• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita 21 Persen remaja Indonesia ngeseks sebelum nikah

facebookeb

IndoForum Senior A
No. Urut
210735
Sejak
9 Jan 2013
Pesan
7.471
Nilai reaksi
100
Poin
48
image.jpg

Kepala BKKBN Sudibyo Alimoeso mengatakan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2010 sekitar 21 persen remaja terutama di daerah perkotaan diduga melakukan seks bebas atau seks di luar pernikahan.

"Data tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan 2010 dan sekarang indikasinya justru terus mengalami kenaikan," kata Sudibyo pada pertemuan dengan insan kesehatan di Banjarmasin, Rabu (27/2). Demikian dikutip antara.

Menurut dia, salah satu indikasi kenaikan jumlah seks bebas tersebut adalah banyaknya kelahiran di kalangan remaja terutama di daerah perkotaan. Kelahiran di kalangan remaja tersebut, kata dia, antara lain karena pernikahan usia dini juga tidak menutup kemungkinan seks bebas tersebut.

Tingginya angka kelahiran di usia remaja, membuat angka kematian ibu dan angka kematian bayi secara nasional masih cukup tinggi, kondisi tersebut membuat sebagian raport program kesehatan masih merah.

Indikasi lain, kata dia, saat ini banyak kasus ditemukannya bayi atau anak yang dibuang, karena kelahiran yang tidak dikehendaki.

Jumlah kelahiran yang tidak dikehendaki atau "unmetneed" tersebut masih cukup tinggi yaitu mencapai delapan persen dari 50 juta wanita usia subur.

"Jumlah tersebut sangat tinggi dan harus diturunkan minimal hingga lima persen," katanya.

Dengan demikian, BKKBN akan terus melakukan konseling ke masyarakat, terutama ke kampus, ke pondok pesantren ke sekolah dan ke tempat-tempat lainnya yang potensial terjadinya pernikahan dini maupun seks bebas.

Selain meningkatkan konseling, kata dia, pihaknya juga akan mendorong adanya perubahan undang-undang perkawinan yang kini membolehkan wanita berusia 16 tahun untuk menikah.

Padahal, pada usia tersebut, remaja merupakan masa emas yang untuk meningkatkan daya kreativitas dan belajar serta prestasi.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.