Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sakit yg Tak Berdarah
Link
Bismillah
Sebagai makhluk sosial, tentu saja kita tidak akan pernah sanggup hidup sendiri. Pasti kita hidup berkelompok, berinteraksi & bersosialisasi dengan manusia lain.
Hanya saja, karena hidup dengan orang lain dengan latar belakang yg beragam, tentu saja gesekan atau beda pendapat juga pemikiran dapat mewarnai keseharian kita.
Tentu saja, hal semacam itu menciptakan kita tidak nyaman & enggan kalau sering-sering bermasalah dengan yg lain.
Lalu, kalau hal tersebut justru sudah menghampiri kita, apa yg sebaiknya kita lakukan?
1. Menyibukkan Diri dengan Hal Lain
Untuk menyembuhkan kecewa atau luka batin, kita dapat mengalihkan pikiran & waktu kita dengan hobi yg kita miliki.
Dengan pengalihan seperti itu, secara tidak sadar, pikiran kita terpecah, lantas hal-hal yg tadinya menciptakan kita terluka akan terkesampingkan dengan lebih mudah.
Meski sebenarnya mengobati luka batin itu lebih berat dibanding mengobati luka fisik yg lain.
2. Mencari Konunitas-komunitas Baru
Cara kedua yaitu dengan mencari komunitas-komunitas baru. Di situ kita akan mendapat teman-teman & kenalan baru.
Otomatis teman atau orang baru itu sanggup mengambil porsi hati & pikiran kita, tadinya kita sering terpikirkan dengan orang-orang yg melukai & mengecewakan kita, tetapi akhirnya kita dapat melupakan dengan sendirinya.
Meski begitu dapat jadi sebuah solusi, tetapi tidak menutup kemungkinan mendapat masalah baru, kalau teman di komunitas itu pun memicu permasalahan.
Intinya, berteman itu cukup sewajarnya saja, karena boleh jadi orang yg hari ini sangat kita kasihi, suatu hari pun sanggup menyakiti.
3. Berdoa dengan Sungguh-sungguh
Tentu saja cara ketiga ini justru cara yg utama. Karena sejatinya setiap kejadian yg menghampiri kehidupan kita, tidak luput dari takdir-Nya semata.
Hanya Dia-lah dzat sebaik-baik pembuat sekenario hidup kita. Karena kejadian yg tidak baik atau tidak kita sukai, boleh jadi itu kejadian terbaik menurut-Nya.
Karena mungkin, dengan kejadian yg menimpa kita itu sebagai bentuk pelatihan & pembelajaran buat kita, manusia & hamba-Nya.
Tinggal kita manusia harus pandai-pandai mencari hikmah dari setiap kejadian.
Berdoa, memohon kepada sang penggenggam sekenario untuk disembuhkan luka yg ada di dada.
Sehingga, ada doa spesifik ketika dada manusia terasa sempit. Baik karena sakit hati, kecewa & merasa hal tidak enak lainnya.
Doanya yaitu:
Allahumma inni audzu bika minal hammi wal hazani wa audzu bika minal ajzi wal kasali wa audzu bika minal jubni wal buhli wa audzu bika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal
In syaallah doa itu setidaknya dapat mengurangi beban berat yg menghimpit dada yg tengah sakit.
Terima kasih, hingga jumpa pada thread berikutnya. Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum
Penulis: s3chamdani
Narasi: Oppri
Hari ini 07:09
Link
Bismillah
Sebagai makhluk sosial, tentu saja kita tidak akan pernah sanggup hidup sendiri. Pasti kita hidup berkelompok, berinteraksi & bersosialisasi dengan manusia lain.
Hanya saja, karena hidup dengan orang lain dengan latar belakang yg beragam, tentu saja gesekan atau beda pendapat juga pemikiran dapat mewarnai keseharian kita.
Tentu saja, hal semacam itu menciptakan kita tidak nyaman & enggan kalau sering-sering bermasalah dengan yg lain.
Lalu, kalau hal tersebut justru sudah menghampiri kita, apa yg sebaiknya kita lakukan?
1. Menyibukkan Diri dengan Hal Lain
Untuk menyembuhkan kecewa atau luka batin, kita dapat mengalihkan pikiran & waktu kita dengan hobi yg kita miliki.
Dengan pengalihan seperti itu, secara tidak sadar, pikiran kita terpecah, lantas hal-hal yg tadinya menciptakan kita terluka akan terkesampingkan dengan lebih mudah.
Meski sebenarnya mengobati luka batin itu lebih berat dibanding mengobati luka fisik yg lain.
2. Mencari Konunitas-komunitas Baru
Cara kedua yaitu dengan mencari komunitas-komunitas baru. Di situ kita akan mendapat teman-teman & kenalan baru.
Otomatis teman atau orang baru itu sanggup mengambil porsi hati & pikiran kita, tadinya kita sering terpikirkan dengan orang-orang yg melukai & mengecewakan kita, tetapi akhirnya kita dapat melupakan dengan sendirinya.
Meski begitu dapat jadi sebuah solusi, tetapi tidak menutup kemungkinan mendapat masalah baru, kalau teman di komunitas itu pun memicu permasalahan.
Intinya, berteman itu cukup sewajarnya saja, karena boleh jadi orang yg hari ini sangat kita kasihi, suatu hari pun sanggup menyakiti.
3. Berdoa dengan Sungguh-sungguh
Tentu saja cara ketiga ini justru cara yg utama. Karena sejatinya setiap kejadian yg menghampiri kehidupan kita, tidak luput dari takdir-Nya semata.
Hanya Dia-lah dzat sebaik-baik pembuat sekenario hidup kita. Karena kejadian yg tidak baik atau tidak kita sukai, boleh jadi itu kejadian terbaik menurut-Nya.
Karena mungkin, dengan kejadian yg menimpa kita itu sebagai bentuk pelatihan & pembelajaran buat kita, manusia & hamba-Nya.
Tinggal kita manusia harus pandai-pandai mencari hikmah dari setiap kejadian.
Berdoa, memohon kepada sang penggenggam sekenario untuk disembuhkan luka yg ada di dada.
Sehingga, ada doa spesifik ketika dada manusia terasa sempit. Baik karena sakit hati, kecewa & merasa hal tidak enak lainnya.
Doanya yaitu:
Allahumma inni audzu bika minal hammi wal hazani wa audzu bika minal ajzi wal kasali wa audzu bika minal jubni wal buhli wa audzu bika min gholabatiddaini wa qohrirrijaal
In syaallah doa itu setidaknya dapat mengurangi beban berat yg menghimpit dada yg tengah sakit.
Terima kasih, hingga jumpa pada thread berikutnya. Semoga bermanfaat.
Wassalamualaikum
Penulis: s3chamdani
Narasi: Oppri