidak beribadah kepada mereka (sembahan selain Allah, pent.) kecuali supaya mereka mendekatkan kami pada Allah & meminta syafaat (meminta mereka jadi perantara,untuk mendoakan kami, pent.).

Dalil tentang qurbah adalah firman Allah Taala,



Dan orang-orang yg mengambil sesmbahan selain Allah (berkata):Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yg mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yg pendusta & sangat ingkar (QS. Az-Zumar: 3).

Adapun dalil tentang syafaat adalah firman Allah Taala,



Dan mereka menyembah selain Allah apa yg tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka & tidak pula kemanfaatan, & mereka (musyrikin) berkata: Mereka (sembahan selain Allah) itu adalah perantara kami di sisi Allah (QS. Yunus: 18).

Syafaat itu ada dua macam:

Syafaat manfiyah (yang ditolak keberadaannya).
Syafaat mutsbatah (yang ditetapkan keberadaannya).
Syafaat manfiyah (ditolak) adalah syafaat yg diminta kepada selain Allah, dalam perkara yg tidak satupun yg sanggup memberikannya kecuali Allah. Dalilnya adalah firman Allah Taala,



Hai orang-orang yg beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) beberapa dari rezki yg sudah Kami berikan kepada kalian sebelum datang hari yg pada hari itu tidak ada lagi jual beli & tidak ada lagi persahabatan yg akrab & tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yg zalim (QS. Al-Baqarah: 254).

Syafaat mutsbatah (ditetapkan) adalah syafaat yg diminta dari Allah. Orang yg mensyafaati (memperantarai dengan cara mendoakan, pent.) itu dimuliakan (oleh Allah) dengan syafaat tersebut, sedangkan yg mendapatkan syafaat adalah orang yg Allah ridhai, baik ucapan maupun perbuatannya, sesudah Allah mengizinkannya. (Hal ini) sebagaimana firman Allah Taala,



Siapakah yg sanggup mensyafaati di sisi Allah tanpa izin-Nya? (QS. Al- Baqarah: 255).

Syaikhul Islam Muhammad At-Tamimi rahimahullah berkata,



: { }[:193].

: { }[:37]. : { }[ :80]. : { }[:116]. : { } [:57]. : { (19) }[:19-20]. : : :

Kaidah ketiga:

Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam berada ditengah-tengah manusia yg memiliki berbagai bentuk peribadatan. Di antara mereka ada yg menyembah para malaikat, nabi, orang-orang shalih, pepohonan, bebatuan, matahari, & bulan. Mereka semua diperangi oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, & beliau tidak pandang bulu pada mereka. Dalilnya adalah firman Allah Taala,



Dan perangilah mereka sehingga tidak ada lagi fitnah, & Dien ini untuk Allah semata (QS.Al-Baqarah: 193).

Dalil (penyembahan mereka kepada) mentari & bulan adalah firman Allah Taala,



Dan beberapa dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, mentari & bulan. Janganlah bersujud kepada mentari & janganlah (pula) kepada bulan (QS.Fushshilat: 37).

Dalil (penyembahan mereka kepada) para Malaikat adalah firman Allah Taala,



Dan dia (Nabi Muhammad) tidak pernah memerintahkan kalian untuk menjadikan para Malaikat & para Nabi sebagai sembahan-sembahan (QS. Ali Imran: 80).

Dalil (penyembahan mereka kepada) para Nabi adalah firman Allah Taala,



Dan [ingatlah] ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam, adakah anda mengatakan kepada manusia: Jadikanlah saya & ibuku dua orang sesembahan selain Allah?. Isa menjawab: Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yg bukan hakku (mengatakannya). Jika saya pernah mengatakannya maka tentulah Engkau sudah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yg ada pada diriku & saya tidak mengetahui apa yg ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara yg ghaib (QS.Al-Maidah: 116).

Dalil (penyembahan mereka kepada) orang-orang shalih adalah firman Allah Taala,



Orang-orang yg mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka siapa di antara mereka yg lebih dekat (dengan Allah) & mengharapkan rahmat-Nya & takut akan azab-Nya (QS.Al-Israa`: 57).

Dalil (penyembahan mereka kepada) pepohonan & bebatuan adalah firman Allah Taala,

(19)

Maka apakah patut kalian (hai orang-orang musyrik) menganggap al-lata & al-uzza, & manah yg ketiga, yg paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? (QS.An-Najm: 19-20).

Dan hadits Abi Waqid Al-Laitsi, dia berkata,

Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menuju (perang) Hunain, & ketika itu kami baru saja terbebas dari kekafiran (muallaf). Sementara itu, orang-orang musyrik mempunyai sebuah pohon bidara yg dipakai berdiam diri (dalam bentuk beribadah) di sisinya & mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di situ (untuk cari berkah, pent.). Pohon itu diketahui dengan nama Dzatu Anwath (yang mempunyai tempat menggantung). Kami kemudian melalui pohon bidara itu, lalu kami mengatakan: Wahai Rasulullah, pilihkanlah bagi kami pohon untuk menggantungkan senjata dalam rangka mencari berkah, sebagaimana mereka (musyrikin) mempunyai pohon tersebut. hingga akhir hadits.



. : { }[:65].

Kaidah keempat:

Sesungguhnya kaum musyrikin di zaman kita lebih parah dibandingkan kaum musyrikin zaman dulu. Kaum musyrikin zaman dahulu berbuat syirik pada saat lapang (bergelimang kenikmatan) & mereka mengikhlaskan (ibadah kepada Allah semata) ketika berada dalam keadaan sempit (tertimpa musibah). Sedangkan orang-orang musyrik di zaman kita berbuat syirik dalam setiap keadaan, baik ketika lapang maupun sempit. Dalilnya adalah firman Allah Taala,



Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, maka tatkala Allah menyelamatkan mereka hingga ke darat, tiba-tiba mereka [kembali] mempersekutukan [Allah] (QS.Al- Ankabut: 65).

***

Penyusun: Ust. Said Abu Ukasyah



2023 muslim.or.id
Sumber: https://muslim.or.id/26784-matan-ter...idul-arba.html


{thread_title}

860032...&s=yWDuG2&fs=e
Hari ini 01:17
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.