Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bogor Setiap usaha yg didirikan pasti memiliki tujuan supaya usahanya menghasilkan keuntungan, sehat & terus berkembang. Namun kenyataannya banyak perusahaan yg berhasil membukukan keuntungan mengalami kesulitan keuangan. Apakah perusahaan yg untuk sudah pasti sehat? Untuk itu diperlukan alat bantu bagi pengusaha untuk mengukur seberapa sehat usahanya atau bagi seorang business owner untuk mengukur kinerja atau performa CEOnya, atau kepala cabangnya dalam menjalankan usaha.
Menemukan ukuran yg paling seksama untuk mengukur kesuksesan usaha bukan hal yg mudah, banyak opsi metode namun di kalangan pengusaha Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ada 3 indikator yg harus sering diperhatikan.
Bagaimana seorangBusiness Leaderharus mengukur prestasinya, maka yg dilihat ada3 bottom line. Intinya cuma 3 ungkap Presiden IIBF dalam CEO Forum di kampus IPB, Bogor beberapa waktu lalu.
Berikut adalah 3 tipe tolak ukur yg perlu senantiasa diperhatikan oleh seorang entrepreneurs saat harap memastikan dengan seksama kinerja perusahaan atau management yg menjalankan usaha.
1 . Operating Cash Flow (OCF)
Apakah perusahaan anda sales nya bagus, profitnya ada namun di akhir bulan untuk membayar gaji & operasional seperti tersengal-sengal? Itulah ciri-ciri perusahaan mengalami OCF minus. Operating Cash Flow adalah uang yg bersumber dari kegiatan menjalankan usaha. Jadi uang pinjaman tidak termasuk OCF ya.
kalau perusahaan jualan 100, membayar biaya 80 maka OCFpositif20. Tetapi kalau salesnya 100 sedang pengeluarannya 150 artinyaOCF minus 50dan kita harusnombok 50.Jika hal ini dipertahankan mau hingga kapan? Lama-lama anda akan letih menutupi kekurangan pengeluaran, kalaupun bukan anda sendiri kemungkinannya hutang atau jual aset. Itulah mengapa OCF harus plus. Kalau kita biarkan OCF minus terus maka pasti ada yg plus ditempat lain, dapat ICF atau FCF nya. Kalau kita tutupi dengan menjual aset maka ICF akan postif, kalau dengan berhutang maka FCF yg akan naik. Padahal yg harus di buat postitif adalah OCF nyajelas Heppy.
Ternyata perusahaan profit belum tentu ada duitnya, dapat sajanyangkutdi piutang atau AR, dapat juga di Inventory karena pembelian yg tidak cermat.
Boleh perusahaan tidak profit dulu yg penting OCF harus positif. Maka mengukur performace seorang CEO, kepala cabang, yg perdana harus kita lihat adalah OCF nya. Yang namanya OCF positif artinya duitnya masih sisa
Inilah yg mengggambarkan kesehatan sebuah perusahaan yg sesungguhnya. Laporan keuangan dapatdibikinprofit, namun OCF tidak dapat dibohongi atau direkayasa. Inilah jalan keselamatan usaha anda.Because Cash is a fact!
2. Profit
Setelah memastikan operting cashflow (OCF) positif hal selanjutnya yg harus di perhatikan adalahProfit. Seberapa efesien management dalam menjalankan usaha akan terlihat. Seberapa banyak sales yg jadi profit menandakan perusahaan semakin efisien. Semakin kecil cost yg dikeluarkan semakin banyak profit yg di peroleh.
Setelah perusahaan selamat karena OCF positif, makaProfitharus mulai di tingkatkan supaya usaha bertambah sehat.
3. ROA (Return On Asset)
Jika ada perusahaan asetnya 100, dalam satu tahun sanggup menghasilkan 25, lalu ada perusahaan lain dengan aset 50 sanggup memberikan hasil 25 setahun, atau ada perusahaan dengan aset 100 dalam setahun justru minus 25, mana yg lebih lebih bagus? Maka tolak ukur ketiga menurut Heppy Trenggono yg perlu kita perhatikan dalam melihat apakah bisnisnya sehat adalahReturn On Asset(ROA). Adalah untuk mengukur dari semua aset yg diperpakai untuk operasi perusahaan berapa sanggup memberikan laba atau keuntungan. Semakin tinggi prosentasenya semakin bagus.
Bahwa kaedah perjalanan bisnis adalah dari aset jadi sales, sales untuk menghasilkan profit & profit untuk mendapatkan cash. Nah perjalanan dari aset jadi sales itu disebut efektif, rumusnya adalah sales dibagi dengan aset. Perjalanan sales jadi profit itulah efisien namanya, rumusnya adalah profit dibagi sales.
Sehingga untuk mengukur ROA adalah efektif dikali efisien.
Semakin akbar ROA makan semakin bagus & sehat sebuah usaha. Banyak hal yg dapat dimiankan salah satunya adalah menaikan sales, menurunkan pengeluran & menekan aset.
Kalau seandainya anda dibebas tugaskan & cuma boleh melihat beberapa hal saja, maka 3 bottom line ini lah yg harus anda perhatikan & urusi, itu sudah lebih dari cukup pungkas Heppy. ANS
SUMBER
Hari ini 11:10